I Love You So Much

I Love You So Much
part 10



Jieun pergi meninggal Mina dan doyeon.


"Dasar anak itu" ucap Mina


. . . .


Kini seorang siswi berada di taman sekolah iya duduk di bangku taman sekolah dengan muka kesal.


"Arrggghhhh" teriak yeoja itu


"Bagaimana pun cara nya aku harus dapetin Mark!!!"


"Aku bakal buat Mina pergi jauh dari Mark!"


"Aku harus pisahkan mereka terserah kata orang kalau aku di katain perusak hubungan orang aku gak peduli!!!!" Teriak yeoja itu


Ya siapa lagi kalau Jeong Jieun murid tercantik di sekolah.


"Liat kau Mina pasti aku akan mendapatkan Mark!"


. . . .


"Dor!"


"Mark kau mengagetkan ku saja!"


"Dan kenapa kau di sini melamun?" Tanya Mark


"Aku sedang memikirkan seseorang!"


"Siapa itu? Jangan jangan namja ya?"


"Bukan!"


"Hmmm? Aku?"


"Untuk apa kau memikirkan mu?"


"Mungkin saja"


"Aku memikirkan salah satu yeoja di sekolah ini"


"Siapa? Doyeon?"


"Kau ini banyak tanya!"


"Aku penasaran Mina!"


"Jieun"


"Jieun? Untuk apa kau memikirkan nya?"


"Entahlah tadi dia menemuiku lalu menyuruh ku untuk menjauhi mu"


"Jangan pikirkan tentang dia aku malas berbicara tentang dia"


"Wae?"


"Dia mengganggu ku!"


"Tapi kata murid di sekolah ini dia sangat sempurna"


"Bagiku dia menel, sok cantik, pamer harta, manja, alay, pengganggu, mengusik hidup orang arrgghh kesal aku memikirkan nya"


"Hahahah... Ternyata kau bisa kesal juga"


"Sudah lah ayo ke kantin?"


"Kau yang bayar ya"


"Ne untuk Mina ku aku akan meneraktir mu"


"Gumawo"


"Mina nanti pulang sekolah temani aku ke mall!"


"Ok,aku akan menemanimu"


. . . .


"Mina ya!"


"Ne?"


Kalau kalian mengira mereka sedang di mall jawaban kalian benar sekali. Mereka berdua sedang berada di liff berdua.


"Aku ingin bicara sesuatu"


"Bicara lah"


"Maukah kamu jadi pacarku?"


"Mwo?"


"Jadi pacarku?"


"Hmm"


"Tidak apa apa kalau kau tidak mau"


"Siapa bilang tidak mau!" Mina asal ceplos dan pipinya merona memerah


"Jadi kau mau?"


"Tentu saja" kali ini pipi Mina sangat merah


Kini diantara mereka berdua canggung. Hingga Mark mendekat kan wajahnya lalu mengecup bibir Mina selama 3 detik. Lalu Mark menjauh kan wajahnya Mina menutup mulutnya. Pipi Mina tidak bisa di control hingga wajah nya merah sekali.


"Kau sekarang hanya milik ku mina kau mengerti"


"Aku sangat mengerti"


Ting..


Lift mereka terbuka lalu di depan mereka ada seorang yeoja yang melihat Mina dan Mark sedang berpelukan.


"Mina Mark!" Kalau kalian mengira yeoja itu yang menegur mereka kalian benar


"Eoh jieun kau juga disini" ucap Mark sambil melepaskan pelukan nya


"Kenapa kalian berpelukan?"


"Apa salah nya jika aku memeluk pacarku"


Deg..


Pacar?-batin Jieun


"Eoh kalau begitu maaf telah mengganggu kalian berdua"


Mina dan Mark keluar dari lift dan meninggalkan jieun. Jieun pun masuk ke lift dengan rasa kesal.


"Hanya aku yang boleh memiliki Mark!"


"Kenapa mina malah menjadi pacarnya!"


"Arrggghhhh aku harus merencanakan sesuatu!" Teriak jieun dalam lift.


Disaat jieun berteriak lift terbuka dan nampak ada seorang namja.


"Hey nona kau baik baik saja" ucap namja itu


"Menyingkir lah!" Ucap jieun langsung pergi


"Apa gadis itu gila? Dasar anak jaman sekarang"


. . . .


"Mark apa kata kata mu tidak menyakiti jieun?"


"Untuk apa kau peduli padanya?"


"Aku hanya kasihan"


"Sudahlah tidak perlu kasihan padanya"


"Tapi-"


"Ssstttt.. sekarang aku mau kita bersenang senang jangan membahas jieun arasseo?"


"Ne.. kau sangat bawel tidak berubah dari dulu"


"Benarkah?"


"Ne.. aku rasa aku ingin es krim"


"Kau seperti sedang mengidam" Mark terkekeh


"Kau ini" Mina memukul Mark pelan


"Baiklah istriku yang sedang mengidam aku akan membelinya untuk mu dan kau yang didalam perut jangan menyusahkan Eomma mu" ucap Mark sambil mengelus perut Mina dan Mina tersipu malu


Mark langsung berlari meninggalkan Mina.


"Tunggu aku! Aku pasti akan menangkapmu!"


Mereka berlarian hingga sampai di kedai eskrim mall.


"Huuhh.. kau cepat sekali"


"Ini eskrim mu, bukan aku yang cepat tapi kau yang lambat"


"Mwo!?"


"Jangan berlarian nanti bayi ku akan terluka"


Tuukkk..


"Pabboya!! Aku tidak hamil!"


"Hahaha mian kau sangat lucu"


"Terserah"


"Hey bagaimana pun juga suatu saat pasti Mark junior akan ada di dalam perut mu ini" sambil menunjuk Perut mina


Ya kata kata mark berhasil membuat pipi Mina merah merona.


"Lihat pipi mu ini memerah" ucap Mark sambil mencubit pipi Mina


"Aishh kau ini sudah lah ayo kita duduk saja" Mina mencari pembicaraan lain


"Ahh Kiyowo" ucap Mark sambil tersenyum melihat tingkah Mina yang malu


Mina duduk di kursi kedai itu sambil memakan es krim dan tersipu malu.


Dan Mark mendekati Mina.


"Habiskan es krim nya lalu kita pulang"


"Mwo! Secepat itu"


"Aku hanya ingin berjalan jalan tidak ingin berbelanja"


"Kalau kau ingin berjalan jalan kenapa tidak di taman saja?"


"Di belakang rumah ku ada taman aku bosan"


"CK... Dasar"


. . . .


"Mark"


"Ne?"


"Apa kau tahu?"


"Tahu apa?"


"Appa dan eomma ku akan pulang"


"Jinjayeo?!"


"Ne"


"Kapan?"


"Malam ini"


"Mwo?!"


"Wae?"


"Sebaiknya kita pulang cepat"


"Isshh... Aku masih ingin bersamamu"


"Apa kau tidak rindu dengan orang tuamu?"


"Tentu saja aku merindukan nya tapi aku ingin lebih lama bersamamu"


"Anieyo kita pulang"


"Aahh Mark" Mina menggoda Mark


"Ssttt... Diam"


Mina dan Mark dalam perjalanan ke rumah Mina untuk. Mark mengantarkan Mina pulang.