
Sudah seminggu Sura bersekolah dan Sura sangat senang dengan sekolah itu
Hana juga setiap hari akan bersama dengan Sura selama di sekolah biarpun Hana dan Sura beda kelas tapi Hana dan Sura selalu bersama sama, begitu juga dengan namra dan ssoyoung mereka berdua juga sudah bersahabat dengan Hana
Jam 06.20
Sura sudah sampai di sekolah SMA Seoul cuaca pagi itu sedikit sejuk dan juga hari itu cerah
Sura setiap hari datang ke sekolah tepat waktu atau bahkan terlalu pagi
Berjalan di lorong yang sedikit sunyi dan menuju ke kelas IPA 1 dengan langkah santai, mendorong pintu dengan santai dan berjalan ke bangkunya
Setelah mendudukkan bokong nya Sura mengeluarkan alat tulisnya dan menata dengan rapi di mejanya
Karena masih sangat pagi dan hanya ada Sura seorang di kelas, membuat Sura bosan dan pada akhirnya Sura memilih memainkan handphone nya
Membuka aplikasi Spotify dan memutar lagu first love dan memasang handset di telinganya
Sura begitu menghayati lagu yang ia putar, Sura menutup matanya dan mengikuti lirik lagu, Sura ikut bernyanyi dengan suara hati kecil nya tentunya hanya dia yang dapat mendengar nya
Sangking asiknya Sura mendengarkan lagu di Spotify ia tak menyadari seseorang yang memasuki kelas nya dan duduk di sampingnya
Sedang dalam mode asik Sura terus bernyanyi dengan suara hatinya dan tanpa memberi izin seseorang yang ada di samping Sura, melepas dengan sengaja handset bagian kirinya dan memasang ke telinganya
Secara refleks Sura menoleh ke samping dan bisa Kalian bayang kan betapa dekat wajah Sura dan lelaki itu
Beberapa menit saling melihat kornea mata satu sama lain akhirnya Sura tersadar dan menyadari betapa dekatnya ia dan Wajah lelaki itu, jika di lihat dari arah pintu kelas, mereka berdua seperti sedang berciuman
Secara refleks Sura berdiri dari tempatnya tetapi tidak untuk lelaki tersebut ia masih dalam fase duduk dengan hikmat
Sura hanya menatap lelaki tersebut dengan berbagai tanda tanya di otak nya
Menatap mata obisidian lelaki tersebut yang mampu mengunci pandangan Sura
Tanpa Sura sadari ada seseorang di pintu kelasnya yang sudah berdiri dan menyaksikan kelakuan Sura dan lelaki tersebut
"ANJAII,SURA DAN PAK KETU CIUMAN"ucap namra dengan nada berteriak dan ekspresi kaget yang di buat buatnya
"Wah,Sura jadian nihyehh ama pak ketu "ssoyoung ikut mengejek Sura
"MATA KU IKUT TERNODAI MELIHAT KALIAN BERDUA!"ucapan seohyuk membuat mereka bertujuh menatap jijik ke seohyuk
Sura yang melihatnya kedatangan teman temannya merasa gelisah
Sura gelisah karena takut teman temannya salah paham dengan posisi nya dengan lelaki Yang ada di sebelah itu
Dengan gerakan cepat Sura menggerakkan tangan nya
"Kalian jangan salah paham dulu,aku juga tidak mengetahui bahwa di samping aku ada seseorang!" Gerakan tangan Sura mengbungkam namra,Hana, ssoyoung, seohyuk,Hyin Hyun, seojun
Sura yang melihat teman teman nya yang tak bergeming akhirnya Sura sadar bahwa teman teman nya tidak tahu berbahasa isyarat
Dengan cepat Sura ingin mengambil buku nya dan pulpen tetapi tangan nya di tahan oleh pria yang berada di sebelahnya
"Aku bisa berbahasa isyarat"ucap pria itu kepada Sura
Sura hanya melihat apa yang akan di lakukan pria yang mampu membuat pandangan Sura fokus padanya
Pria itu menceritakan kronologi nya kepada teman teman nya dan tak sedikit pun yang ia bicarakan di tambah tambahkan atau di kurangi
Setelah selesai menceritakan kronologi nya pria itu kembali menatap Sura dan mengulurkan tangannya
"Kenalin aku na jaemin kamu panggil nana aja"ucap pria itu dan fokus pada gerakan tangan Sura
"Aku Kim Sura kamu panggil Sura saja yah"setelah selesai membuat huruf isyarat Sura langsung menjabat tangan jaemin
