JENFAN

JENFAN
serba serbi keluarga



Di satu sisi Jenifer yang sedang sibuk melahap burger nya sembari mendengar kegaduhan antara


bi Tuti dan Dirga yang membuat dia tertawa dengan ibunya,mereka menertawai kelakuan bi Tuti dan


Dirga seakan menonton bioskop.


Pertengkaran suara akhirnya selesai,bi Tuti pergi mengambil kasur lipat ke mobil,dan tak lupa Dirga


mengingatkan bi Tuti" hati-hati bi..,nanti dimakan maung" bi Tuti latah"eh maung-eh maung,atuh si


Aden mah bikin bibi panik aja,tapi tenang den, ada juga maung nya yang bibi makan" tak ingin kalah


candaan nya,bi Tuti berhasil membuat semua tertawa.,hahah


"Uwiihhh,mengerikan" timpal Dirga pada bi Tuti sembari tak henti-henti tertawa.


Kemudian bi tuti segera pergi dari sana,dengan gaya layaknya hantu,sangat cepat,hal itu makin


menambah kelucuan bagi Jenifer,Dera,dan Dirga.


Bi Tuti telah menyiapkan tempat tidur untuk dera,dan dirga akan tidur di sofa yang tersedia di


kamar itu,mereka pun tidur karena sudah larut malam.


Pagi hari tiba,di kediaman keluarga Nizamvanio,


Devan sedang bersiap pergi ke sekolah,dan izam sedang bersiap untuk kuliah. Devan telah bersiap


lalu turun menuju meja sarapan,ibunya bernama _Maya_ dia sedang menunggu lalu menyambut


anak nya dengan sapaan"pagi Devan,ayo nak sarapan dulu" Devan juga menyapa nya"pagi juga


maah,emm..cio mana mah, belum bangun ya?"


"Cio lagi mandi,dia baru bangun" jawab Maya ,"tuh dia anak nya,sini cio,sarapan yuk" tambah Maya


sembari memanggil cio.


"Eh,si Aa udah bangun,a..a Devan suka loti campul apa,coklat atau setobeli, bial cio yang buatin


buat a..a Devan" tanya cio yang masih cadel karena baru berusia 4 th. "Emm,a..a suka rasa


coklat,emang nya cio bisa bikinin buat aa?" Menjawab kesukaan nya sembari melantunkan


pertanyaan" bisa kok,cio kan udah gede,masa bikin loti campul coklat aja gak bisa" jawab cio


menunjukan kalo dia sudah besar sambil mengeluarkan otot tangan nya meski tidak berisi.


"Yaudah aa mau isi coklat"


Pinta Devan pada cio


"Oteh aa"


Menjawab okeh dengan sangat lucu membuat Devan dan mamah nya tersenyum.


"Nih,udah jadi loti isi coklat nya" roti isi coklat sudah selesai di buat oleh cio"wah kayaknya enak


nih" jawab Devan memuji adiknya "coba aa makan yaa,eum...enak cio ,wah cio hebat ya" tambah


Devan,"pasti lah cio kan udah belajal" ucap cio sangat senang karena berhasil membuat roti selai


coklat.


Devan pun segera izin untuk pergi sekolah,"mah Devan berangkat sekolah dulu ya,


assalamu'alaikum"


Maya membalas" iya, waalaikumsalam,hati-hati ya van" Maya menyuruh nya untuk selalu berhatihati "iya maah" sahut Devan sembari bergegas pergi sekolah.


Begitupun di RS Dirga juga berangkat ke sekolah,dan Jenifer menitipkan surat izin pada Dirga.


"Gaa,Kakak titip surat izin sakit ya,nanti kasih ke Bu sela", titip Jenifer ."oke,bunda,aku berangkat


dulu ya, assalamu'alaikum" jawab Dirga sembari bergegas keluar kamar. "Waalaikumsalam"


Sahut Jenifer dan Dera.


