
Pagi yang seperti biasanya dan jalanan kota KARA yang seperti biasanya dengan hilir mudik manusia untuk memulai kehidupan dengan bekerja sudah menjadi rutinitas yang sangat umum terjadi di setiap kota-kota besar diseluruh dunia.
Dari kejauhan dekat taman kota yang hampir setiap hari ramai dengan orang tua sepuh untuk berolahraga ataupun sedikit menggerakkan badan untuk melatih saraf motorik mereka yang semakin lama semakin berkurang akibat di telan waktu, tampak seorang anak muda berumur sekitar 12 tahun sedang berjalan santai dengan mata yang sedikit sayup akibat kurang tidur semalam sedang menggerutu akibat baju yang basah terkena siraman air dari semprotan taman yang secara otomatis hidup setiap paginya.
" Hari yang sangat sial....."
" Huft......"(sambil menghela nafas panjang)
harus sampai kapan aku sial terus seperti ini,semenjak aku lahir tak pernah sedikitpun aku merasakan kebahagiaan. Orang tua pun aku tak tahu.....hidup sebatang kara dengan mengandalkan iba dari setiap orang yang melihat kondisi tubuhku yang semakin kurus. apakah mati jawabannya agar aku dapat mereset dan memulai kembali hidup sesuai dengan keinginan saya ( hanya pikiran anak kecil yang biasa menonton ataupun membaca novel kultivasi dan menjadi percaya tentang reinkarnasi dan saking akutnya hingga dipikirnya hidup itu seperti game. Mungkin perlu diberi keterangan BO (bimbingan orang tua) seperti di televisi nasional kali ya disetiap novel di MT & NT agar semua reader masih bisa menggunakan akal sehat nya😁) bicaranya dalam hati.
huft......(menghela nafas kembali)
sudahlah lebih baik aku datang kerumah Bu peno untuk minta nasi uduk seperti biasa, barang kali aku dapat bonus dengan melihat anaknya yang akan berangkat sekolah. bicaranya dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri.
dengan semangat yang menggebu-gebu anak muda tersebut berjalan cepat menelusuri jalan besar yang tampak sepi disudut kota Kara agar mendapatkan sesuap nasi dari orang yang sudah biasa memberinya sarapan disetiap harinya.
saat dalam perjalanan menuju rumah Bu peno, pemuda tersebut berpapasan dengan seorang gadis cantik yang sedikit aneh dalam berpakaian.
Apakah hari ini ada festival atau memang gadis tersebut sedikit gerah sehingga bajunya hampir tidak terlihat seperti menutup aurat, dan tampak jelas lekukan tubuhnya seperti menggoda gumamnya dalam hati sambil sedikit melirik bagian depan bukit kembarnya.
namun belum selesai pemuda tersebut puas melihat, gadis tersebut seperti mengerti maksud dan tujuan dari mata nakal yang ditunjukkan kepadanya dan seperti gerakan yang berkedip gadis tersebut berputar 180° dan langsung mengambil pedang yang tergantung di pinggir pinggang gitar spanyol nya membalik mata pedangnya untuk menusuk tepat jantung pemuda tersebut dari belakang lebih tepatnya punggungnya
jlebbbb......
" Apa ini " (sambil memegang pedang yang tertusuk menembus hingga ke depan badannya,pemuda tersebut mulai bingung dengan apa yang terjadi hingga baju yang Kumal dan sedikit bolong-bolong diberbagai sudut mulai banjir dengan darah yg berwarna merah)
" Maafkan aku " gumam gadis tersebut sambil menarik pedang yang ternyata pedang itu dapat terbagi dua dengan warna putih yang masih tertancap dan warna hitam yang kembali menusuk jantung dari depan hingga tembus sampai kebelakang lebih tepatnya punggungnya
jlebbbb......
