I Was A Villain In My Previous Life, So In This Life I Want To Live A Peaceful Life

I Was A Villain In My Previous Life, So In This Life I Want To Live A Peaceful Life
bab 12 : pedang di dungeon



'hm, dungeon wagramor ya, di kehidupanku sebelum masuk ke dunia novel ini, aku tidak memiliki info apapun mengenai dungeon ini, tapi setelah masuk ke dunia ini tepatnya 4 tahun dari sekarang, di lantai pertama dungeon itu terdapat suatu ruang rahasia yang menyembunyikan harta yang sangat berharga, salah satunya adalah pedang buatan seorang pembuat pedang terkenal,' pikir lucas yang ingat dengan lelang yang diadakan khusus untuk pembelian pedang itu, dan tidak hanya petualang terkenal tapi beberapa orang penting dari beberapa kerajaan pergi hanya untuk melihat pedang itu karena itu adalah pedang buatannya, ketika itu, pedang itu terjual dengan harga yang paling tinggi dalam sejarah pelelangan.


'lagipula pedang itu merupakan pedang yang dibuat oleh pembuat pedang yang sangat hebat, semua pedang ciptaannya sendiri memiliki legenda yang hebat, salah satunya adalah pedang creasegrade milik kerajaan walinburg, dengan menggunakan pedang itu saja, maka pemiliknya akan memiliki kekuatan berkali-kali lebih dari biasanya,' pikir lucas yang ingat dengan kemampuan dari pemilik pedang itu.


'aku harus mendapatkan pedang itu karena itu akan membantuku untuk bencana di masa depan, lagipula itu lebih baik daripada dipajang di balik kaca,' pikir lucas yang ingat dengan jelas siapa pemenang dari lelang itu, karena ketika itu dia menjadi wakil dari keluarga wilson yang hadir untuk melihat jalannya lelang.


lalu setelah beberapa jam setelah lucas dan yang lain berjalan, mereka akhirnya sampai di depan pintu masuk dungeo tersebut.


'ini pertama kali aku melihatnya, ini benar-benar besar,' pikir lucas yang merasa jika misi ini akan sangat sulit karena meskipun dia memiliki info mengenai senjata tersebut, tapi dia sama sekali tidak memiliki informasi apapun mengenai letak dimana ruangan rahasia itu berada.


'sepertinya aku cuma bisa mengandalkan ini,' pikir lucas yang melihat ke arah gelangnya dan berharap dengan aprasial dari gelang di tangannya, dia bisa memiliki kesempatan untik menemukan pedang yang dia cari.


"baiklah, mungkin adalah pengalaman baru untukmu lucas, karena itu kami tidak memiliki harapan yang banyak untukmu, tapi kami berharap jika kau tidak menjadi beban untuk kami, dan selalu siap jika ada semacam kejadian tidak terduga yang terjadi," katanya kepada lucas.


"ya, aku mengerti kak blake," kata lucas yang mengerti, lagipula meskipun kata-katanya sedikit kasar tapi yang dia katakan itu memang benar, jika dia tidak pernah menjelajahi dungeon, jadi wajar jika rekan-rekannya meragukan kemampuan lucas, karena dungeon biasanya selalu terjadi sesuatu hal yang aneh.


"bagus, kalau begitu ayo masuk," katanya yang memimpin ke depan lalu dilanjutkan dengan wanita tadi, dan lalu lucas.


'clone magic' kata lucas yang membuat klon yang ketika itu dia suruh untuk memeriksa lantai pertama untuk sebuah jalan rahasia.


'dan sekarang aku harus menyelesaikan misi ini,' pikir lucas yang mulai mengangkat pedangnya dan menyerang oara monster di dungeon tersebut.


Sedangkan di sisi klon, saat ini dia sedang melihat setiap bagian sudut dari dungeon lantai pertama, sambil menghindari pertarungan dengan monster.


'aku harus menghemat sihirku sebanyak mungkin,' pikir lucas yang lalu kembali melihat setiap sisi dari dungeon tersebut yang memiliki luas mungkin sama luasnya dengan kerajaan ledalia.


'ini mungkin akan memakan waktu selamanya,' pikir lucas yang ketika itu telah mencari selama berjam-jam sampai ketika itu dia melihat sebuah dinding gua yang besar yang ketika itu menarik perhatiannya.


