Dragon Throne

Dragon Throne
Pecahan Jiwa



Namaku adalah Freya Van Dijk,dan aku adalah salah satu kesatria dari klan naga yg tingkat kultivasinya sudah mencapai tingkat saint lapis 1. Sudah banyak misi yang telah aku selesaikan untuk membuat keadaan stabil di dunia soun, mungkin itu yang aku pikirkan dengan naifnya percaya semua keinginan patriak klan naga hingga sebelum ajal menjemput, aku mulai mengetahui kebenaran akan konspirasi besar yang akan mengguncang dunia soun dalam waktu dekat ini.


"Freya sudah hentikan keras kepalamu itu dan berikan pedang Yin yang tersebut kepadaku!!..." teriaknya patriak klan naga Agro Minareli


" tidak akan pernah aku menyerahkan pedang ini walaupun nyawa taruhannya..." sambil mengelap darah disudut bibirnya dengan kondisi tubuh yang mengenaskan dan pedang yang dia gunakan sebagai tumpuan agar badanya tidak ambruk jatuh ketanah.


Hari ini sudah memasuki hari ketiga setelah pertarungan yang sudah berjalan 2 hari belum dapat menentukan hasil akhir siapa yang akan memenangkan pertarungan hidup dan mati ini. Walaupun perbedaan kekuatan yg ditunjukan oleh Agro bagaikan langit dan bumi, karena agro sudah mencapai tingkatan dewa tahap awal, sepertinya Agro enggan dalam menghadapi serangan-serangan yang dilemparkan menuju dirinya. Dari yang sebelumnya pertarungan dilakukan diam-diam hingga akhirnya seluruh anggota klan naga melihat pertarungan yang maha dahsyat hingga membuat beberapa bangunan khas klan naga ambruk akibat benturan energi yang dikeluarkan oleh kedua pihak yang sedang bertikai.


" Jika memang itu yang menjadi pilihanmu, baiklah......aku tidak akan menahan lagi serangan ku kepadamu. Tapi perlu kamu ingat Freya, walaupun kamu bukan darah dagingku tapi aku sudah menganggap kamu sebagai putriku sendiri"


" Cuih......."


" Putri yang seperti apa menurutmu aku didepan matamu hah....aku layaknya sapi perah yang kau manfaatkan agar semua yang kau hendaki tercapai walaupun harus berdusta,dan menutupi fakta sebenarnya bahwa keluarga ku adalah penerus yang sah untuk menduduki tahta klan naga".


" Jangan kau abaikan 10 tahun ini aku sudah membesarkan mu dan memberikan seluruh sumber yang aku miliki untuk dapat membuat tingkat kultivasimu meningkat Freya !!..." gumamnya Agro dengan sedikit menahan amarahnya hingga terlihat urat di wajahnya.


" Itu tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan kepada seluruh keluargaku, ayah ibuku, adikku yang entah sekarang berada dimana dan saudara-saudara ku yang lain yang kau hilangkan nyawanya hanya untuk memuluskan keinginanmu itu. Dan satu hal Agro,10 tahun ini aku hanya berpura-pura untuk mengikuti apa yang kau inginkan, karena aku berharap pembalasan kelakuan picikmu itu dapat aku balas dengan mencabut nyawamu dengan pedang ini. Karena masih aku ingat kejadian 10 tahun yang lalu kau bunuh ayah dan ibuku didepan mataku tanpa sedikitpun rasa iba yang kau lihat kan,hanya senyum kemenangan yang tersungging di mulut jijikmu itu.


perkataan Freya membuat Agro mulai bingung namun tidak mengendurkan sikap siaganya untuk mempersiapkan jurus mematikan yang akan dirilis langsung menuju Freya menggunakan sebagian kekuatan dari agro yaitu element petir


" Kau pasti bingung kan Agro....kenapa aku tidak terpengaruh dengan ilusi yang sengaja kau buat untuk menciptakan kenangan baru yang ada di memori otakku ini agar aku melupakan kejadian pembantaian itu dan berharap aku memanggilmu ayah bukan 🙄😒"


" Betul, aku memiliki kekuatan pembalik dari element hitam yaitu element putih."


" sudah jangan banyak bicara, aku tahu kamu hanya mengulur waktu, padahal aku sedikit akan memberikan pengampunan dari kesalahan yang telah kau perbuat ini "


" Baiklah"


namun sebelum serangan Agro mengenai tubuh Freya, Freya sudah selesai melakukan persiapannya yaitu merobek ruang untuk memindahkan tubuhnya dari dunia soun ke dunia manusia/bumi


hanya dalam persekian detik yang menegangkan dan menentukan


"BIP...BIP....BIP...scan telah berhasil 100% dan lokasi sudah diketemukan"


" langsung menuju lokasi yang ditunjuk" perintahnya Freya dengan sedikit tersengal-sengal nafas yg dia keluarkan


" baik"


tidak buruk juga artefak yg diberikan kakek bakari....jika dwarf tua itu tidak mengenal ibuku,mungkin bisa jadi aku tidak memiliki kesempatan ini.....maafkan aku ibu gumamnya dalam hati sambil meneteskan beberapa air mata kesedihan.