I Miss You Renata

I Miss You Renata
Sedikit flashback #Renata



" ci ini bumbu rujak buatan siapa?!" Tanya Malik sambil mengangkat wadah bekas bumbu rujak yang sudah habis tak tersisa


" ya buatan Cici lah, mantep kan? Kan kan?? " jawab Cici sambil mengedip kan kedua bola mata nya


" alah, nggak percaya eykeu cyin palingan juga ini buatan mak lo kan?!"


" yaudah,kalo nggak percaya ngapain nanya..!!" jawab Cici santai


" eh cyiin, udah jam satu siang nih, kita balik yuk, masa mau disini terus sih ahh ... banyak nyamuk ni cyiin, aduuuuh... liat nih, kulit eykeu sampe merah merah begini, aduuuuuhh... "


" apa sih Malika heboh bener "


" lo liat dong Astutii.. kulit gue udah pada bentol bentol gini di gigitin nyamuk dari tadi, hayu dong cyiin kita balik aja yuk ah " ucap Malik sambil tangan nya sibuk menepuk beberapa nyamuk yang ketahuan sedang hinggap di atas kulit nya ' sialan dasar nyamuk kurang ajar..!" Ucap pria kemayu itu sambil terus menggerutu.


Renata hanya diam memperhatikan, ia kemudian beranjak dari duduk nya, sebelum mereka memutuskan pulang, ia terlebih dahulu mengganti rok nya dengan celana milik Cici.


---


Setelah mengantar kedua sahabat nya terlebih dahulu, Renata kemudian mengistirahat kan tubuh nya di atas kasur, nenek dan kakek nya sedang pergi ke puskesmas di desa mereka, ini memang sudah menjadi rutinitas kedua lansia itu, selalu menyempatkan membuat jadwal dengan dokter yang bertugas disana, guna mengecek kesehatan yang selalu mereka lakukan secara rutin setiap bulan.


Usai ber istirahat sebentar, Renata memutuskan untuk keluar kamar, menikmati waktu santai nya menonton acara tv sambil rebahan.


" neng, udah makan siang belum?!" Tanya bi Wati, se orang tetangga mereka yang bekerja dari pagi hingga sore di rumah sang nenek, sekedar untuk bantu bantu cuci gosok dan beres beres rumah. Maklum, keadaan sosial dan ekonomi kakek dan nenek Renata di desa ini cukup bisa di bilang berada di taraf menengah ke atas. sebab, sebelum kakek dan nenek nya memutuskan untuk menetap di desa sini, mereka sudah lebih dulu menginvestasikan uang mereka di beberapa bangunan berupa kontrakan, pesawahan dan juga perkebunan, namun meski begitu mereka lebih suka hidup dengan sederhana, berbaur dengan warga sekitar yang penuh dengan keramah tamahan.


" gak perlu disiapin bi, nanti kalau laper Rena ambil sendiri ko "


" ya sudah kalau begitu, bibi kebelakang lagi ya neng "


" iya bi, monggo " ucap Rena tersenyum ke arah wanita yang mungkin se umuran dengan ibu nya itu. sementara bi Wati membalas senyuman dari cucu majikakan nya itu sambil menggelengkan kepala nya pelan kemudian kembali ke belakang.


Meski sifat Renata terkesan agak sedikit bar bar dan semaunya, namun ia tak pernah lupa akan sopan santun dan rasa hormat untuk orang yang lebih tua darinya, itulah kenapa sang kakek masih membiarkan cucu perempuan nya itu bertingkah semaunya, sebab ia tau, senakal nakal nya Renata, ia masih tau adab dan tatakrama. Baginya itu hanya kenakalan kenakalan masa remaja yang masih bisa di terima, asal jangan sampai merugikan dan mencelakai orang lain.


" Assalamu'alaikum, "


ucap seseorang dari luar, sambil membuka knop pintu dan terdengar derap langkah masuk kedalam rumah. Renata masih anteng dengan tontonan acara tv nya, meski tanpa menoleh pun ia sudah tau kalau itu adalah suara nenek dan kakek nya


" hey, ko' diem, kalau ada orang salam ya di jawab dong Neng " ucap si nenek sambil mendudukan bokong nya di atas kursi tepat di samping renata yang masih asik rebahan.


" udah Rena jawab ko nek "


" masa? Kok nenek gak denger "


" ah kamu, pinter aja ngeles nya "


" oh ya, gimana sama basil check up nya nek? "


" alhamdulillah, semuanya masih baik. Cuma kakek tuh, kena diabetes udah di bilangin jangan terlalu kebanyakan makan yang manis manis tapi masih aja suka ngeyel kalau dibilangin "


" tuh kek dengerin, jangan kebanyakan makan yang manis manis katanya " ucap Renata menasihati


" yah.. mau gimana lagi, sekalipun gak banyak makan yang manis manis, kalau tiap hari liat nya wajah nenek mu, gimana kakek gak diabet coba "


" inget umur heyy.. inget umur " ucap si nenek sambil menoel lengan si kakek yang duduk di kursi sebelah.


