
..."Cinta itu seperti bunga-bunga, ia akan tumbuh di setiap hati yang ingin di mengerti di setiap hati yang rindu di dampingi."...
Hari ini adalah hari pertama saeron berpindah kesekolah barunya , mungkin untuk orang orang diluar sana , sangat di sayangkan untuk pindah disaat saat sementara akhir , benar saeron sekarang sedang duduk dikelas 12 Yeri pun begitu , walau mengetahui perbedaan umur kami yang hanya berjarak 1 tahun , Yeri masih tetap duduk di bangku 12 untuk kakak laki laki ku yang bernama jaehyun dia sudah lulus 2 tahun yang lalu.
" Saeron masuk kelas apa sayang " tanya eomma
" 3 (1) eomma " ucap saeron sambil tersenyum
" Wah hebat dong , itukan kelas unggulan " ucap jaehyun
" jangan salah sangka tuan jaehyun yang terhormat , kelas gw juga unggulan " ucap Yeri
" Hahaha , Saeron belum tau kan baru pertama masuk " ucap saeron
" Kalian disekolah belajar yang benar jangan membuat keributan dan membuat masalah " ucap Appa
" Appa berangkat terlebih dahulu" ucap Appa
Kepala keluarga tersebut berangkat kerja terlebih dahulu tidak lupa memberikan kecupan kepada istri tercinta nya dan kepada anak anak nya tidak untuk jaehyun, dia cukup malu untuk laki laki yang sudah menginjak umur 20 an .
" Kalian berangkat ingin naik bus? Atau bersama Oppa kalian" tanya Omma
" Kami akan berangkat menaiki bus saja , bersama Oppa dapat membuat mood ku jelek saat pagi " ucap Yeri
" Omma boleh kan aku membawa makanan ini kesekolah "
" Untuk hari ini aku tidak ingin makan di kantin sekolah " ucap saeron
" weee? " tanya Yeri
" Untuk hari ini saja " ucap saeron
" Omma buatkan aku juga " ucap Yeri
" kepulangan saeron membuat setan di tubuh Yeri seperti pergi " ucap jaehyun lalu pergi ke kampus
" ingin sekali aku mencakar mukanya " ucap Yeri
" kalian jangan terlalu sering berkelahi "
" Omma siapkan dulu ya kalian sana ambil tas sekolah kalian " ucap omma
" Nee " ucap Yeri dan saeron bersamaan
_________________________
Renjun POV
Hari ini rasanya ingin sekali aku mengumpat kepada adik perempuan ku , dia membuat ku terlihat malu , di meminta tolong untuk mengambil kan payung , Dia melihat ramalan cuaca akan turun hujan untuk hari ini , Dia meminta tolong mengambil kan nya dia atas lemari yang bisa dilihat tidak terlalu tinggi tetapi itu cukup terlihat pendek untuk diriku , saat ingin mengambil , wonyoung dengan santainya mengatakan bawa diriku terlalu pendek untuk ukuran lemari seperti itu
aku mengakui bahwa dia sangat tinggi untuk ukuran gadis di umur 15 menuju 16 tahun , aku pun mengambil nya dengan sedikit meloncat dan melemparkan payung tersebut kehadapan nya dan memasukkan satu payung di tasnya .
Mereka berada di depan halte bus menunggu bus yang akan pergi ke arah yang mereka ingin tujui
" Oppa kau marah dengan ku " tanya wonyoung
" Candaan mu sangat tidak lucu , untung itu orang lain gimana kalau itu orang lain? "
" Itu termasuk body shaming , Gimana kalau orang itu tersinggung dengan perkataan mu? " Kau tidak memikirkan perasaan mereka , untuk kali ini ku maafkan dan jangan pernah berkata seperti itu ke pada orang lain , cukup kali ini kepadaku, arraseo? " ucapku dengan sangat panjang
" Arraseo , tapi Oppa sudah tidak marah kan dengan ku " tanya wonyoung
" Tidak , kajja bus nya sudah sampai " ajak renjun
" Kajja " ucap wonyoung
walau keluarga ku termasuk keluarga terpandang dan mampu , Kami tidak malu untuk berangkat menggunakan Kendaraan umum.
