Hello, my new face

Hello, my new face
Minggu depan dan kabar baik nenek



Nasya tidak menolak karena memang dia saat ini sedang membutuhkan seseorang untuk menjadi sandaran, di pelukan Nando Nasya menangis sejadi jadinya atas perasaan yang selama ini di pendam nya , mungkin itu bukan Clarissa tetapi itu adalah tubuh yang di tempatinya saat ini .


Nasya : tuan ... apa nenek akan ninggalin saya ??


Nando : jangan panggil saya tuan , panggil nando


Nasya : baik


Nasya menjauh dari pelukan Nando dan mengusapi air mata yang ada di pipinya


Nasya: makasih dan maaf , karena saya membasahi kemeja tu...Nando maksud saya


Nando : kamu juga jangan bicara secara formal terhadap saya mengerti??


Nasya : iya


tak lama kemudian dokter yang menangani nenek keluar ...


Nasya : bagaimana dok nenek menerima darah tu...Nando ??


dokter : benar , selamat karena nenek anda sekarang jauh lebih baik


Nasya : sukurlah


***


Nando : "bisa ikut saya ke taman sebentar??" sambil menarik tangan Nastasya


Nasya :" baik "


di taman rumah sakit


Nando : "ini soal pernikahan kita "


Nasya : "bicaralah.."


Nasya hanya tersenyum kecut dan mengangguk mendengar apa yang di ucapkan Nando


Nando : "dan kamu diam saja?? tidak melawan??"


Nasya : akhir akhir ini saya melawan mereka karena saya lelah "


Nando : saya dengar kamu anak yang pemalu dan kurang bergaul mengapa jadi seperti ini sekarang ??"


Nasya hanya mengangkat sudut bibir sebelah kirinya dan menjawab dengan tegas


Nasya: "Saya seperti ini karena saya lelah , saya adalah orang baik yang disakiti satu dua kali menyakiti tidak masalah tetapi ini sudah terlewat batas , saya tidak tahan lagi "


Nando : "jika kamu masih digangu lagi dengan mereka kamu bisa mengatakan nya kepada saya "


Nasya : " maaf tapi itu tidak ada hubungannya dengan anda , kecuali jika saat itu saya adalah Istri anda "


" Nasya ???" Nasya mendongak kan kepala keatas dan melihat Rezza ada di hadapan nya sekarang


Nasya : "rezza !! "


Rezza :" kamu ngapain disini ?? kamu sakit ???"


Nasya : "bukan bukan gw yang sakit tapi...nenek gw jatuh tadi dan sekarang lagi kritis tapi untung aja sekarang sudah lebih baik , eh Lo ngapain di sini ?? "


Rezza : "biasa lah anak futsal , cedera nih tangan gw " sambil menunjukan tangan nya yang tulangnya berada tidak pada posisi nya


Nando yang dari tadi mendengar percakapan.mereka entah kenapa merasa risih , dan dia juga merasakan ada perasaan ketidak nyamanan saat melihat gadis yang akan di nikahi nya begitu dekat dengan laki laki lain


Rezza POV


Saat latihan futsal untuk lomba futsal pada Bulan depan membuat rezza akhir akhir ini jarang bertemu dengan Nasya , entah kenapa saat kejadian Nasya dan viesa bertengkar membuat mata nya selalu mencari cari sosok Nasya , saat di taman rumah sakit rezza melihat sosok yang familiar untuk nya yaitu Nasya , sosok yang di cari cari nya akhir akhir ini sedang berada di bangku taman rumah sakit dengan seorang laki laki , entah perasaan melihat Nasya dengan laki laki lain membuat nya merasa seperti cacing kepanasan , marah , emosi dan itu hanya karena itu jaran ingin memastikan bahwa itu adalah Nasya dia mendekat dan ternyata benar dia adalah Nasya , tapi siapa laki laki itu ?? kenapa seperti pernah melihat nya ??