Don't Love me

Don't Love me
part 1 - Ketos Galak



Karena cinta itu kalau datang gak harus kenal dengan waktu dan tempat kan?


------------------------------


"Huft untung aja bu Erika belum masuk kelas" ucapnya lalu masuk kedalam kelas dan duduk dikursinya


"Akira lo darimana aja sih ini udah jam berapa coba untung bu Erika gak masuk hari ini" ucap gadis dengan rambut terurai lurus


"Selamat deg kalau bu Erika ga masuk jadi gua bisa aman" ucap Akira


"Eh tapi lo pasti tadi kena hukuman kan gara gara telat" ucap gadis dengan rambut terurai dengan gelombang


"Gua kena hukuman? Ya jelas ngga lah" ucap Akira dengan santai


"What? Kok bisa sih?" Ucap mereka bersama


"Ya bisalah gua gitu loh" ucap Akira dengan bangga


"Tapi Kir menurut gosip sekolah belum pernah ada satu pun siswa yang lolos dari hukuman ketua osis itu kan"


"Emang sih tapi Alena asal lo tau aja ya gua kabur juga bukan karna gua gamau dihukum tapi ketua osis itu ga adil tau kalau ngasih hukumam buat gua" jawab Akira pada sahabatnya Alena


"Gak adil gimana sih?"


"Ya masak dia suruh gua keliling lapangan 7 kali sedangkan yang lainnya cuma 5 kali doang"


"Kok bisa gitu, lo pasti buat kesalahan sama dia"


"Kayaknya sih, eh tapi Fan tadi gua sempet ngeledek dia sih tapi ga serius kok suer" balas Akira pada Fanny


"Nah itu dia penyebabnya" jawab Fanny dan Alena bersamaan


"Emangnya kenapa sih? Lagian juga tu cowok kan cuma ketua osis doang"


"Astaga Akira parah lo, lo sama sekali gatau ketua osis itu siapa?" Tanya Fanny


"Ngga" balas Akira dengan muka polosnya


"ASTAGAA AKIRAAA LO KALAU O'ON JANGAN DIPELIHARA NAPA SIH"


"Aduhh Fanny Alena please deh gausah teriak teriak telinga gua masih bisa denger kok" ucap Akira sambil menutup telinganya


"Emang siapa soh tu cowok gua tadi juga lihat sih banyak siswa yang takut sama tu anak"


"Huft, jadi ketua osis itu namanya Kak Nathan dia kakak kelas XI Mipa 5 kelas yang dikenal paling pinter muridnya tapi karena guru pada bingung kerena kelas banyak yang penuh akhirnya kelas itu ditaruh dipojok gedung deket sama golongan kelas Ips dan kelas itu ada dilantai 3" ucap Fanny


"Dan parahnya Kak Nathan itu kakak kelas yang paling terkenal kedisiplinan dan kerapiannya dia salah satu anak kelas 11 yang paling pinter dan meraih banyak piagam tau" sambung Alena


"Ya terus hubungannya sama gua apaan?" Tanya Akira


"YA JELAS ADA LAH" sentak mereka berdua


"Gini ya Akira yang pinter tapi otaknya rada o'on, gua kasih tau yah Kak Nathan itu orangnya tegas dan dingin serta tapi dia itu punya muka yang fresh dan cool tau" lanjut Alena


"Dan dia punya banyak banget penggemarnya karena selain punya sikap yang dingin kak Nathan itu kadang juga bisa jail tau" sambung Fanny


"Dan karna lo udah cari masalah sama Kak Nathan lo harus siap siap deh kayaknya Kak Nathan bakal cari cara pasti buat ngerjain lo" lanjut Fanny dan Alena


"Heh mau ngerjain gua? Gak bakalan bisa nih ya belum ada yang pernah satu siswa pun yang berani cara masalah sama gua" balas Akira


"Lagian ini juga udah semester dua jadi sebentar lagi tu cowok bakal dicabut kan jabatan ketua osisnya dan gak akan bisa ngapa ngapain lagi" sambung Akira


"Tapi Kir ada hal yang gak lo tau Kak Nathan itu terkenal sempurna dimata anak SMA Pelita Cendikia jadi gak menutut kemungkinan dong anak anak bakal milih Kak Nathan lagi sebagai ketua osis" jawab Alena


"Ya terus sekarang gua mesti ngapain?"


"Ya lo minta maaf lah Kir sama Kak Nathan" ucap Fanny


"Dih ogah banget gua minta maaf yang salah tuh dia bukan gua" ucap Akira


"Hadeh serah lo deh Kir mending ke kantin aja yuk laper nih gua" ajak Alena


"Setuju mumpung jamkos juga kita cabut aja" balas Fanny


Akira, Fanny dan Alena pun akhirnya pergi meninggalkan kelas dan di kantin mereka menemukan temannya yang lain yang ternyata sedang bolos juga


"Woy enak banget nih makan gak ngajak ngajak yah" ucap Akira pada sekumpulan cowok yang duduk dibagian pojok kantin sekolah


"Yaelah Kir gua kira tadi lo lagi pelajaran gitu makanya kita kesininya berempat doang" ucap salah satu cowok dengan rambut keriting


"Yaelah Riz bu Erika sekarang gak masuk katanya ada urusan mendadak makanya kita bertiga bisa cabut ke kantin" balas Alena pada Rizal


"Yaudah lu semua duduk aja biar pesenin aja" ucap Alex yang duduk disamping Rizal


"Gua pesen mie pangsit aja sama lemon tea satu" jawab Akira


"Yang lain?"