'apa mungkin ini,' pikir lucas yang ketika itu menggunakan apprasial dan melihat jika dinding gua yang besar itu dilapisi oleh sihir ilusi dan terdapat sebuah jalan besar yang berada beberapa meter di atas tanah.


"aku menemukannya," kata klon lucas yang ketika itu melompat menuju lubang besar yang ada di dinding itu, dan terus berjalan lurus dimana ketika itu dia melihat suatu cahaya berkilauan dan dia terus berjalan sampai dia melihat sebuah tumpukan emas yang sangat banyak.


'ini bahkan lebih banyak dari seluruh kekayaan keluarga wilson,' pikir klon lucas yang ketika itu sempat terkejut dengan jumlah emas yang dia temukan, lalu sedikit demi sedikit memasukkan emas yang dia pegang ke ruang spasialnya.


'kalau begitu ayo kita lihat deskripsinya,' pikir klon lucas yang menggunakan gelang apprasialnya dan melihat deskripsi dari senjata panjang tipis satu sisi yang dia pegang.


[ pedang yang belum sempurna ]


[ senjata terbaik buatan penempa terbaik pada zamannya, dibuat dengan jiwa dan raga dari penempa tersebut selama berhari-hari sebelum akhir hayatnya, merupakan maha karya terbaik sepanjang masa,]


[ senjata ini masih belum sepenuhnya sempurna, carilah materi dan penempa yang cukup terampil untuk dapat menyelesaikan senjata ini. ]


[ tahap penyelesaian pedang 90% ]


'apa ini, senjata ini masih belum pulih, apalagi aku harus mencari materi untuk memulihkannya,' pikir lucas yang frustasi karena sepertinya ini tidak akan semudah yang dia kira.


'tidak, mendapatkan senjata ini saja sudah membantuku, aku hanya tinggal mencari materi yang dibutuhkan dan pergi ke tempat itu untuk menyelesaikan pedang ini,' pikir lucas yang lalu memasukkan pedang itu di dimensi spasialnya, dan memgambil sisa emas yang ada di tempat itu sebelum menonaktifkan dirinya dan ingatan yang dia kembali ke lucas yang asli.


'jadi begitu, terima kasih untuk kerja kerasnya, sisanya biar aku yang selesaikan,' pikur lucas yang ketika itu baru saja membunuh monster di lantai pertama dan bersiap untuk pergi ke lantai kedua, dimana mereka akn mencari batu sihir untuk menyelesaikan misi mereka.


'memang benar jika aku tidak pernah mendengar mengenai kemampuan dari senjata itu, tapi untuk berpikir jika senjata itu masih belum sepenuhnya selesai, apa itu berarti jika di kehidupanku yang dulu, senjata itu berhasil diselesaikan,' pikir lucas yang mengikuti 2 orang petualang di depannya, dimana ketika itu mereka menemukan beberapa batu sihir yang menjadi alasan kenapa mereka kemari.


"bagus, kita sudah dapat 4, 6 lagi terus kita bisa kembali," jelas blake kepada yang lain.


"baiklah," kata lucas yang ketika itu mendengar suara monster yang ketika itu berniat untuk menyerang mereka, tapi sebelum sempat mencapai mereka, lucas segera maju dan menyerang mereka dengan pedangnya.


"mengesankan, kau seperti yang dikatakan oleh david, mungkin lebih baik dari kebanyakan petualang rank B, bagaimana bisa itu, ?" tanya wanita yang disamping blake.


"ya, ini mungkin cuma kebetulan kak valentina, lagipula saya mungkin cuma beruntung," jelas lucas kepadanya, memang benar jika lucas memang masih baru dalam hal petualangan, tapi di kehidupannya yang sebelumnya, setiap harinya dia selalu dilibatkan dalam pertarungan sehingga tubuhnya secara otomasis bergerak jika saja ada bahaya yang mengancam.


"aku rasa itu tidak benar, gerakan yang kau lakukan tadi tidak terlihat seperti gerakan amatir, apa kau pernah melakukan ekplorasi dungeon sebelumnya, ?" tanya blake kepada lucas yang ketika itu hanya menggelengkan kepalanya.


"ya, sebelumnya ketika di rumah lamaku aku mendapatkan pelatihan yang cukup keras dari ayah dan saudaraku, sehingga terkadang tubuhku nergerak-bergerak secara tiba-tiba karena insting," jelas lucas kepada blake dan valentina yang sepertinya menerima jawaban lucas dan melanjutkan pencarian batu sihir untuk menyelesaikan misi mereka