****.....mau mati pun masih saja sial ditusuk depan belakang....
sue.....sue....😤 gumamnya dalam hati
pemuda tersebut tidak mengetahui pada dasarnya apa yang dilakukan gadis tersebut adalah untuk kebaikannya, hingga beberapa detik kemudian muncul pola formasi kuno yg mengambang di udara dengan berbagai warna hingga meredup dan muncul kembali warna merah mendominasi dilanjutkan kedua pedang yang berubah menjadi bola-bola cahaya dan seluruh cahaya tersebut masuk meresap kedalam tubuh pemuda tersebut. Disisi lain setelah cahaya keseluruhan masuk kedalam tubuh pemuda tersebut muncul tato berbentuk naga jormungandr kemudian berubah menjadi kirin kemudian berubah lagi menjadi hydra dan yang terakhir Black dragon.
gadis tersebut sedikit khawatir dan heran dengan fenomena yang terjadi barusan, walaupun per sekian detik tato-tato itu bermunculan di dada kurus ceking pemuda tersebut tapi dapat dilihat dengan jelas di mata gadis tersebut bahwasanya tato yang bermunculan barusan adalah makhluk suci klan naga yang sudah lama punah di dunia soun dan jarang penduduknya disana tahu nama-nama makhluk suci tersebut.
"benar kata kakek Bakari, walaupun tidak sepenuhnya benar. bakal sekuat apa adikku ini...."
tampak sebelum hilang kesadaran pemuda tersebut mendengar gadis membisikkan kata-kata dalam telinga nya.
"adikku....hanya ini yg bisa kakak berikan untukmu, sisanya coba kamu ambil sendiri dengan kekuatan dan darah dari makhluk suci yg bersemayam di tubuhmu. Ingat kamu tidak sendiri.....
blarrrrr.....blarrrrr.....blarrrr
tiga kali petir berwarna hitam menyambar pemuda dan gadis tersebut. Entah bagaimana caranya petir itu dapat mengenai keduanya, dengan kekuatan yang maha dahsyat dari petir hitam membuat jalan yang dilalui berubah menjadi kawah sedalam 4 meter dengan diameter 20 meter membuat beberapa bangunan rumah penduduk pun di kanan kirinya menghilang berubah menjadi debu. Meski tidak ada korban jiwa dari penduduk disekitarnya berbeda hal dengan nasib gadis dan pemuda tersebut yang mulai membuat transparan tubuh keduanya seperti menghilang bertahap dari bawah hingga seluruh tubuh keduanya lenyap dengan hitungan per sekian detik. Namun sebelum hilang tubuh pemuda tersebut berteriak
"sial.....petir pun iri jika aku mati dipeluk gadis cantik yang mengaku sebagai kakakku ini"
dan semua pun menjadi gelap.
kenapa petir tersebut masih dapat mengejarku hingga kedunia manusia ini...padahal aku sudah menutup kembali robekan dimensi yang beberapa waktu lalu aku lewati. Apakah Agro mengikuti jejak waktu yang aku tinggalkan.... entahlah apa yang akan terjadi dengan tubuhku ini,yang jelas aku sudah melaksanakan apa yang diperintahkan oleh kakek bakari...semoga prosesnya dapat berjalan lancar, dan aku dapat dihidupkan kembali dengan pecahan Jiwa yang aku tinggalkan pada dirimu adikku. walaupun nantinya akan membutuhkan waktu yang lama, aku pasti akan menunggu waktu itu tiba untuk memeluk dan meminta maaf dengan semua kesedihan yang kau lalui didunia ini....berjalanlah dijalan yg benar dengan menjunjung tinggi keadilan adikku.... gumamnya dengan air mata yang mengalir deras di pipi putihnya dan menghilang dari dunia ini.
di langit diatas kota Kara sesosok makhluk dengan jubah kebesarannya berwarna merah dengan motif sisik naga dan dua tanduk dikeningnya yang tumbuh beberapa cm dan ekornya yang panjang bergerak-gerak seperti sebuah eksistensi maha agung yang melayang di udara adalah benar-benar sosok yang tidak dapat disinggung baik lewat sikap ataupun bicara...dialah Agro sang patriak/penguasa klan naga di dunia soun
"Suatu saat kau akan mengerti apa yang aku lakukan ini bukanlah keinginan ku Freya......"