
Hahhhhhhh, Aku ada dimana ini “
Aku melihat keu sekeliling dan melihat keu arah jam sudah pukul jam lima pagi dan ada yang
mengmanggilku
“Oi bocah kau sudah bangun, sukurlah kau tidak kenapa-napa”
“Aku ini ada dimana?”
“Kau ada dirumah ku,tadi aku melihat mu sedang tergeletaj di bangunan tua yang sudah hancur”
“Oh iya dimana perempuan yang memakai pakaiyan serbamerah?”
“Aku tidak melihat nya, aku menemukan mu hanya seorang diri sajah”
“Kalau begitu terimakasih telah menyelamat kan ku Yusao”
“Tidak apa-apa lain kali kau harus berhati-hati”
“kalau begitu aku akan pulang saja, aku kawatir bibi ku dan sepupu ku mencemaskan ku,kalau begitu
dahhh dan terimakasih”
“Yah kau juga harus berhati-hati jangan mudah terhasut”
“Terhasut oleh siapa?”
“Tidak lupakan sajalah”
Aku punlang dan sampai dirumah untung saja semua nya sedang tidur aku begegas keu kamar mandi
untuk membersihkan badan ku.
Dan jam pun pukul delapan pagi dan melihat berita ada keuluarga yang dibunuh denga berutal dan
tiba-tiba hp ku berbunyi.
“Yurei cepat keu markas ada keu adaan darurat!!”
“Baik ketua”
“Maaf yah bi makan nya engak abis aku harus keu markas ada keu ada an darurat”
“Yah kalau begitu hati-hati”
“Ya bi”
“Kaka mau kemana?”
“Kaka mau berkerja dulu ada keadaan penting, dah yah Asuka janga nakal”
“iya ka hati-hati’
Aku pun langsung menuju ku markas dan menemui keutua.
“Ketua keadaan darurat apa ketua?”
“Kita keu habisan bahan makan!!!”
“Ehhhhh, Apaaaaaa cuma kehabisan bahan makan sajah”
“Maaf yan Yurei”
Menjawab sabil terseyum
“Kalau begitu mana ungan nya sinih aku bellikan”
Ketua pun memberikan ku selebar kertas daftar belanjaan
“Ini misi yang sangat pentin jangan terlupakan satupun kalau kau sampai terlupakan satu pun kau aka
menerima kan akibat nya”
Menjawab denga mengacam
“Ahhh ketua ada-adasajah”
“Oi Yurei kau maukemana?, kau sudah pagi-pagi ginih udah sampai kau anak rajin yah”
“Oh Kaori aku mau pergi keu pasar mau beli bahan makan”
“Kalau begitu aku juga mau ikut bersama mu”
Apa Kaori mau pergi keu pasar bersamaku terlihar sepasang keu kasih sajah
Suara batin ku
“Tidak usah Kaori aku bisa belanja sendiri”
Sambil muka memerah
“Tidak apa-apa sekalian mau membeli bahab-bahan latiha memasak ku”
“Ohh Ehhhhhh kau latihan memasak, emng nya kau tidak bisa memasak?”
“Apa kau bilang hahhhhhh, aku haya mau memperbagus skill memasak ku dan aku akan mengalakan
Yasuo “
Menjawab sabil marah
“Kaalau begitu mari kita berangkat”
‘Oi anak baru kau mau kemana?”
“Kita akan kepasar Toshiko”
“kalau begitu aku mau nitip bir, kalau kau kelupaan membelinya akan kubunuh kau”
“Baik senpai”
Menjawab dengan rasa takut
Kita pun sudah membeli persedian makanan
“Ketua ini bahan makanan nya”
“Kau taruh sajah makanan nya didapur”
“Baik ketua”
“Nih senpai bir nya”
“Kau lumayan berguna juga yah kalau begitu terimakasih”
“Yah sama-sama”
“Yasuo ini bahan makanan nya simpan di mana yah”
“Oh simpan sajah disanas”
“Guru aku sudah membeli bahan makanan untuk latihan nya, kapan kita latihan memasak nya?”
