
sejak kedatanganku kemari, aku selalu meneliti tubuh buatan untuk miu agar dapat bertahan didunia yang berada diluar tempat tinggal roh. ketika ada sedikit kesalahan saja aku harus mendengar ceramahnya yang panjang lebar, karena itu aku sering sekali kabur saat sedang meneliti. Dia juga menberiku informasi yang dia belum jelaskan karena saat mengirim pesan pikiran ke seseorang itu ada batas waktunya. dan Aku selalu membaca buku yang ada ditempat tinggal miu, yang menyebabkan aku mendapatkan skil "knowledge" skil itu berfungsi menyimpan pengetahuan ku yang bisa kugunakan kapan saja dan dimanapun. Aku juga terus melatih fisiku yang lemah menjadi kuat karena aku tau bahwa aku tidak bisa naik ke level yang lebih tinggi.
Saat ini aku sedang bersiap siap untuk memulai petualangan ku lagi, aku juga diberi peralatan yang lebih bagus dari yang kupakai dan juga persedian makanan. Selesai memasukan peralatanku kedalam tas, aku melihat miu yang memasuki tubuh buatanya yang terlihat menakjubkan.
"soul transfer..." teriak miu yang perlahan terisap kedalam tubuh buatannya setelah mengatakan itu.
Setelah dirinya sepenuhnya terisap miu mulai perlahan membuka matanya yang sudah berada didalam tubuh buatan.
"apa aku berhasil" ucap miu sambil perlahan lahan bangun dari posisi terbaring.
"ya, kau berhasil miu" ucap kaito dengan senang.
Aku dan miu mulai berjalan ke taman yang ada dirumah miu karena alat teleportnya berada disana. Kami mulai berjalan perlahan kedalam lingkaran sihir dengan pola yang sama saat aku datang ketempat ini.
semakin dekat.....
semakin dekat....
Dan boom
Aku dan miu sudah berada ditempat reruntuhan yang kutemui.
"uhh, aku kira aku akan pingsan lagi" ucap kaito dengan lega.
"kita berhasil kaito" ucap miu dengan senang.
sebelumnya miu sudah merencanakan akan kedesa yang berada dihutan terlarang tapi aku mengusulkan kembali kenegara yang aku masuki, dan miu menjelaskan kenapa tidak ke negara itu miu tidak kesana karena ada sihir ilusi tingkat tinggi yang tidak akan membuat kita kenegara itu tapi malah jadi kesasar dihutan itu.
"miu sebelumnya aku tidak tanya, apa benar ada desa dihutan yang mencekam ini" ucap kaito dengan sedikit ketakutan.
"tenang saja kaito aku sudah menjamin hal ini" ucap miu dengan tenang
dengan tenang akupun mulai berjalan, tapi aku sudah menduga akan terjadi sesuatu yang sama yaitu adalah monster yang terus menghalangi jalanku hingga malam hari. Setelah cukup aman akupun beristirahat ditenda, aku menyuruh miu untuk tidur duluan dan biar aku saja yang berjaga agar tidak ada monster yang mendekat.
"uakh" suara menguap kaito.
"baru kali ini aku merasa bosen bergadang" ucap kaito mengeluh sambil memainkan ranting pohon.
kaito terus menunggu miu terbangun untuk mengantikan kaito yang sedang berjaga. Karena sudah lama menunggu kaito pun membangunkan miu dan menyuruh untuk berjaga.
"miu, tolong gantikan aku berjaga" ucap kaito sambil menahan rasa ngantuknya
"baik.." ucap miu yang lesu karena baru terbangun dari tidur.
setelah mengatakan itu kaito pun tertidur dengan sangat lelap.
...Keesokan harinya...
"kaito bangun, bangun kaito" ucap miu sambil mencoba membangunkan kaito.
mendengar suara itu kaitopun terbangun dari tidurnya.
"wuahhh" suara menguap kaito
"eehhh!... aku bangun kesiangan!" ucap kaito dengan kaget.
