
Om hendra berbicara '' langsung aja ya ke inti acaranya jadi kita berkumpul disini bukan hanya untuk bersilaturahmi sesama tapi ada tujuan yang lebih penting yaitu kita akan menjodohkan '' deg, aku langsung terdiam hah jodohin? Jodohi siapa??. '' nak nara dan..'' deg degan masak aku sii. ''nak heeseung '' lanjutnya, disaat yang lain tepuk tangan aku hanya berusaha mencerna apa yang tadi om hendra katakan. 'HAH?! GW DIJODOHI SAMA NI ORANG ' batin ku. ''bagaimana apa kalian setuju'' tanya tante mona.
*mon maap kalo kadang pake aku kadang gw*
''gak'' ''iya'' ucap gw barenga dengan hee. '' engga saya gak mau tante.'' ucap gw. ''aku mau ma'' ucap hee kepada mamanya. '' enggak gw ga mau ya sama lo'' ucap gw sambil sedikit ngegas. ''rara ayo laah kamu jangan kayak gitu. Kamu mau apa nanti mama beliin'' bisik mama. '' tapi ma-'' ucap ku dan dipotong oleh mamaku lagi '' + album seventeen full, pc jeonghan wine+ pc jeonghan full.'' bisiknya lagi. '' deal'' ucap gw sambil tersenyum puas. ''iya dia mau kok kak tadi dia masi bingung'' ucap mama ku ke tante mona. ''oh iya, bener kamu mau nara?'' tanya tante mona lagi. gw bigung harus jawab iya apa engga dan ''iya tante'' ucap ku, aku yakin dengan pilihan ini, demi mendapatkan jeonghan aku rela ㅠㅠ. Semua bertepuk tangan dan bersorak bahagia. Setelah itu mereka semua lanjut mengobrol , ''ma aku pulang duluan ya'' bisik ku. ''oh kamu mau pulang, nih kunci, mama ada kunci cadangan kok'' ucap mama ku. '' kak ini nara nya mau pulang duluan katanya , gapapa ya?'' tanya mama ke tante mona. '' oh ya gapapa kok, atau mau sekalian diantar pulang sama heeseung?'' ucap tante mona. ''e-eh gausah tante aku bisa pake taksi kok atau suru temen jemput,duluan ya semuanya'' ucap ku sambil keluar dari ruangan itu. ''huufftt akhirnya gw keluar juga dari penderitaan'' gumuam ku sambil berjalan. ''bisa gilak gw kalo kayak gini terus, apa coba kata temen temen gw nanti, iiiss demi lu doang ni ya yoon jeonghan rela gw diambil om om'' lanjutku. Tetiba aku merasa ada yang menyelimuti ku, saat aku melihat apa itu dan ternyata itu jas aku melihat kebelakang dan ternyata itu heeseung, ''siapa yang kamu bilang om om?huh?'' ucapnya. aku melepaskan jas yang dia pakai kan ke aku dan '' elo , kenapa emang nya ga seneng lo?'' jawab ku. '' hey, nanti kamu sakit pake aja ini, apa perlu aku buka kemeja ku?'' ucapnya sambil meletakkan kembali jas itu ketubuhku dan hendak membuka kancing kemeja nya, aku tahan dia dan tak sengaja menyentuh dadanya(?) aku terdiam sejenak entah kenapa ia terliahat ganteng pada saat ini. ''yaudah gak aku buka, yuk balik bareng aku'' ucapnya memcah lamunanku. ''yaudah'' aku meng iyakan dan 'apa apaan gw masak gw mikir dia ganteng si elah, inget jeonghan naa ,inget' batinku. Sampai nya di mobilnya, baru saja aku ingin memasang seatbelt tiba tiba mukanya berada tepat didepan ku dan tangan nya meraih seatbelt untuk dipasang kan ke gw. gw menoyor kepala nya ''gw bisa sendiri kali'' ucap ku. '' aduh sakit tau'' ucapnya sambil mengelus jidatnya. ''sok imut lo'' ucapku. ''heh ga boleh kayak gitu ngomongnya sama suami'' ucapnya. ''dih sejak kapan lo jadi suami gue'' ucapku. ''calon maksudnya.'' ucap nya. ''dih najis gw sama lu, orang suami gw aja jeonghan'' ucap ku. ''sttt berisik deh kamu'' ucapnya sambil menaruh jari telujuknya dibibir ku dan setelah itu ia mengelus dagu ku (?).
Selama perjalanan mobil itu terasa sepi tidak ada yang memulai pembicaraan. aku memutuskan untuk mengotak ngatik radio mobil (?) pokoknya itu lah gak tau namanya. Untuk mendengarkan lagu seventeen. To you -- seventeen, sebagai pencinta jeonghan aku mencintai lagu ini. ''lagu siapa ini??'' ucapnya sambil fokus kejalanan, ''seventeen'' ucap ku sambil lanjut menyanyi part tercandunya yaitu 'Soyongdorichineun haru soge
Sasohan haengbogeul naege jwoseo
Sesangui modeun misoreul jwiyeojwoseo' dengan suara ku yang sangaaattt cantiikkk, sambil mendalami artinya. ''wooww'' ucapnya tiba tiba. ''napa?? Ada yang salah sama suara gw'' ucapku. ''gak kok. Suara kamu bagus banget, lagunya juga bagus trus ekspresi kamu juga keren'' ucapnya panjang lebar. ''bisa ae lo, jadi maloe guwe'' ucap ku sambil sedikit bercanda , dan dia hanya tersenyum. ia memulai percakapan dan aku hanya menjawab seadanya saja.
''eum heeseung'' panggil ku. ''iya'' sahutnya. ''eeuumm bisa ga besok lo gausa deket deket sama gw di sekolah trus jangan kasih tau ini ke siapa pun dan anggap aja ga terjadi apa apa ya?, pliiisss 🙏'' ucap ku sambil memohon. '' kenapa?'' tanya nya. ''gw gak mau mereka tau '' sambil memasang tampang ketakutan. ''kalo aku gamau''
ucap nya. ''ya kalo lo gak mau si gampang , tinggal batalin'' ucap ku enteng. '' + beliin semua yang gw mau, mau?'' lanjut ku. '' eh jangan dong, iya janji deh aku gak deket deket kamu waktu disekolah. Tapi kalo ga disekolah boleh kan deket deket?'' ucapny. ''serah lo'' jawab ku.
Singkat cerita kami pun sampai depan rumah. ''thanks ya'' ucap ku sambil turun dari mobil, tapi tangan ku di tahannya. ''yang ikhlas dong sayang'' ucapnya. '' dih, terima kasih ya heeseung yang baik'' ucap ku dan melebaskan diri dari dia. ''nah gitu dong.'' ucap nya. ''sampe ketemu esok, dah'' ucapnya sambil melambaikan tangan ke gw. '' dah pigi lo'' ucap ku sambil mengusirnya.