
“tid” suara klakson motor Devan yang sedang menunggu di Devan rumah Jenifer. Saat Jenifer akan
pergi Dera bertanya kepada Jenifer dia akan pergi dengan siapa apakah dengan laki-laki yang pernah
ia ceritakan jika memang begitu ia ingin menemuinya. Namun Jenifer saat itu mengatakan bahwa
nanti saja dia akan bicara dulu dengan Devan.
Dera pun mengiyakan, lalu Jenifer segera berpamitan dan tiba-tiba Dirga mengejek nya “ciee, eum
pas di rumah sakit siapa ya yang bilang kalo gak mungkin pacaran?” sindir nya.
Jenifer hanya cengengesan dan kembali mengejek Dirga “lah terus pas ditanya cewek yang namanya
Bella terus dianya malah ke toilet itu siapa ya?”. Dera tertawa gemas melihat mereka berdua yang
selalu ribut dalam pembicaraan, lalu berusaha menghentikan perdebatan konyol mereka “udahudah, nifer cepet nanti cowok nya ngambek loh” kata Dera sembari menyuruh Jenifer untuk segera
menemui Devan.
“Ehehe, yaudah bunda, nifer pergi dulu ya assalamualaikum” Jenifer berpamitan. “waalaikumsalam”
sahut Dera dan Dirga.
“Oh iya Dirga, emangnya siapa Bella,pacar kamu?” tiba-tiba Dera melayangkan pertanyaan yang
membuat Dirga terbata-bata bicara “e..e Cuma temen kok bunda” jawab Dirga dengan gugup.
Namun Dera mengejek nya sembari pergi menuju kamar nya “ciee, hati-hati ah nanti di ambil orang
kalo gak di emban duluan”. Dirga merengek seperti anak kecil “ah...bunda”. Dera hanya tertawa
sambil terus mengejek hati-hati ucap nya.
Dan Jenifer saat itu sudah berboncengan dengan Devan walau masih kaku untuk berpacaran tapi
mereka berusaha untuk lebih mendekatkan pembicaraan “eum..Van pas kamu kecil dulu,pernah
naik apa kalo ada pm?” Jenifer bertanya kepada Devan “oh, aku nggak naik apa-apa soalnya kalo
misalnya aku naik roller coaster mual aku” Devan menjawab pertanyaan Jenifer. Lalu Devan juga
bertanya apakah Jenifer pernah naik roller coaster, “kalo kamu,pernah naik roller coaster?”.
“Aku juga belum,Cuma liat bentukannya aja udah mual apalagi naik” ucap jenifer.
Devan dan Jenifer tertawa bersama karena belum pernah naik roller coaster, akhirnya mereka
sampai di Pameran itu, Jenifer mengajak Devan membeli permen gula “ayo Van aku mau beli
permen gula itu” ajak Jenifer pada Devan.
Devan hanya mengikuti keinginan Jenifer karena dia sangat menyayanginya, “coba deh Van ini enak
loh manis, nih biar aku suapi aa..” Jenifer memberi nya suapan permen gula, Devan tersipu malu
“wah ternyata kamu bisa romantis juga ya” ucap Devan, Jenifer tersenyum tipis sambil terus
memakan permen gula nya.
Devan kamu lagi apa di pm?” Eca bertanya kepada Devan dan menghiraukan keberadaan jenifer.
Devan menjawab nya “oh gw lagi jalan-jalan sama cewek gw” ucap Devan, dan Jenifer yang
mendengar jawaban Devan sangat dingin terhadap Eca dia memeluk Devan sambil menyuapi nya
permen gula “eum makasih sayang” ucap jenifer.
“Eu...yaudah Van aku duluan ya, daah” Eca pergi karena dia kesal dengan hubungan mereka berdua.
Sedangkan Jenifer yang tengah asik memeluk Devan sambil makan. Membuat Devan diam tak bisa
berkata-kata “ya Allah kuatkan hamba mu ini” gumam Devan dalam hati. Diiringi dengan Jenifer
yang bertanya apakah Devan suka di peluk oleh nya “van apa kamu gak suka ya di peluk sama aku,kok diem aja dan gak mau natap aku?” Jenifer bertanya sambil menatap Devan yang terus
tengadah ke atas langit, Devan pun menjawab bahwa dia sedikit malu “a..aku Cuma masih gugup aja
kalo sama kamu,dan takut kebablasan soalnya kamu cantik banget” jawab Devan sembari menggoda
nya.
Jenifer mencubit pipi Devan karena terlihat lucu lalu menertawai Devan “ehe, pipi kamu lucu Van
warnanya merah bikin aku pengen nyubit” ucap Jenifer. Devan tersenyum lalu menggelitiki Jenifer
dan mereka adalah pasangan yang paling heboh saat itu.
Setelah selesai mereka berdua pulang, saat sampai di rumah Jenifer, Jenifer seakan tak rela Devan
pergi.
Sebelum masuk pagar rumah nya Jenifer meminta Devan untuk turun dari motor nya dan meminta
Devan untuk mengelus kepalanya dan berjanji “van kesini dulu aku mau ngomong, eum aku mau
kamu elus rambut aku terus janji gak akan ninggalin aku” Jenifer meminta Devan untuk berjanji
selalu bersama dengan nya, bukannya mengelus rambut Jenifer Devan malah memeluk nya erat, lalu
ia berjanji “aku janji akan terus mencintai bidadari ini” ucap Devan “yaudah gih sana masuk mimpi
indah ya, I Lov you” tambah Devan sambil mengucapkan kata yang membuat Jenifer salting hampir
lupa menutup gerbang rumah nya. “Daah” ucap Devan.
Jenifer pun masuk ke rumah nya dan disambut oleh Dirga yang kembali mengejek nya “cie yang
senyum-senyum sendiri, kesambet ya?” ucap Dirga. “Dih apa sih awas ah, aku ngantuk mau tidur dan
mimpi indah” kata Jenifer tak memperdulikan ejekan Dirga.
✨Kata mutiara✨
Janganlah kamu suka menunda-nunda sesuatu, jika hal yang kamu tunda itu memang penting
kejarlah sebelum ada orang lain yang menggantikannya.