"miuuu!!" teriak kaito sambil melihat sekitar.
"ya, aku disini kaito" balas miu seperti abis mernetawakan sesuatu.
"kenapa kau ini, miu" ucap kaito dengan penasaran.
"tidak ada apa apa kok" balas miu dengan nada yang sama.
Selesai itu kami memakan makanan yang dibuat oleh miu. Saat selesai makan kami pun berberes dan melanjutkan perjalanan kedesa itu, dan tentu saja ada banyak monster yang mengganggu perjalanan kami
"aku sudah muak dengan monster monster itu" ucap kaito dengan kesal.
"tenang saja sebentar lagi sampe kok" ucap miu sambil menenangkan kaito.
"eh, sebentar lagi sampe apa itu benar" ucap kaito menghadap kearah miu Dengan kaget.
"ya tentu saja sebentar lagi sampe" balas miu sambil mengarah ke kaito
"kapan!?... Kapan Sampenya?" ucap kaito dengan gembira.
"mungkin malam hari" ucap miu dengan sambil melihat langit.
Kaito yang awalnya kesal kembali bersemangat lagi.
...Beberapa jam kemudian...
"lama se-ka-li" keluhan kaito tidak sabar ke desa itu
"sebentar lagi sampe kok" ucap miu untuk membuat kaito bersemangat lagi
kaito terus mengeluh diperjalanannya karena dia ingin cepat cepat bersantai. Matahari sudah mulai terbenam tapi mereka masih belom sampe ketujuannya.
"lama ba-ng-et" ucap kaito dengan sangat bosan
"sebentar lagi kok" ucap miu dengan gembira
"desa, akhirnya sampe juga" ucap kaito dengan senang
Setelah berjalan kedesa itu lebih dalam lagi ternyata desa itu seperti tidak dihuni.
"ini harus ini tempat yang ramai meskipun berada di hutan seperti ini" ucap miu keheranan.
"huhh" suara menghela napas
"sepertinya aku tidak bisa bersantai" ucap kaito dengan lesu
Mereka pun terus berjalan. tapi kaito menyadari kehadiran seseorang yang terus mengikutinya, mengetahui itu kaito menyuruh miu memegang tasnya, dan kaito berjalan kearah belakang karena tau dia sedang diikuti.
Kaito semakain mendekat....
Semakin mendekat....
Dan ada seseorang yang ingin menusuk kaito, dengan cepat kaito menjatuhkan orang itu dan mengunci pergerakanya. Miu Melihat kaito yang sedang mengunci pergerakan seseorang dan menghampirinnya.
"siapa kau" ucap kaito sambil menahan pergerakan orang itu karena dia memberontak.
"lepaskan aku dasar monster" ucap orang itu mencoba memberontak.
"monster.... Siapa yang kau maksud?, pembunuh!" ucap kaito dengan kesal dan menguatkan cemkramannya.
"S-s-sakit.... Sakit..... Sakit.... Siapa lagi kalau bukan kau, monster!" ucap orang tersebut sambil menahan rasa sakit dari cemkraman kaito.
"hah.... Aku cuman ingin menjadi pengunjung bukan menjadi monster" ucap kaito kesal dan menguatkan cemkramannya
"S-s-sakit.... Sakit.... Sakit... jadi kau bukanlah monster itu, dan juga aku bukan pembunuh" ucap orang tersebut menahan rasa sakit yang ditimbulkan oleh kaito.
"baiklah jika kau bukan pembunuh atau apapun itu, tapi... Jika kau melawan kau akan tau akibatnya" ucap kaito sambil memperlihatkan pedangnya
Kaito pun melepaskan cemkramannya dan orang itu mencoba berdiri, tapi dia tidak bisa berdiri karena saat ingin menjatuhkannya kaito menendang kakinya dengan sangat keras.
"kaito apa kau baik baik saja" ucap miu khawatir dengan kaito.
"ya aku tidak apa apa" balas kaito sambil melihat orang itu yang berusaha bangun.
