HILMAN LUPUS SEREEM

HILMAN LUPUS SEREEM
SCREAM 1.2



.......Foto apa sih itu? Wow, ternyata itu foto Lupus!!! Waduh ada hubungan aoa ya tu okem sama Lupus? Apa si Bringas punya niat jahat sama Lupus? Kayaknya sih iya. Kentara dari gaya nya memuntir ujung kumisnya yang melintang bak pisang tanduk. Si Bringas lalu melirik ke arloji-nya. Tepat jam delapan malam, Bringas keluar dari mobilnya. Lalu berjalan menuju ke rumah Lupus!!!


Ada apa sih sebenarnya?


Begini. Kita kasih tahu aja. Ini soalnya soal dendam. Si bringas itu sodaranya Nano. Siapa Nano? Nano adalah pemimpin grup band anak muda baru bernama Panji Tengkorak. Grup itu katanya beraliran metal. Black metal. Dan pas grup metal itu mau menulis album, si Nano langsung menghubungi Lupus, mau minta di wawancara. Pastinya biar dapet promo gratis buat album perdana nya yang bakal beredar. Tapi tulisan Lupus di majalah sangat membuat Nano kecewa.


"Padahal kami sebenernya sudah mendirikan band kugiran ini sejak tahun 1987. Musik kami sangat ter-inspirasi oleh konsep musiknya Jimi Hendrix, plus diilhami oleh sedikit irama SKA. Saat konser, kami selalu di eluk-elukkan para pendengar. Bahkan di sebuah koran di daerah kami diramalkan bakal merajai blantika musik Indonesia. Tapi kehebatan kami hilang begitu saja karena kesombongan wartawan bau kencur bernama Lupus...," begitu pengaduan Nano kepada Bringas.


"Kenapa dengan kue cucur dan kue lupis itu?' tanya Bringas.


"Lupus yang bau kencur menulis, grup kami cuma plagiat musik-musik rock barat, kami sekumpulan remaja nggak berbakat. Sialan sekali, bukan? Alhasil penjualan kaset kami pun kandas," ujar Nano geram.


"Gara-gara kue lupis itu?"


"Ya, abis gara-gara siapa lagi? makannya saya minta Bang Bringas mau memberi pelajaran sama Lupus sialan itu.Dia menghancurkan masa depan grup saya, Bang..."


Bringas tersenyum. "Brother Nano, jangan kuatir. Itu gampang. Bringas bakal melakukan apa aja yang lo mau. Pokoknya gak ada satu orangpun yang bisa menyetop kehebatan band kalian! Mana alamat rumahnya? Mana fotonya?"


Dan begitulah. Maka jiwa lupus pun terancam malam ini. Karena Bringas sudah berhasil membuka kunci rumah Lupus pake seutas kawat, dan menyelinap masuk ke rumah kosong itu. Di rumah Lupus emang lagi gak ada pembantu. Makannya kalo Mami dan Lulu pergi, jadi kosong. Dan itu udah di ketahui Bringas, karena Bringas adalah preman yang pro dan selalu memperhitungkan segalanya.


Bringas masuk ke ruang tengah, ia langsung memotong kabel telepon. Setela itu dia bersembunyi. Menunggu Lupus pulang.


Selang beberapa saat, Lupus yang mengendarai sepeda sampai di depan rumahnya. Tak ada perasaan curiga apa pun. Dia malah bersiul-siul sampai mulutnya monyong 5 senti. Emang, saban pulang dari rumahnya Poppi, hati lupus selalu riang. soalnya di rumah Poppi kan ada banyak makanan enak.


Tapi berkaitan dengan si Nano, emang masih seger dala ingatan Lupus, beberapa saat yabg laku dia nge-wawancarain pemain band Panji Tengkorak. Tapi saat itu Lupus bener-bener bete abis, lantaran si Nano itu berkoar-koar dengan pede-nya soal kehebatan band nya.


"Band kami ini membawa roh Jimi Hendrix, perpaduan antara rock tahun 70-an dengan musik SKA, dicampur dengan variasi perkusi dengan nada etnik. Kami yakin, musik kami akan meng-ilhami jutaan kawula muda negeri ini dan menambah maraknya blantika mudik nusantara."


"Oya? Terus anggotanya siapa aja?" tanya Lupus agak kurang antusias.


