
Bel pulang sekolah pun tiba, aku dan yang lain segera keluar dari kelas, sampai depan gerbang ''lo yakin mau nunggu disitu? Gak disini aja?'' tanya taki, ''iya tenang aja lo, gw gapapa kok nunggu disana, lagian kalo disini entar ape kata fansnya, ntar gw juga yang dihujat'' ucap ku.''yaudah baek baek lo sama dia'' ucap riki dan kujawab oke. Aku berjalan ke arah cafe di samping sekolah ,aku menunggu nya sambil membeli minuman disitu, dan sampai minuman jadi aku tidak melihat tanda tanda kehadirannya karena aku kesal aku memutiskan untuk meneleponnya,
Di telfon
''hallo?'' ucapku di ponsel
''iya, aku udah nunggu kamu niih didepan'' ucapnya
''didepan mana?, disini gaada kendaraan kok'' ucapku.
''kamu emang dimana?'' tanya nya.
'' didepan cafe lah'' jawabku.
'' ooh itu, bentar'' ucapnya
''hehe'' hee.
Aku pun menutup telfonnya, aku kelupaan bilang kedia kalo ia gak bisa biar aku naik ojek saja.
Tak beberapa lama ada sebuah mobil yang tidak asing, disaat aku sedang mencoba mengingat dimana aku pernah menemukan mobil ini, tiba tiba pemilik mobil turun dan ya itu heeseung, ia turun untuk membuka kan pintu untuk ku, '' silahkan masuk nyonya'' ucapnya, ''apaan sih'' ucapku. Aku memasuki mobilnya dan memasang seatbelt, ia mengendarai mobilnya, aku sedikit mencuri pandangan ke dia dan saat aku melakukan nya pasti ia melihatku, aku menghidupkan radio untuk mencairkan suasana. ''kamu lagi kenapa?'' tanya nya, ''ha?? Aku ?? Kenapa??'' tanya ku balik, '' tuh tumben kamu pake aku kamu biasanya juga nggak mau pake aku kamu'' ucapnya, ''ya emang kenapa??'' tanya ku, '' ya gapapa siii, lebih bagus malah'' ucapnya, dan aku hanya diam, aku meminum minuman ku, aku melihat dia yang sedang melihat ku meminum seperti ingin, ''mau??'' tanya ku pada nya dan ia mengangguk, aku pun memberikan minuman itu untuk nya, ''enak?'' tanya ku, ''iya'' mas argajawabnya, '' lain kali aku beliin kamu kalo pulang bareng'' ucapku, '' gausah kita bagi dua aja'' ucapnya, ''kenapa?'' tanya ku, ''gapapa, biar hemat'' ucapnya dengan smirk, '' kamu mau makan apa?'' tanya nya, ''eummm apa ya, burger bole deh'' jawabku ''okee'' ucapnya, kami pun membeli burger, setelah membelinyq kami pun pulang kerumah ku, ia mengikutiku kekamar, ''aku ganti baju dulu, kamu??'' tanya ku, '' aku ada pake daleman baju kok'' jawabnya, ''oke'' ucapku sambil masuk ke kamar ganti dan aku pun mengganti bajuku. Saat selesai mengganti baju aku keluar dari kamar ganti aku melihat hee yang sedang berbaring di atas kasur ku, ia hanya membuka kancing kemeja dan kaosnya terlihat, '' kamu gak ganti baju??'' tanya ku, ''kaos ku basah ternyata'' ucapnya , ''yeee tu tadi kan aku tanyain juga'' ucapku sambil berjalan mengambil baju ku
''nih'' ucapku sambil memberikannya baju itu ia hanya terdiam ia seperti bertanya tanya kenapa aku bisa punya baju ini dan apakah ini baju untuk cewe, '' itu baju cowo kok, tapi tenang itu baju punya ku kok'' ucapku dan di jawab anggukan olehnya dan dia mengganti pakaiannya, aku duduk dikasur sambil ingin memilih tontonan dan tak sengaja ake melihat kearah diamana ia ganti baju ''aaa ,heeseunggg'' teriakku, ''kenapa sayang?'' ucapnya sambil memakai baju, '' iii pake bajunya di ruang ganti dong jangan disini'' ucapku sambil mengalihkan pandangan dan aku mendengar ia seperti tertawa kecil sambil berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti celananya. '' rara dirumah aja ya, mama sama papa mau keluar sampai malam kayaknya, mama kunci dari luar ya'' ucap mama ku dari pintu. ''oke maa'' ucapku, hee keluar dari kamar ganti ''gimana?'' tanya nya , '' bagus kok, untuk kamu aja'' ucapku, '' engga ah'' ucapnya, ''kenapa?'' tanya ku, ia berjalan dan duduk di sebelah ku '' nanti kamu mikir aneh aneh trus gosipin aku lagi sama temen temen kamu'' ucap nya,'' engga kok, ambil aja lagian aku udah jarang pake baju itu'' ucap ku, dan dia hanya tersenyum, '' makan dulu yuk'' ajak nya, kami pun memakan makanan yang kami beli tadi.
