
Nah, sebelum author membawa kalian masuk lebih jauh di kisah kali ini, sebelum nya mari kita kenalan dulu sama para tokoh di kisah ini biar kalian gak kebingungan...😉
Renata alya dewantoro
Se orang gadis manis berkulit putih bersih bermata sipit yang saat ini mengenyam pendidikan di sma taruna, sebuah sekolah yang ber ada di perkampungan sebuah kota kecil namun sejahtera. Sebenar nya Renata lahir dan besar di Ibu kota, namun sesaat setelah kelulusan sekolah menengah pertama nya, ia memutuskan untuk pindah ke pedesaan, dan memilih ikut tinggal bersama nenek dan kakek nya.
Malik arya wiguna
se orang pria yang bergaya kemayu, bahkan tak hanya gaya, namun nada bicara nya pun begitu lembut dan halus layak nya se orang wanita. Pria tampan namun berkulit bersih dan agak sedikit heboh dengan gaya busana nya. Malik sering mengklaim bahwa nama beken nya adalah malika ini adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Renata.
Cici widi astuti
Gadis manis yang selalu mengepang rambut nya ini juga termasuk salah satu sahabat Renata dan juga Malik, upss..!! Malika maksud nya. Mereka bertiga adalah remaja yang sedang menikmati masa muda dengan berbagai kisah yang menarik dan unik pastinya.
" Nenek, boleh nggak Rena bolos sekolah hari ini ?" Tanya Rena sesaat setelah dirinya menghabiskan sarapan pagi nya hari ini
" apa?? Bolos lagi? Setahun lagi kamu ujian neng, masa bolos terus, minggu kemarin aja kamu bolos sampe lima kali, sudahlah, nenek nggak habis fikir lagi sama kamu, punya cucu perempuan satu ko tiap hari kerjanya bikin aku puyeng aja. Lama lama nenek pulangin kamu ke jakarta" jawab sang nenek yang sudah bosan mendengar cucu nya yang kerap kali meminta ijin untuk bolos sekolah
" yah, jangan dong nek, Rena nggak mau tinggal disana "
" ya makanya kamu harus nurut sama nenek, pergi sekolah dan belajar dengan benar "
" hemmmhh... ya... baiklah, untuk kali ini Rena nurut "
" jangan cuma kali ini, beaok beaok nya juga dong " jawab sang nenek tak mau kalah
" iya, kalau Rena gak lupa " ucap gadis itu sambil berlalu begitu saja meninggalkan meja makan
" kakeeeeeeeeekk....!!" Teriak si nenek heboh
Se orang pria tua masuk kedalam dapur dengan wajah panik mendengar teriakan istri tercinta nya yang begitu heboh
" ada apa sayang? Kamu kenapa?!"
" kakek, cucu mu lagi lagi membuatku sakit keala kek "
" heh, ku kira kenapa, itu kan cucu mu juga sayang "
" jangan panggil aku sayang, aku malu sudah tua ..!" Teriak si nenek kesal
" sudah sudah, jangan teriak yeriak terus, ayo sini, kita ngeteh di teras, biar fikiran nenek bisa tenang kembali "
" loh, ko tiap kali dipanggil nenek sama kakek rasanya ko aneh ya " tanya nenek sambil mendekat ke arah pria tua yang masih berdiri menunggunya di depan pintu dapur
" kamu ini, ku panggil nenek salah, ku panggil sayang juga salah, mau mu apa Mintarsih.?" Ucap si kakek sambil berjalan ber iringan bersama sang istri tercinta menuju teras depan, tempat favorit mereka menghabiskan waktu sambil berbincang menikmati suasana pagi dan senja.
" jangan sebut nama juga dong kek, kan gak romantis "Ucap si nenek sewot
" iya iya sayang ku, sudah, jangan emosi terus, nanti tensi mu naik lagi, ayo duduk sini " ucap si kakek sambil mempersilahkan istri nya untuk duduk.
Sungguh, suasana di pedesaan memang masih terasa sangat menenangkan, apalagi suasana pagi disana, burung berkicau nyaring dan terbang bebas menuju hamparan padi yang terlihat luas dan hampir memasuki masa panen, sinar matahari yang terlihat masuk melalui celah celah pepohonan terasa begitu hangat menerpa kulit, suasana itu juga lah yang menjadi alasan kenapa nenenk dan kakek Renata memilih untuk menikmati masa tua mereka di desa, ketimbang ikut dengan anak anak nya tinggal di kota.