Sesampainya di sekolah Dirga bertemu dengan zeline,di gerbang sekolah,ia pun menghampiri


sakit"ucap Dirga,zeline yang mendengarnya terkejut,karena tiba-tiba mendengar kabar buruk


tentang sahabatnya,ia juga bingung mengapa Jenifer tidak memberitahukan bahwa dia sedang


sakit"loh..,kok bisa? Kenapa Jenifer gak ngasih tau aku,kalo dia sakit!". Kata zeline sambil


memalingkan wajah nya karena melihat Devan tiba-tiba lewat di hadapannya,lalu zeline tak tahan ia


menarik tangan Devan dan berkata"eh anak baru...,lu apain sahabat gw hah,sampe dia sakit dan gak


masuk sekolah,dia kemarin sama elu kan,jawab!"zeline menggertak Devan hingga membuat si


cowok itu termenung dan menjawab dengan dingin"gak tau,tanya aja sama adik nya,gw mau ke


kelas,ganggu aja" sembari terus berjalan menuju kelas.


Di satu sisi zeline terus bertanya kepada Dirga apa yang terjadi,dan Dirga akhirnya menjelaskan


kejadian saat hujan itu.


Devan masih teringat dengan apa yang diucapan cewek itu,di gerbang sekolah tadi,ia juga


mengkhawatirkan keadaan Jenifer,yang demam karena dirinya. Karena Devan masih mengingat


nomer adik nya Jenifer yaitu Dirga dia pun mengirim SMS pada Dirga,dia bertanya di RS mana Jenifer


di rawat,jawab Dirga di RS Fatmawati. Setelah pulang sekolah nanti ia memutuskan untuk pergi


menemui Jenifer dan meminta maaf.


Saat itu Devan sedang mengerjakan tugas yang diberikan Bu sela,tiba-tiba ada cowok berambut


kecoklatan mengagetkan dirinya dari belakang,doorr, Devan yang sedang fokus pun kaget,ia melihat


kebelakang nya dengan tatapan dingin dan ternyata dia adalah Dirga,dia sengaja ingin menemui


Devan karena ia juga ingin meminta maaf soal kemarin malam,"emm kak Devan ya? Em anu...,maaf


ya semalam aku nuduh kak Devan sembarangan,kalo mau kak Devan boleh kok pukul aku" ucap


Dirga karena merasa bersalah sampai rela untuk di pukul,namun Devan malah mengelus kepalanya


dengan senyum manis nya ia menjawab" nggak papa kok,tenang aja,emm gimana kalo pulang


sekolah kita bareng ke RS,soalnya gw mau jenguk Jenifer,boleh gak?" Tanya Devan pada Dirga,ia


menjawab dengan senang hati" siapp,yaudah kak,aku mau balik ke kelas dulu". Dirga melambaikan


tangan nya pada Devan,dan Devan juga membalasnya sembari tersenyum.


Semua cewek sekelas heboh,karena pertama kali melihat cowok yang selalu bawa kulkas ke


sekolah tiba-tiba tersenyum,mereka menjerit"hhuahhh,...oppa tampan bangt,siapin kamera guy,ini


wajib di abadikan,momen langka", Devan yang mendengarnya bergumam" lagi-lagi gw di panggil


oppa,anjirr...emang ya semua cewek tuh pada gak waras,ini pasti gara-gara keseringan nonton


Drakor nih" Devan kembali mengerjakan tugas nya,lalu jam pelajaran sudah selesai bel pulang pun


berbunyi.


Zeline,dia juga buru-buru menuju RS,tak lupa ia membeli buah tangan,dan begitu pula dengan Devan


dan Dirga mereka juga membelikan camilan untuk Jenifer,Devan melihat satu jepitan rambut yang


lucu berbentuk panda,menurutnya jepitan itu akan cocok untuk jenifer lalu ia membelinya.


Sesampainya di RS Dirga masuk duluan ke kamar Jenifer"assalamu'alaikum,eh ada kak zeline,oh iya


kak,ini aku bawa temen Kaka yang mau jenguk katanya"ucap Dirga,Jenifer bingung karena dia cuma


punya satu teman di sekolah itu yaitu hanya zeline,dan tiba-tiba muncul laki-laki dari balik


pintu,Jenifer dan zeline kaget karena yang ingin menjenguk Jenifer tidak salah adalah Devan."


Hah,elu Van" ucap Jenifer.