“Serkarang sajah, akan kuajar kan makanan enak”
“ehh ternyatai gurumu Yasuo, kukira kau les memasak dan kau akan mengalah kan nya”
“Emang nya kenapa hahhh”
“Tidak apa-apa”
Tiba tiba ada pangilan tugas
“kepada Yurei, Arata dan Shinci menghadap segera kepada ketua”
Setelah mendengar panggilan Toshiko aku pun langsung keu ruangan keteu dan disanan ada Arata dan Shinci
“Aku ada tugas kekalian bertiga untuk mengatar kan dokumen ini keu pemburu iblis negri dan kau Arata sebagai penanggung jawab mereka”
“Emang nya itu dokumen apa ketua?”
“Dasar kau anak baru itu dokumen pemberantasan iblis yang kita lakukan selama sebulan ini”
Menjawan sambil marah ketua dan Shinci tertawakecil
“Kenapa harus dikirim keu pemburu iblis negri?”
“Karna pemburu iblis swasta tidak mempunyai sertivikat resmi dan karna itu pemburu iblis swasta harus membuat laporan setiap sebulan sekali”
“OIIII kapan mau dikirim nya dokumen nya ?!!!”
Menjawab dengan nada suara keras dan marah
“Baik keutua, kami akan kirim dokumen ini sekarang”
Kami bertiga pun berangkat keu pemburu iblis negri mengunakan mobil
“Jadi ini markas pemburu iblis negri, besar sekali ternyata”
“Oh iya ini pertamakali kau kesinih”
Tiba tiba ada yang memanggil
“Hei Yurei”
“Ehh Minori lama tidak ketemu, jadi kamu tugas disinih”
“Iya Apa kamu mau memberi dokumen laporan kegiatan”
“Iya”
“Kalau begitu masuk sajah, tapi kau harus hati hati”
“Emang nya kenapa?”
“Aku juga sudah tau”
“Emang nya ada apa wakil ketua”
Kami pun masuk kedalam dan di sanbut denga para anggota pemburu iblis negri denga di bully
“Hei lihat para pencungdang itu kenapa mereka berani sekali keu sinih?”
“Iya dan mereka tidak pantas di sebut pemburu iblis mereka hanya kumpulan orang bodoh”
“Apa yang kau bilang !!”
“Sudah hentikan yurei, memang mereka begitu dan tidak ada guna nya juga untuk meladening mereka”
kami pun lasung menuju keu rungan ketua pemburu iblis negri
“Selamat siangan ketua Zen ini saya mau memberikan laporan bulan ini”
“Jadi dia ketua disinih ya senpai”
“Iya tapi dia sangat buruk sekali”
“kenapa”
“Bagus kalau begitu para pencundang, tetapi kau hanya sajah membebaninpekerjaan ku, kalau sajah Gin itu bukan adik ku pas ti kalian tidak ada disinih”
“Kalau begitu kami akan pergi, terimakasih atas pekerjaan nya”
“Ketua Zen memang kau ini kuakui kau ini kuat tapi sikap muh sangat buruk sampai anggota muh sajah meniru prilaku buruk mu, tapi aku tidak terima kau merendah
kan kami, kami pun berusaha untuk tidak seperti pecundang”
“Yurei apa yang kau kata kan kau sekarang harus meminta maap kepada ketuaZen”
“Ketua Zen maaf kan anak baru itu dan aku pun mintaa maaf tidak bisa mendidik nya denga benar”
Tiba tiba Zen memukul Arata sampai jahtuh
“Apa yang kaulakukan kepada wakil kapten hahhh”
Sambil denga emosi
“Memang dia pantas untuk menerima nya karena dia tidak bisa mendidik mu dengan benar kalau kau bukan pecundan bagaimana kita bukti kan anak kurang “
“Baiklah”
“Apa kau tidak waras Yurei”
“Aku tidak bisa diam kalau teman ku di hina terus menerus”
Kami pun pergi ke stadium
“Yurei kau ini memang sangat bodoh tapi aku bangga kau sangat berani kalau begitu berjuanlah janga sampai kalah”
“Baik wakil kapten”
“Jangan sampai babakbelur Yurei”
“Baik senpai”
Aku pun masuk kearena dan disanah banyak sekali yang menonton
“AKAN Kukalah kan kau Ketua Zen!!!!!”
Zen hanya tersenyum kecil