Beberapa menit kemudian Sura dan jaemin saling mengenal satu sama lain dan mereka berdua akrab dengan cepat
Satu persatu siswa sudah memasuki kelas dan duduk di bangku masing-masing, keadaan kelas itu sedikit berisik karena suara seohyuk yang benar benar cempreng, sedang siswa yang lain asik berbincang
Jam 07.40
Guru yang mengajar kelas IPA 1 sudah memulai pelajaran
Seluruh siswa IPA 1 mencatat materi yang di terangkan buk Yoona yang terus menjelaskan secara rinci
Sura dan jaemin duduk bersebelahan Sura yang fokus menulis tiba tiba teringat dengan kejadian saat ia menatap mata legam obisidian milik jaemin, secara refleks Sura menggeleng sehingga menarik perhatian jaemin
"Kamu kenapa"tanya jaemin ke Sura dan jawaban gelengan Sura membuat jaemin lega dan kembali menulis
Waktu istirahat
Setelah Bell istirahat berbunyi Sura dan teman temannya menuju ke kantin
Selama di kantin Sura mendengarkan teman temannya yang asik berbincang dan menyantap makanan nya
Sura yang melirik diam diam jaemin dan menatap jaemin yang hanya fokus menyantap makanannya
Sura yang terpana menatap setiap inci pahatan wajah jaemin, sungguh Sura meengucapkan suatu kalimat yang ia dengar sendiri
"Sungguh, sempurna mahkluk ciptaan mu Tuhan,betapa aku sangat mengagumi nya" Sura mengatakan kalimat tersebut tanpa melepaskan pandangannya menatap wajah jaemin
Karena terus menatap jaemin Sura seperti enggan mengalihkan perhatiannya dari sesosok makhluk yang sangat sempurna itu
Jaemin yang memang seseorang yang sangat peka, secara langsung kembali menatap mata hitam Sura walaupun tak sehitam matanya tetapi itu mampu membuat jaemin terpana
Saling menatap dan akhirnya suara cempreng seohyuk dan namra membuat ke dua insan saling bertatapan ini menatap kedua temannya itu
"ANJAIII,BENER BENER KALIAN BERDUA KAYAK DRAKOR"ucap seohyuk dan namra kompak
Jaemin hanya dia dan Tak berminat berkomentar dengan ucapan tak berbobot kedua temannya itu
Tapi lain lagi dengan Sura, ia seperti orang yang cemas dengan sesuatu, sungguh ia tak beruntung hari ini soalnya buku percakapan nya ia tinggal di kelas nya
Dengan gerakan tangan yang ragu ragu Sura menari dengan pelan lengan jaket jaemin
"Apakah kamu bisa memberitahukan kepada teman teman yang aku ucap kan?"
"Bisa emang kamu mau ngomong apa sama mereka?"tanya jaemin
"Kamu bilang aja, aku tadi memandangi mu karena aku hm......
Aku mau bilang kenapa kamu itu ikut berbincang juga sama mereka tetapi..... Karena aku liat wajah sama mata mu itu aku jadi terpana soal setiap pahatan wajah mu itu sangat sempurna dan mata mu itu aku sangat menyukai nya" Sura tak berbohong mengatakan hal itu
Jaemin yang fokus ke percakapan Sura, tampak tak bergeming
Jika di lihat sekarang jaemin bersemu karena perkataan Sura dan itu mampu membuat seorang Na.Jaemin tak bisa mengeluarkan suaranya seakan-akan semua kata yang akan ia lontarkan dari mulut nya seperti tertahan di kerongkongan nya
"Cuma itu yang ingin aku katakan, kamu sekarang bisa memberitahukan kepada yang lain" gerakan Sura mampu membuat jaemin tersadar dari pose diam membeku nya
"Ekhmmmm, gini Sura itu tadi mau bertanya kenapa gue tidak ikut berbincang Ama kalian, tetapi karena hm.... Gini tapi karena...... Sura itu fokus menatap mataku akhirnya ia lupa ingin bertanya"ucapan dari jaemin mengbungkam mereka ber enam
Setelah mengatakan itu jaemin kembali mengatakan sesuatu
"Sura menatap mata ku karena ia suka mata ku ini"jaemin memberitahu kan lagi kepada teman temannya dan di respon oh dan anggukan kepala
Setelah mengatakan itu ia melihat pesan yang masuk ke handphone nya
Jaemin mengerutkan dahinya dan melirik ke Sura, ia heran kenapa Sura mengirim pesan kepadanya saat sekarang ia sedang berada di samping Sura
Jaemin juga sempat bertukar nomor dengan Sura.