" gombalan mu kek kek, garing banget " ucap Renata sambil berlalu masuk ke dalam kamar nya.


" yah, baru denger satu gombalan dia udah kabur " ucap si kakek menatap kepergian Renata cucu perempuan nya itu


" Renata juga males denger gombalan mu yang tak bermutu itu kek.. kek... " ucap si nenek yang beranjak masuk kedalam kamar nya juga.


" loh, ko pada kabur? Nek.. woy, jangan tinggalin kakek dong .!!" Ucap si kakek kemudian ikut menyusul istrinya masuk kedalam kamar.


sementara didalam sana, Renata sedang sibuk berkirim pesan dengan para sahabat nya, siapa lagi kalau bukan Malika dan Cici, bahkan mereka punya grup chat yang mereka namai tim huru hara entah apa makna nya, tapi yang pasti, setiap kali ngobrol, pembahasan mereka selalu saja unfaedah, tentang rencana bolos sekolah, nyolong mangga tetangga, main di kali, mancing ikan, main layangan dan tentu saja masih banyak rencana rencana yang sering kali mereka diskusikan disana. Entahlah, tapi satu yang pasti mereka adalah anak anak remaja yang sifat nya masih kaya bocah.


Disaat teman teman se usia mereka sibuk dengan cinta monyet, cinta anak remaja, cinta sesaat, cinta buta, dan cinta cinta lain nya, mereka justru masih asik dengan dunia mereka sendiri.


Namun lain hal nya dengan Renata, sebenarnya gadis itu pernah juga beberapa kali menjalin hubungan dengan remaja teman sekelasnya. terakhir, dulu sewaktu ia masih tinggal di jakarta, tepat nya saat kelas tiga sekolah menengah pertama, setahun ter akhir sebelum dirinya memutuskan untuk tinggal di desa.


Se orang anak remaja laki laki tampan bernama Arjuna Hadiatama mengahampiri Renata saat jam istirahat, satu bulan sebelum perpisahan sekolah menengah pertama kala itu. Pria yang Rena kenal pendiam namun memiliki banyak fans wanita di sekolah. Bagaimana tidak, di se antero sekolah pria itu terkenal tampan dan tak banyak tingkah, namun mampu menjabat sebagai ketua osis dan memiliki segudang prestasi.


Kala itu, ia datang dengan setangkai mawar merah ditangan nya, juga sebuah kado kecil ber isi jam tangan warna hitam, persis warna kesukaan renata, dan jam tangan adalah salah satu aksesoris favorit nya.


Juna mecekal lengan gadis itu tepat setelah jam pelajaran habis dan keadaan sekolah sudah sangat sepi, ia mengutarakan rasa suka nya terhadap Rena dengan sungguh sungguh. entahlah, yang pasti kejadian itu sepertinya memberikan kesan mendalam untuk gadis itu sampai sampai ia mengingat nya hingga saat ini.


dua tahun lebih lama nya, hingga saat ini mereka tak pernah berkomunikasi kembali.


se ingat Rena, belum pernah ada kata putus di antara mereka,Ter akhir setelah acara perpisahan sekolah, Juna menyuruh gadis itu agar menunggunya, karna ia dan keluarga nya akan pindah ke Amerika, sementara setelah ia lulus sekolah, dan menyelesaikan pendidikan nya disana nanti, ia akan kembali ke tanah air. Namun, Renata kala itu hanya diam, jujur dirinya merasa terkejut dengan apa yang kekasih nya itu katakan, tapi disisi lain, Renata faham betul, usia mereka saat itu masih kecil, baru menginjak remaja dan masih memiliki banyak waktu dan perjalanan, cita cita mereka masih jauh, tak sepatut nya mereka egois dan lebih mementingkan ego sesaat ketimbang masa depan. Hingga akhir nya, mau tak mau, jarak memisahkan cinta kedua anak remaja yang baru saja memupuk cinta mereka.


Tak terasa memang, tapi percayalah, kata kata waktu dapat mengubah segala nya itu benar adanya. Buktinya setelah kejadian itu, Rena berusaha membangkitkan kembali gairah nya dengan menjadi Renata yang sekarang, bersifat semaunya dan tak ingin di kekang oleh siapapun, ia mengganti nomor ponsel pribadinya agar tak larut dalam kesedihan dan fokus dengan kehidupan nya kedepan, hingga ia memilih untuk menetap di desa bersama nenek dan kakek nya, lambat laun gadis itu pun melupakan segalanya, memulai kembali semuanya dari awal, hidup bersama kedua sahabat yang menurut nya aneh tapi nyata.


Renata adalah gadis cantik bermata sipit berkulit putih bersih berambut lurus, sehingga dimanapun gadis itu berada selalu saja menjadi pusat perhatian. Bahkan di Sma taruna saat ini pun, ia lah sosok yang sering digadang gadang sebagai bintang sekolah, karna paras nya yang cantik iya, karna kenakalan nya iya, karna sering bolos nya iya, menjadi semakin tenar lah nama nya sekarang. Renata alya dewantoro.