Setelah selesai makan kami memutus kan untuk menonton film, aku dan hee duduk di kasur sambil menikmati film nya, kami menonton film horror, di tengah tengah film ia tiba tiba merangkul ku ,dan di saat ada jump scare aku refleks memeluk dan ia hanya mencoba menenangkan ku.
Setelah menonton film kami tidak tau mau melakukan hal apa, jadi kami hanya main hp. Aku mulai merasa bosan jadi aku mengambil camilan dan menonton gose, saat aku meletakkan hp aku kaget tiba tiba aku melihat hee sedang menatap ku, ''kenapa?'' tanya ku kepada nya, '' ah gaada kok'' ucapnya , aku mengambil camilan disebelah kadur ku dan menghidupkan tv untuk menonton gose, tapi ia terus saja melihati ku dan aku merasa tidak nyaman, ''kamu tahu gak kalo kamu tu cantik?'' ucapnya tiba tiba, aku kaget dan refleks mencubitnya memastikan apakah ia masih sadar, aku menatapnya aneh, dan melanjutkan tontonan ku '' aku gak mimpi kok sekarang'' ucapnya sambil tetap menatap ku, aku memberhentikan video yang ku tonton dan melihat kearah nya ''udah lah hee, kamu kalo sakit pulang aja'' ucap ku sambil kembali menonton , '' aku gak sakit nara, aku serius'' ucapnya, aku kaget saat dia panggil aku 'Nara' yaa aku sudah jarang dipanggil dengan nama itu bahkan guru sekali pun memanggil ku 'nana'. '' kamu kenapa si seung?'' tanya ku sambil melihat dia, ''kamu melakukan ini semua karna dare dari teman kamu kan agar kamu bisa sepuasnya nyuruh mereka'' ucapnya, aku kaget dengan ucapannya ''i-iya gw jujur gw ngelakuin ini semua karna mereka'' ucapku dangan kecewa , '' maapin gw seung gw gak bermaksud'' lanjutku, aku melihat dia menunduk seperti merasa kecewa , '' aku tahu semuanya kok, maapin aku juga karna selama ini aku salah'' ucapnya, '' lo salah apa? setau gw lo ga bersalah, semua ini salah gw'' ucap ku, ''semua ini salah aku,aku minta maaf banget sama kamu, aku juga melakukan itu semua karena dare dari teman teman ku'' ucapnya, '' hah? Maksud lo apa hee?'' tanya ku heran, ''dulu aku di dare sama temen temen ku untuk mendekati mu karna kamu keliatan friendly sama semua cowo, jadi mereka menyuruh aku untuk mendekati kamu selama seminggu, dan ternyata itu gagal selama mendekati kamu aku merasa ada yang berbeda dengan kamu, kamu kelihatan nya menarik berbeda dengan cewe lain, jadi aku keterusan ngedeketin kamu tapi sekarang itu bukan karna dare melainkan karena kemauan ku sendiri, jadi pesan ku kamu kalau benar benar tidak mencintai aku sudah gak usah diterus kan dare nya, terimakasih aku pulang dulu'' ucapnya sambil hendak keluar dari kamar ku '' tunggu, hee'' ucap ku , '' duduk lo'' lanjut ku dan dia duduk di dekat ku , ''huuh, gw... Kaget loh lo ngomong kayak gitu, jujur gw minta maaf sama lo dan gw mau bilang terima kasih karena lo udah mau jujur sama gw, gw tau kok perasaan lo, lo pasti sakit hati, gw... Minta maaf '' ucapku sambil menunduk dan meneteskan air mata, ia langsung mengusap air mata ku,''kamu gak salah kok'' ucap nya, '' maafin aku ya, sebenarnya aku..''