
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"i-iya aku gapapa kok"nadia langsung bangun dari jatuhnya
lalu arthur liat" benda jadul yang berada di sana
"wah bagus banget nih kak"ucapan rafa yang seolah olah gembira ketika melihat harta karun yang tergeletak di ats meja jadul tersebut
"wihh, AGUSS!! AGUSS!! SINI DEHH"teriakan yang berasal dari arthur yang memanggil nama agus
lalu agus menjawab nya dan turun kebawah menghampiri arthur dll "wihh apa nih?"ucapan dari agus yang telah sampe di hadapan harta karun itu
disisi lain....
nadia sedang meraba" sebuah patung yang di tutupi oleh kain yang berwarna putih "apa ini haduhh ak ga bisa liat jelas" nadia terus meraba patung yang ketutup kain putih tersebut sampe ke bawah
lalu agus tersadar bahwa nadia tidak ada di samping nya terus agus melihat ke arah belakang ternyata nadia sedang kepoi patung nya "eh nad ngapain kamu disitu"agus menghampiri nya
"wahh kalian lgi ngapain?" kata arthur dan menghampiri patung itu tanpa aba-aba arthur membuka kain putih nya
"a-a-apa ini thur? ini patung apa? kok kyk gada kepala nya" suara gugup nadia ketika memegang bagian leher nya
"hem mungkin ini patung buatan belanda nadia positive thingking aja hahaha"ucapan arthur yang tertawa tanpa ada rasa takut
"ah yaudah kalo gitu ayo pulang"ucap agus
"ayo tapi bantuin gue bwa harta karun nya ya" arthur pun mengangkat harta karun itu yang tidak tau apa isinya arthur dan agus pun menaiki nya ke tangga pelan
"ayo kak"ucap rafa yang semberi megang tangan nadia lalu di bantu olwh agus untuk menaiki tangga nya
...setelah di atas dan keluar dari rumah itu mereka pun pergi masuk ke rumah yang mereka tinggali...
"pah liat deh arthur bawa apa"arthur keliatan nya sedang membawa sesuatu lalu arthur simpen di lantai
"wahh apa ini bagus banget ehh ada poster tentara belanda sm warga nya" arthur yang masih polos yang tidak mengetahui bahwa itu poster . . .
"kak ini ada kaset jaman dlu coba puter kak" ucap rafa yang terlihat sangat bangga ketika melihat itu
"oke bentar" arthur memasang kaset nya di suatu benda jadul nya juga
"lagu nya enakk ya" ucap arthur lalu mengajak mamah nya untuk berdansa
"ah ayo" berdansa sama" ucap sang ibu dari arthur
nadia hanya dapat tersenyum mendengar nya
mereka berdansa bersama tapi di sisi lain agus sedang mengobati nadia yang luka tadi
"a-aww-aw sakit gus pelan" rengekan dari nadia karna kesakitan
agus sangat serius mengobati nadia karna takut nadia kesakitan
... lalu rina datang untuk membawakan alcohol yaitu obat anti perih
"nih biar ga sakit" ucapan sinis dari rina yang sesambil naro dengan kasar obat itu
"eh makasih rin"lalu nadia pun memakai kan obat itu ke luka yang ada di tangan nya
asik" mereka berdansa tak lama kemudian hujan kembali deras dan tiba-tiba saja lampu semua mati tidak ada yang bercehaya disama kecuali lilin
"haduh ini nenek gelap banget" lalu nenek mengambil lilin yang ada di meja dengan raba"isi meja tersebut
"ehh kok tiba" gelap ya"ucap dari nadia
lanjut part 4