Jaemin membuka pesan yang masuk ke handphone nya
Na.Sura 💚🌙
^^^Kenapa kamu tidak^^^
^^^Mengatakan semuanya?^^^
^^^✓Read|^^^
Kamu mau di ketawai
Namra dan seohyuk?
|Read✓
^^^Enggak mau!^^^
^^^✓Read|^^^
Yaudah kamu lanjut
Makannya
|Read✓
Begitulah isi dari percakapan kedua insan ini
Setelah mematikan handphone masing masing mereka berdua kembali melahap makanan masing masing
"Sura, jaemin kalian pacaran aja"ucapan Hana membuat Sura terbatuk
Dengan sigap jaemin memberi minuman nya ke Sura, Sura yang melihat uluran tangan dari jaemin menerima minuman itu
Setelah lega meminum, Sura menatap temannya itu dan bertanya kenapa membicarakan hal seperti itu
Karena Hana yang kurang tau berbahasa isyarat ia hanya menatap temannya itu
Dengan cepat jaemin peka dan mengtraslate kan gerakan tangan Sura
"Mengapa Lo membicarakan hal seperti itu, itu yang di katakan Sura"ucapan jaemin tak peduli dengan pertanyaan Hana
"Oh, karena gue melihat kalian sangat serasi, jadi boleh lah kalian jadian"Hana menjelaskan dengan rinci
"Itu terserah Sura"setelah mengatakan hal itu jaemin berjalan keluar dari kantin
Mereka semua tampak mengerutkan kening mereka kecuali Sura ia tak paham yang di ucapkan jaemin
Setelah beberapa menit teman teman Sura nampak bersorak, Sura yang melihat kelakuan teman nya nampak bertanya dengan alis yang terangkat satu
"Nggak ada apa apa kok Sura"ucap mereka semua serempak
Sura dan teman teman nya kembali ke kelasnya
Menunggu dua menit bell berbunyi
Menunggu beberapa menit guru mapel mereka tak kunjung datang
Setelah itu terdengar speaker yang terletak di bagian dekat pintu kelas tepat nya di sudut ruangan
"Untuk anak anak murid yang saya banggakan sekedar informasi bahwasanya kami para guru guru akan melakukan rapat tengtang study tour yang akan di laksanakan setiap setahun sekali" setelah mendengar suara dari speaker itu para siswa yang tadinya diam dan kalem sekarang berubah seperti pasar yang super ribut
Sura yang melihatnya merasa terlalu berisik dan akhirnya berjalan keluar kelas
"SURA LO MAU KEMANE, DI SINI AJE SOALNYA LAGI SERU NIH KARENA JAMKOS"dengan berteriak namra bertanya ke Sura
"Aku ingin membaca buku di perpustakaan apakah kamu ingin ikut?" Itulah yang di tulis Sura di buku nya dan dapat gelengan cepat dari namra
Setelah itu Sura kembali melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan yang terletak di bagian samping sekolah nya
Jaemin yang melihat Sura akan menuju ke perpustakaan ikut melangkah kan kakinya keluar kelas
Setelah sampai ke perpustakaan Sura mencari buku yang akan ia baca
Sungguh besar perpustakaan sekolah nya ini, ada dua lantai di dalam perpustakaan itu dan Sura nampak berjalan ke tangga yang menuju ke lantai dua perpustakaan tersebut
Jaemin yang melihat Sura berjalan ke lantai dua ikut mengekor ke Sura, Sura pun tak mengetahui bahwa jaemin ada di belakangnya
Setelah sampai ke lantai dua perpustakaan Sura berjalan ke rak buku dan mencari buku yang akan ia baca
Setelah mendapatkan buku yang ia cari Sura berjalan ke meja khusus untuk membaca
Sura memilih duduk di meja yang berdampingan dengan jendela besar yang mengarah langsung ke arah jalanan kota Seoul
Mendudukkan bokong nya Sura membuka selembar buku dan mengbacanya dengan tanpa bersuara
Jaemin yang telah memilih buku yang akan ia baca berjalan ke arah meja Sura dan duduk di depan Sura
Sura yang menyadari ada seseorang di depan nya, secara langsung ia menghentikan kegiatannya dan menatap ke depannya
Sura melihat jaemin yang juga membaca buku, jaemin yang mengalihkan perhatian dan menatap Sura
"Kenapa?"tanya jaemin lembut
"Aku kira orang lain?"