"oh, baiklah" ucap miu mendekat keorang tersebut dan merapalkan sihir penyembuhan ke orang tersebut.
"sihir elemen cahaya, ultra heal" ucap miu keorang tersebut.
"sudah kuduga miu pasti dapat menggunakan sihir penyembuhan karena dia memiliki sihir cahaya tingkat tinggi yang memungkinkan untuk menyembuhkan orang tersebut" ucap kaito dipikirannya.
Orang itupun bisa berdiri dan mulai menjelaskan kepada kaito. Dia bilang desa ini bukanlah sepi atau tidak berpenghuni karena desa ini aslinya sangat ramai meskipun ditengah hutan, tapi desa ini memiliki musuh yang sangat sulit dikalahkan bahkan dia sudah membunuh banyak sekali manusia. Dan monster itu selalu meneror desa ini setiap malamnya menyebabkan orang orang ketakutan dan tidak mau keluar dari rumahnya, didesa ini pernah diusulkan pergi dari hutan ini tapi hanya ada beberapa orang yang ingin pergi dari hutan ini. juga monster ini tidak ada yang tau wujud aslinya, karena monster itu dapat meniru sesuatu yang dia anggap kuat, saat meniru sesuatu kekuatannya akan sama dengan apa yang dia tiru dan dia dapat mengubah dirinya dengan cepat. tapi banyak warga desa yang beranggapan itu adalah iblis tapi kepastian belum ada yang tau.
"dan aku disini sebagai pengawas untuk memastikan tidak ada yang keluar sebelum matahari terbenam, dan aku juga mengawasi para monster yang ingin kedesa ini" ucap orang tersebut untuk menyakinkan kaito bahwa dia bukan musuh.
"baiklah... sekarang aku paham apa yang terjadi" ucap kaito mengerti apa yang terjadi.
"ya seperti itulah masalahnya" balas orang tersebut ke kaito dengan percaya bahwa kaito akan membantu desa ini.
"Aku punya sebuah pertanyaan... Bagaimana warga desa mendapatkan makanan kalau tidak ada yang mau keluar mencari makanan" ucap kaito penasaran
"sebenarnya ada beberapa orang yang keluar mencari makanan" balas orang tersebut ke kaito
"dan disini itu terlalu dingin, jadi akan kuhantarkan kalian ke penginapan disini" ucap orang tersebut ke kaito dan miu.
Orang tersebut pun mengantarkan kaito ke dan miu penginapan. Sesampainya, orang yang ada dipenginapan itu merasa senang karena pengawas desa mereka itu kembali dengan selamat. Tiba tiba ada seseorang yang menghampiri pengawas tersebut dan menanyakan orang yang dibawa pengawas itu.
"kurt, siapa orang yang kau bawa itu?" ucap orang yang menghampiri pengawas tersebut dengan penasaran.
dan ternyata pengawas tersebut bernama kurt.
"oh, mereka berdua adalah pengunjung desa ini" balas kurt ke orang tersebut.
Tiba² suasana di penginapan itupun menjadi ramai karena mereka kedatangan tamu pertama mereka sejak desa ini ramai pengunjung.
"oh, ya aku belum menanyakan nama kalian" ucap kurt ke kaito dan miu dengan penasaran.
"namaku adalah kaito dan yang disampingku bernama miu" balas kaito keorang tersebut seolah olah dia percaya dengan orang tersebut
"baiklah aku akan menghantarkan kalian kekamar masing masing" ucap kurt sambil mengarah ke kaito
orang tersebut menuju ke orang yang memiliki penginapan tersebut, dan memesan 2 kamar. Sesampainya dikamar kaito melihat keluar jendela dan melihat bulan yang berwarna merah.
"bulan yang aneh... Tapi sepertinya besok aku tidak bisa bersantai lagi" ucap kaito seolah sudah tau apa yanh dia harus lakukan besok.
Kaito pun berbaring dikasurnya.... dan tertidur.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Apa yang harus kaito lakukan besok? Untuk mengetahui ikuti terus novel ini ya