"Samain aja deh kayak Akira" balas Fanny lalu duduk disamping Akira


"Eh iya Bas lu kan paling tau tuh soal kelas 11 lu tau tentang si Nathan itu gak ketua osis itu" tanya Akira pada Bastian yang duduk disampingnya


"Kak Nathan anak XI Mipa 5 itu?" Balas Bastian


"Iya itu"


"Emangnya kenapa Kir tumben amat lo tanya tentang anak kelas 11" balas cowok disamping bastian


"Jadi gini Van temen lo yang satu habis cari gara gara sama Kak Nathan" balas Fanny


"Seriusan lu Kir wah parah nih anak" ucap Bastian


"Emangnya kenapa sih Bas tu cowok bahaya emangnya?" Tanya Akira


"Astaga Kira lu kalau mai cari masalah liat liat dulu kek orangnya jan main sasar aja" balas Bastian


"Gini deh Kak Nathan itu bukan cuman ketua osis doang tapi dia itu murid kesayangannya guru guru karna dia juga sekaligus donatur terbesar di SMA ini bahkan dia bisa aja mecat guru manapun yang ngebuat dia gak nyaman" lanjut Bastian


"Ohh jadi itu dia cowok yang sering digosipin karna bokapnya itu donatur terbesar disekolah ini" balas Akira


"Yap dan gak memungkinkan dia bisa aja ngeluarin lo dari sekolah" ucap Elvan


"Lagian lu ngapain cari gara gara sama Kak Nathan sih Kir?" Tanya Rizal


"Gua ga cari gara gara ya lagian salah tu cowok juga dia komenin penampilan gua udah kayak emak emak aja mentang mentang cuma gua satu satunya cewek yang telat tu cowok seenaknya aja" kesal akira


"Yaudahlah lo berdoa aja sih semoga Kak Nathan gak bikin perhitungan sama lo" ucap Elvan


"Wei ges lu bahas apaan sih seru amat, oh ya nih pangit lu bertiga" ucap Alex


"Kepo aja lu Lex udah mending bahas yang lain aja" balas Akira sambil memakan pangsitnya


"Eh iya Kir gua denger denger gosip baru baru ini katanya adek tiri lu jadian tuh sama mantan lu emang bener yah" tanya Rizal


"Gua gatau juga sih toh kalau pun mereka jadian juga udah bukan urusan gua karna dari awalnya mereka udah selingkuh dibelakang gua" balas Akira


"Tapi Kir lo kan udah 2 tahun lebih pacaran sama Rendy masa sih lo lepas begitu aja" ucap Bastian


"Ya gua emang udah pacaran 2 tahun lebih sama Rendy tapi sekalinya gua lihat dia selingkuh sama Sandra gua juga ogah kali mau pertahanin dia gua paling benci ketika apa yang gua punya dipegang sama Sandra gua gak akan mau lagi"


"Sama halnya kek Rendy dia udah selingkuh sama Sandra jadi ya gua ga akan pertahanin dia" lanjut Akira


"Segitu bencinya lo sama Sandra Kir?" Tanya Alex


"Iya gua benci gua benci banget sama Sandra terlebih sama nyokapnya gua paling benci sama mereka berdua" ucap Akira dengan penuh tekanan dan mata yang berkaca kaca


"Lo harusnya bisa lupain masa lalu itu Kir itu semua udah takdir dan mereka kan gak salah apa apa" ucap Rizal


"Gak salah lo bilang? Gara gara mereka gua selalu bertengkar sama bokap gua setiap hari dirumah gua selalu kabur dari rumah dan karena mereka gua kehilangan sosok orang yang paling gua sayangi didunia ini" ucap Akira lalu menetaskan air mata


"Tapi Kir kenapa yang lo benci malah anaknya Sandra bahkan gatau apa" ucap Alex


"Sandra emang gatau apa apa tapi semenjak dia ngambil Rendy dari gua sejak saat itu benci gua semakin menambah ke dia"


"Udahlah gua ga pen mbahas ini gua ke toilet dulu" ucap Akira lalu pergi


Akira tidak benar benar pergi ke toilet ia pergi ke rooftop untuk menenangkan dirinya karena hanya disanalah tempat yang sepi dan jarang ada orang


Dirooftop Akira duduk diatas bangunan yang ada disekolah ia duduk sambil memandangi bangunan disekitar sambil masih meneteskan air matanya


Tring...tring...tring...


Telfon milik Akira tiba tiba berbunyi disaat ia telah tertidur lelap


"Aduh siapa sih nelfon gatau waktu banget sih" kesal Akira lalu mengangkat telfonnya


"Akira ya ampun lo dimana sih tadi katanya ke toilet tapi kok lo ga ada sih udah jam berapa ini pelajaran bahkan udah ganti dari tadi lo dicariin tau gak sama pak Erdi tadi untung gua masih bilang alesan" ucap gadis disabrang sana


"Astaga Lena sorry sorry gua ketiduran tadi gua sekarang ada di rooftop" jawab Akira sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 lebih 30


"Yaudah mending lu langsung ke kantin aja deh kita ngumpul di pojok lagi kayak tadi lagian ini juga udah jam istirahat juga" balas Alena


"Yaudah deh kalian tunggu disana aja" jawab Akira lalu menutup telfonnya


Akira langsung melompat dan akan lari menuju ke pintu akan tetapi


"Aduhh" guman Akira lalu melihat didepannya ada sosok pria bertubuh tinggi dengan seragam yang rapi


.


.


.


.