Bahakan salah satu alasan kenapa Renata lebih suka tinggal di desa adalah karna ia tak mau di kekang oleh kedua orang tua nya. Sifat Renata yang bar bar dan sering bolos sekolah, juga jam main nya yang berantakan membuat kedua orang tuanya sering kali menasihati anak nya itu, yang justru malah membuat Renata jengah dan memilih untuk pergi.
" kek, apa sebaiknya kita pulang kan saja Renata ke rumah ayah dan ibu nya di jakarta?!" Tanya sang nenek yang masih saja kefikiran soal cucu perempuan yang setiap pagi selalu membuat nya pusing itu.
" loh, kenapa? Biarkan saja dia tinggal disini "
" habisnya aku udah kelewat puyeng ngadepin sifat nya dia "
" ah kamu nya aja yang berlebihan, anak muda nakal mah wajar, apalagi se nakal nakal nya Rena, dia tidak pernah kelewat batas sayang, jadi biarkan saja "
" selamat pagi Kakek Nenek ku yang tampan dan cantik membahana " ucap se orang pria berkulit putih berseragam putih abu,dengan bando berwarna merah menyala di kepala nya juga tas jinjing yang senada dengan bando merah menyala yang ia kenakan, tak lupa kardigan berwarna biru yang melekat di tubuh pria itu
" astagfirullah ..." ucap si nenek kaget.
" hehe.. nenek liat aku kenapa istighfar nek? Terpesonahh ya ?"
" apanya yang terpesona? Liat nya aja aku malu "
" ya ampun, kakek, mulut istri mu penuh dustahhh "
" yang penuh dusta itu kamu..!! sudah sana masuk, seret Renata keluar jika ia masih kekeh ngajak bolos sekolah " ucap Kakek
" ya ampun ya ampun, jangan sampai kita nggak masuk kelas lagi hari ini cyiiiiin...!" Teriak malik sambil masuk kedalam rumah dengan heboh
" bisa bisa nya cucu kita bergaul dengan orang orangan sawah model si Malika itu kek "
Sementara kakek menyeruput teh nya yang hampir habis sambil geleng geleng kepala, bagi mereka suasana seperti itu sudah biasa, kedua teman Renata hampir setiap hari mendatangi rumah mereka untuk mengajak Renata cucu mereka pergi berangkat sekolah bersama, atau hanya sekedar mengajak nya main. Namun meski begitu, mereka tau, kedua teman nya itu merupakan anak baik, hanya saja sikap mereka yang suka usil dan petakilan kadang suka bikin emosi orang orang di sekitar nya.
Setelah beberapa saat Renata selesai bersiap, Gadis itu juga Malik sahabat nya pun berpamitan dan berangkat menuju sekolah, menggunakan motor matic milik Rena.
" kakek.. nenek ...!" Ucap se orang gadis yang tak pernah absen mengepang rambut nya yang kadang dikepang satu dua atau tiga suka sula nya dia.
" Heii cici ..!" Jawab nenek
" Rena nya masih ada kan nek? Cici mau ajak Rena berangkat sekolah bareng "
" yah, baru aja Renata sama malik berangkat "
" apa??? Hwaaa..... Rena sama malik jahat " teriak gadis itu sambil menangis
" eh, cici kamu kenapa malah nangis, ayo sana katanya mau berangkat sekolah, "
" gak mau, Rena sama malik jahat, ko ninggalin cici "
" ya ampun, kamu tinggal berangkat aja sendiri, nanti kan di sekolah juga ketemu mereka ci " ucap Kakek, yang heran melihat gadis remaja itu malah diam ditempat sambil menangis tak karuan
" cici gak mau sekolah kek, cici mau pulang ajah " ucap gadis itu sambil berlalu
" astagfirullahaladzim... kenapa temen cucu kitapada aneh aneh gitu ya kek " ucap si nenek mengusap dada nya pelan sambil menatap kepergian cici yang masih sesegukan menahan tangis nya