Jormungand

Jormungand
Chapter - 12 - Deklarsi perang Dark Army



Di Peak volcano Tempat terpanas di tujuh benua terdapat iblis kuat yg bernama Cronos ia adalah Satu -satunya lord lava yg tersisa karena Cronos yg membunuh lord lava lainnya.


Cronos adalah iblis tingkat tinggi yg tidak segan membunuh bawahannya sendiri yg di angapnya lemah.


Suatu hari Cronos mengadakan sebuah battel royal di antara bawahannya agar sang pemenang dapat menjadi komando pasukan Dark Army.


"Pertempuran mulai!" Cronos berteriak dengan lantang.


"Roar..tang...duk...Bess" Berbagai suara terdengar mulai dari raungan senjata dan darah yg bercucuran.


Semua iblis saling membunuh hingga Hanya tersisa Lucifer iblis remaja berusia 16 tahun yg telah membantai semua iblis lainnya melihat hal itu Cronos langsung turun tanggan untuk memastikan kekuatan Lucifer dengan Blood Axe milik nya dia menghampiri Lucifer dan menantang Lucifer duel


1 vs 1 Setelah mereka berduel Dan yg menang adalah Lucifer. Cronos Bertekuk lutut dan mengatakan bahwa Lucifer sekarang penguasa para iblis bukan Cronos lagi dan ratu penghisap darah Levia yg di juluki "Queen of apocalypse" pun tunduk pada Lucifer.


Sementara itu ada kesatria yg bernama Arthur yg tertidur selama ratusan tahun. ada seorang Undead yg kembali untuk membalas budi Arthur yg menyelamatkannya ratusan tahun dahulu ia memberikan energi kehidupan yg luar biasa kuat yg cukup untuk Arthur bangun dari tidur panjangnya saat terbangun Undead itu sudah pergi sementara Arthur mersakan aura sihir kuat yg tak asing baginya tapi karena Arthur telah tertidur panjang baik wajah dan sifatnya tak berubah sama sekali saat merasakan energi kegelapan yg sangat kuat ia pun berlari menuju asal energi itu dan membawanya ke Peak volcano dia melihat iblis remaja yg duduk di atas singgasana yg terbuat dari tulang musuh yg ia bunuh dia menjelaskan tentang kebencianya terhadap para manusia dan saat dia mendeklarasikan perang melawan Kerajaan benua barat Arthur yg mendengar itu semua keberadanya telah di sadari para iblis yg kemudian menyerangnya.


"Sial aku harus kembali ke Benua barat dan memperingatkan mereka tentang perang yg akan datang!" Gumam Arthur yg mencoba melarikan diri dari para iblis itu.


Setelah sampai di kerajaan benua barat Arthur menemui Ratu yg memimpin kerajaan benua barat Ratu itu bernama Sarah.


"Yang mulia aku baru kembali dari dunia iblis dan mereka menyatakan perang melawan benua barat" Kata Arthur.


"Kalau boleh tahu siapa kau?" Tanya Yang mulia.


"Arthur...Sepertinya aku pernah mendengar nama ini...Tidak mungkin Arthur sang pahlawan legenda yg tertidur ratusan tahun" Kata Yang mulia terkejut.


"Benar itu aku!" Kata arthur.


"Apa kau bilang iblis mendeklarasikan perang tidak mungkin!" Kata Yang mulia terkejut.


"Tak mungkin...Tak mungkin!" Yang mulia trauma mengenai bahwa adik laki-lakinya yg harusnya mewarisi tahta di culik iblis saat masih bayi.


"Siapa yg mendeklarasiakan perang itu?" Tanya Yang mulia.


"Seorang iblis laki-laki berambut putih umur sekitar 16 tahun!" Kata Arthur.


"Tak munkin itu dia!"Kata Yang mulia sambil ketakutan.


Bagaimana dia tidak takut mengetahui bahwa iblis laki-laki itu adalah adiknya ia tahu bahwa hanya keturunan kerajaan yg memiliki rambut putih.


"Dia!... Apa maksud yang mulia?" Tanya Arthur kebingungan.


Sementara itu Sarah yg tidak menjawab sebagai ratu ia merasa sedih harus melawan adiknya sendiri


Note: Maaf banget gk upload lama banget kerjaan lagi numpuk ini aja aku bela-belain buat satu chapter tapi terima kasih yg idah stay baca pokonya thanks