
Setelah bangun dari pingsan, kuliat sekeliling tempat sia*lan ini. hanya ada hutan , tidak ada tanda tanda era modern . kembali ke kapal , 4 sahabatku masih pingsan dan tidak terluka , ibu guru baik baik saja . tetapi si penjaga pantai dan dua temanku tidak ada di atas kapal dan satu lagi terluka parah . aku pun mencoba membangunkan mereka tetapi sepertinya mereka tidur lelap.
* dddooooooorrrrr
// suara tembakan dari pantai//
tembakan.. ada orang bersenjata diluar kapal . seharusnya senjata api dilarang dinegaraku . tempat sia*lan ini berada dimana.
aku mengintip dari geladak . seorang berbaju biru menggeledah pria tua . pria tua itu tampak tidak asing. pria dengan senjata itu mulai menusuk si pria tua dan menyeretnya kelaut . dipandangnya kapal ini . kemudian mencoba menaikinya .
*brakkkk
" bro dimana kita?" ucap Evan bingung
" ssstttt " balasku sambil mengisyaratkan Evan untuk diam
" ada orang bersenjata dibawah " sambungku.
Evan dengan sigap mengambil besi di geladak kapal . besi itu antena kapal yang sudah patah karena badai .
Evan kemudian bersembunyi dan menyuruhku untuk mengalihkan perhatian.
tak lama kemudian , si pria itu naik ke geladak kapal . dia kemudian mengeluarkan pedangnya, dia menatapku kemudian ia berkata .
" wie ben je? wat is dit ding? "
Aku tidak tau apa artinya , beruntung Evan sigap dan memukul kepala si pria itu . pukulannya sangat kuat hingga pria itu berdarah dan pingsan.
" Kau ngga bunuh dia kan?" tanyaku
" kan memang harus dibunuh dia bro!' balas Evan.
" njir kalo dia mati , kita nyari info kemana??"
kami saling menatap dan Evan hanya tersenyum.
" Kuharap dia tidak mati " ucapku ,kemudian kami menggeledah barang barangnya.
Ia hanya memiliki sekantong koin , benda mirip gelang atau jimat mungkin , sebuah lambang , buku dan dua lembar surat. kami kemudian mengikatnya . lambang itu aku sama sekali tidak tau apa itu .dan suratnya sepertinya bahasa asing , tetapi senapannya. senapan sekali tembak . Mafia mana yang memakai senjata seperti ini. pistol dan pedang, dia punya pedang.
Kemudian kami hanya menunggu hingga semuanya sadar kembali . sepertinya mereka tidur nyenyak. mengisi kekosongan Evan mengumpulkan makanan untuk disimpan. dan aku berlatih pedang digeladak.
.....
.
....
.
...
.
..
.
.
" Ahaa Akhirnya kau bangun Frank , terlalu nyenyak tidur?? " Ledek Evan
" Aku lapar apakah ini makanan yang sudah kau sediakan??" Balasnya
" jangan boros bodoh hanya ini makanan kita , tidak tau kapan kita mendapatkan makanan lagi." ucap Henry sambil menahan Frank.
" dan ini siapa? " tanya Frank
" itu aku tidak tau " balas Evan
" hmmmm sepertinya aku pernah melihat pakaian ini" ucap Henry.
" Belanda , itu pakaian pelaut belanda " saut ibu guru dari belakang. ibu guru kami yang cantik . namanya Chyntia kebetulan dia guru sejarah .
" Apa yang dilakukan belanda disini ?" tanya Sally . tangannya patah karena benturan.
" tidak tau " balas Evan .
" APA !! KAU TIDAK TAU , KALIAN MEMBUATKU KE TEMPAT SIA*LAN INI DAN KALIAN TIDAK TAU!!! " Ia mengamuk .
" Jhon dan Christ Menghilang dengan Pak Tua itu. Sekarang Belanda ada di kapal yang terdampar disuatu tempat !!! dan kalian senang disini , kita bisa saja mati disini!!!" sambungnya.
Mereka bertiga diam , dan ibu guru berusaha menenangkan Sally. Aku pun turun dari geladak.
" woi , jika kau tak ingin diselamatkan. keluar dari kapalku !!" ucapku
" maaff.. kapalmu? menyelamatkanku? sejak kapan ini kapalmu dan sejak kapan kau menyelamatkanku?" balasnya
Kemudian aku mengeluarkan pistol cantik khas pelayaran . menembakkan tepat dikepalanya .
* ddoooooorrrrr
"hahahahahaha" aku tertawa puas .
" James , Jamesss!!! Kau membunuhnya" teriak Evan .
" Woi kenapa woi!!!" teriak Frank dan Henry .
Ibu guru pun mulai memarahiku , aku hanya tersenyum dan berkata ..
"Selamat datang di kapalku , kapalku ****peraturanku**** "
.....
.
....
.
...
.
..
.