________________________
" Renjun Segera pergi ke ruang latihan basket " ucap park jihoon
" Apa chenle sudah disana ? " tanya renjun
" Sudah , dia bersama Mashiho , Felix dan bang yedam " ucap jihoon
" Ayo kita pergi " ajak renjun
" Jeogiyo , apakah kalian tau di mana kelas 3 (1) " Tanya saeron
" Kenapa kau tidak tau? kau kan murid Disni " ucap jihoon
" Ah itu, aku murid pindahan dan aku masi asing dengan sekolah ini " ucap saeron sambil tersenyum
" Gawat di tersenyum, senyuman nya sangat cantik " ucap jihoon berbisik dengan renjun
" Bisakah kau menayangkan kepada siswa itu kami sedang ada urusan " ucap renjun sambil menarik jihoon
Saeron pun menghampiri seorang laki laki yang menurutnya sangat tinggi sekali
" Um apakah kau tau dimana kelas 3 (1) " tanya saeron
" Itu kelasku " ucap pria tersebut
" Ah benarkah , syukurlah " ucap saeron lega
" Apa kamu murid pindahan itu "
" iya benar , kenali Kim saeron " ucap saeron mengulurkan tangannya
" Lai Guan lin " ucap guanlin menerima jabatan tangan saeron
" Sebelum ke kelas aku akan mengantar kan mu ke ruang guru terlebih dahulu " ucap guanlin
" Terimakasih "
Mereka pun sampai di ruang guru , guanlin pamit untuk masuk kelas terlebih dahulu dikarenakan bel masuk tidak lama lagi berbunyi.
Jika kalian bertanya dimana Yeri?
Dia berpisah dengan saeron di gerbang sekolah dan masuk terlebih dahulu sambil berlari menuju kelasnya, Alasannya karna dia belum mengerjakan tugas yang di berikan Ibu Jessica .
" Anak anak bisa tenang , Hari ini kita kedatangan siswa pindahan "
" Silahkan masuk " Ucap Ahn Hani selaku wali kelas
" Terimakasih ibu " ucap saeron
" Annyeonghaseyo jeoneun Kim Saeron imnida " ucap saeron
" Ada yang ingin di tanyakan ? Kalau tidak ada ibu pamit dan bersikap baiklah kepada saeron " Ucap ibu hani
Saeron pun duduk di kursi belakang tapi tiba tiba ada seorang laki laki menghampirinya
" Bisakah kita bertukar tempat duduk? " Tanya orang tersebut
" Duduk di kursi Urutan ke 3 dari depan , Aku tidak suka duduk di dekat jendela " ucap bang Chan saat saeron membaca name tag nya
" oh baiklah terimakasih "
"Yak Apakah kau adik dari Kim Yeri " tanya seseorang bernama somi
" Iya , aku adiknya " ucap saeorn ramah
" Benarkah jinjja ? kau tidak berbohong? Kukira Yeri berbohong saat dia bilang mempunyai adik yang bersekolah di luar negeri " Ucap somi sambil menunggu chating an nya dengan Yeri
Yeri mengatakan bahwa dia memiliki adik yang baru pindah dan satu kelas dengan dia yang dimaksud adalah somi .
Bel istirahat berbunyi saeron menghubungi Yeri
" Aku membawa bekal nya , cepat lah pergi ke rooftop , aku akan menunggu mu di tangga " ucap saeorn
Tidak butuh waktu lama menunggu Yeri mereka pun menaiki anak tangga dan duduk di rooftop sambil menikmati bekal .
Hingga tak terasa makan mereka sudah habis dan saat ingin turun mereka tidak bisa membuka pintu
" Gawat kenapa tidak bisa dibuka " ucap saeorn
" Haa kn- " ...
___________________________