Jormungand

Jormungand
Chapter - 3 - Senjata aneh



Setelah Jormungand bangun dari pingsan dan sudah malam dia lalu bergegas untuk pulang di rumah keluarga Yun ayahnya sangat menghawatirkanya.


"Putriku kau pergi kemana saja sampai larut malam begini?" Tanya ayahnya dengan sangat cemas.


"Aku pergi kehutan untuk latihan yah!" Jawab Jormungand dengan tenang.


"Kau ini ayah menghawatirkan mu tapi kau menjawab dengan tenang!" Lanjut ayahnya dengan perasaan campur aduk mau senang,sedih,kawatir semua bercampur aduk.


"Sudah lah ayo kita makan malam!" Kata ibunya dan mengajak ayah dan putrinya makan malam.


Setelah mereka makan malam Jormungand mengembalikan buku gelombang pasang pada ayahnya untuk di kembalikan ke perpustakaan.


"Ini ayah bukunya!" Kata Jormungand sambil menyerahkan buku itu.


"Eh kenapa kau menyerah kan buku ini pada ayah?" Tanya ayah nya terheran-heran.


"Aku sudah selesai mempelajarinya yah!" Jawab Jormungand dengan tenang.


"Apa! kau bahakan belum sehari meminjam buku ini dan sudah selasai mempelajarinya" Kata ayahnya dengan kaget.


"Kenapa kau bertriak sekeras itu?" Tanya ibunya dengan santai.


"Orang lain biasanya membutuh kan waktu 2 bulan untuk mempelajari satu buku saja tapi ini kurang dari satu hari!" kata ayah nya dengan kaget.


"Bukanya itu wajar karena Putriku ini jenius sejati!"Jawab ibunya dengan tenang.


"Baiklah Putriku besok kita akan mencari senjata yg bagus untuk mu!" kata ayahnya dengan semangat.


"Iya ayah!" Jawab Jormungand dengan tenang.


Setelah selesai makan Jormungand pergi kekamarnya untuk bermeditasi dan bicara dengan Piton es.


"Apa kau disana?"Tanya Jormungand dengan tenang.


"Ya...aku di sini!"Balas Piton es


"Aku akan membantumu untuk meningkatkan pelatihan mu!" Lanjut Piton es dan mengajak Jiwa Jormungand untuk pergi ke lautan Spirit nya.


"Ketika kau disini kau bisa berbicara dengan ku dengan leluasa" Kata Piton es.


"Baiklah akan ku berikan beberapa thekniku untuk mu!"Kata Piton es yg tidak tahu bahwa yg sedang di ajak bicara adalah pemimpin tertinggi alam dewa


Piton es berubah menjadi manusia untuk memperagakan tehniknya.


"Ini adalah tehnik pusaran air kau memusatkan energimu pada satu titik dan lepaskan dari kanan ke kiri dengan cepar sehinga membentuk pusaran!" Kata Piton es sambil memperaga kan tehniknya


Tanpa berasa matahari sudah terbit dan Jormungand kembali sadar lalu Ayahnya mengajak Jormungan ke toko senjata.


"Ayo nak kita peegi me toko senjata!" Kata ayahnya yg bersemangat.


"Sebentar yah!"Kata Jormungand yg sedag bersiap-siap.


Setelelah selesai bersiap-siap Jormungand dan ayahnya pergi ke toko senjata toko itu bernama toko senjata sisik naga


Setelah masuk ada banyak senjata mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi.


Pemilik toko menyambut Jendral Yun Zhao dan Jormungand.


Jormungan melihat senjata yg nemancarkan aura yg pekat lalu dia bertanya berapa harga Pedang ini.


"Berapa harga pedang ini?"Tanya Jormungand dengan tatapan tenang.


"Oh gadis kecil kau mau pedang tak berguna itu" Kata pemilik toko.


"Ya!" Jawab Jormungand sinkat,jelas,dan padat


"Kau mau itu ambil saja benda itu tak berguna!" Kata pemilik toko.


"Baiklah akan aku ambil pedang itu"Kata Jormungand.


"Tapi pedang itu terlalu besar untuk gadia kecil sepertimu" Kata pemilik toko.


"Tak apa akan ku gunakan saat sudah dewasa!"Jawab Jormungand


"Ayah Bawakan pedang ini"Kata Jormungand dengan tenang.


"Baiklah sayang ayo kita pergi sekarang!"Kata ayahnya.


NOTE:Tetima kasih buat yg dukung author terus ya