"Kalau begitu saya akan memperkenalkan satu per satu anggota personel band kami. Pada bas, seorang anak muda yang mempunyai segudang repertoar. Dengan jari-jemarinya dia sanggup menandingi keperkasaan Bill Wyman, Flea, atau siapapun yang menjadi jawara pencabik bas dunia. Namanya, Satot Bas Betot. Kemudian, lead guitar kami, dengan lengkingan gitar-nya, dia sanggup membuat kita terharu akan kejayaan musik rock di dekade ke 70-an. Jimmy Page, BB King, Eric Clapton, Santana, mengilhami permainannya. Namanya Uddel Bodonx...,"


Da mulailah Nano berkoar-koar panjang lebar menjelaskan personel band lainnya, bikin Lupus ngantuk.


Padahal sebelum wawancara, Lupus udah denger demo kaset mereka. Hasilnya? lupus terpaksa menelan obat sakit kepala dua butir, saking puyeng-nya. Permainan musik mereka sama sekali nggak karu-karuan. Beda banget sama Jimmy Hendrix, Slash, atau Jimny Page yang bisa bermain irama keras namun indah dan berjiwa. Berisik tapi asik. Nggak kayak Panji Tengkorak yang berisik bikin kita terusik. Dan sebagai wartawan yang nggak bisa diajak kolusi, korupsi, dan nepotisme, Lupus pun menulis apa adanya.Bahwa musik Nano cs itu cuma sampah aja. Nggak ada artinya, dan nggak berpengaruh apa-apa terhadap perjalanan musik indonesia. Beda jauh sama Kahitna, Dewa 19, GIGI, atau lebih-lebih Iwan Fals yang emang punya konsep.


Lupus masih inget wawancara itu. Tapi saat ini dia nggak berusaha mengingat-ingat nya lagi.


"Aduh, lulu. Pasti tu anak lupa ngunci pintu. Dasar pikun!" batin Lupus.


Ia mendorong pintu, dan segera masuk kedalam rumah yang gelap. Lampu dihidupkan-nya. Saat itulah terdengar suara dari dapur. Lupus kaget, Ia langsung menengok ke dapur. Tapi nggak ada apa-apa. Lupus pun balik ke dalam, dan menyalakan TV.


Bringas yang ngumpet di dapur menemukan selang plastik. Ia bermaksud menjerat leher Lupus dengan slang itu sampai ******. Sambil mengendap-endap dia menuju ke ruang tengah.


Pada saat yang sama, Boim dan nyaknya udah sampe di deket rumah Lupus. Boim kaget melihat sedan item yang tadi nyipratin dia dan nyaknya di parkir disitu.


"Wah, Nyak... ini nih mobil yang kurang ajar tadi!" pekik Boim.


"Masa sih, Im?" Nyak sangsi sambil ikut mengamati.


"Iya, Boim inget!"


"Jadi sekarang lo mau apain nih mobil?' tanya Nyak lagi.


"Kempesin, Nyak!" tandas Boim.


"Eh, Im! Lo jangan jadi anak kurang ajar, ya! Ingetlo gak boleh balas dendam gitu! Mungkin aja dia tadi gk sengaja nyipratin kita. Siapa tahu dia buru-buru. Kita pokoknua gak boleh melakukansesuatu yg jahat. Apalagi sampai ngemoesun ban-nya," Nyak menjelaskan dengan panjang lebar.


"Jadi gimana dong Nyak?"


"Kita tanya aja sama yg punya mobil, apa alasan-nya tadi nyipratin kita, sampai muka Nyak ama muka lo jadi bau comberan. Lalu, siapa tahu aja dia minta maaf dan ngasih kita bensin barang kali seliter. Kan nyampe tuh di rumah!"


"Bener juga, Nyak! Kira-kira rumahnya yang mana ya, Nyak! Apa kita tanya satu-satu?"


Tiba-tiba Boim baru sadar kalo iya sudah deket rumah Lupus.


"Eh, Nyak! Ini kan rumahnua Lupus. Gue tanya sama Lupus aja deh..."


"Ya udah. Lo tanya ke Lupus, Nyak tanya ke rumah sebelahnya.... Soalnya Lupus pasti nggak punya bensin. Ke mana-mana tu anak kan naik sepeda.".......BERSAMBUNG.


SESUAI JANJI SAYA AKAN UPDATE LANGSUNG 4 EPISODE MINGGU INI JADI TUNGGU YA UPDATE-AN SELANJUTNYA..🙏🙏