"Hm, apakah aku mengganggu mu?"dan di jawab gelengan oleh Sura
"Kenapa kamu ke perpustakaan padahal sekarang itu sedang jamkos?"tanya jaemin ke Sura
"Ouh, itu karena terlalu berisik jadi aku ke perpustakaan saja karena di perpustakaan itu tidak berisik dan itu membuat aku nyaman aja saat di perpustakaan daripada aku tinggal di kelas dan aku bosan lebih baik ke perpustakaan saja, kalau kamu?"
"Oh, aku datang ke sini karena mengikuti mu saja"jelas jaemin
"Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi Sura, kita berbincang bincang saja"
"Aku ingin bertanya kenapa kamu izin selama seminggu, pertama aku sekolah aku cuman duduk sendiri kukira cuman izin sehari tapi ternyata seminggu kamu dari mana aja selama seminggu itu?"
"Aku lagi menggantikan ayah ku untuk bertemu dengan kolega bisnis dari Shanghai"
"Wah, kamu itu anak yang baik yah,
Apakah ayah mu itu CEO na.dongmin?"
"Iya dia itu ayah ku, dan kamu adalah anak dari pengacara kim jeha dan ayah mu itu seorang polisi bernama Kim Songmin "
"Wah benar semua, ternyata seorang keluarga kolega memang sangat mudah mendapatkan informasi" ucap Sura dan langsung tersenyum dan menampilkan eye smile nya
Setelah setengah jam berada di perpustakaan jaemin dan Sura berjalan Kembali ke kelasnya dan menunggu guru mereka yang mungkin sudah selesai rapat
Memasuki kelas Sura melihat teman teman nya yang memasukan kembali kedalam tas perlengkapan sekolah masing-masing
"Ada apa ini namra" memperlihatkan tulisannya ke namra
"Katanya kita pulang cepat hari ini" namra menjawab Sura
Gimana mau kan?"ucap ssoyoung
"Aku mau ikut tetapi aku mau pulang saja aku mau istirahat dirumah" setelah menulis itu Sura memperlihatkan ke ssoyoung
Setelah memasuki masing masing ke dalam tas buku dan pulpen yang di pakai Sura memakai tas nya ke punggung
Dari arah pintu Hana berjalan masuk ke kelas Sura
"Hai semuanya"ucap Hana sambil melambaikan tangan nya
"Hai Hana "Hyin Hyun menjawab perkataan Hana
"Sura kok lo pucat banget, lo nggak usah ikut Lo harus pulang gue antar lo pulang, kayaknya lo kecapean lagi nih"Hana mengomel macam Mak rempong
Jaemin yang mendengar perkataan Hana langsung menatap wajah Sura dan menarik tangan Sura
"Ehh,ape nih"ucap Hana
"Sura pulang bareng gue aja, soalnya gue kagak ikut kalian ke cafe"setelah mengucapkan itu jaemin membawa Sura menuju ke mobilnya yang terparkir di parkiran sekolah
Membuka pintu untuk Sura dan mempersilahkan Sura masuk setelah Sura masuk ke mobil ia berjalan ke arah pintu mengemudi
Memasang sabuk pengaman dan melirik Sura, melihat Sura yang belum memasang sabuk pengaman nya, dan secara langsung jaemin memasang kan ke Sura dan bisa kalian bayangkan betapa dekat wajah jaemin dan Sura
Sura bersemu saat melihat perlakuan jaemin kepadanya
Setelah selesai memasang sabuk pengaman Sura, jaemin kembali ke tempatnya semula dan menjalankan mobilnya keluar dari sekolah
Sura masih dia membatu karena saat ini ia sedang bersemu
Di dalam perjalanan Sura diam dan begitu juga jaemin
Rasanya canggung saat ini di dalam mobil itu tetapi hanya Sura yang merasakan nya dan ntahlah untuk jaemin
Selama menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Sura sampai ke halaman rumah nya
Turun dari mobil jaemin Sura berjalan ke arah gerbang rumah nya yang nampak minimalis
Setelah sampai ke gerbang Sura mengatakan sesuatu ke jaemin
"Terimakasih, banyak Nana karena telah mengantar ku pulang, apakah kamu mau singgah?"
"Sama sama, kayaknya untuk sekarang tidak dulu, karena aku mau ke kantor ayah"
"Kamu istirahat yang cukup,dadah"ucap jaemin sambil melambaikan tangan nya dan masuk ke mobil dan menjalankan nya
Sura ikut melambaikan tangan nya dan berjalan ke pintu rumah nya
Sura sudah menduga bahwa ibu nya belum pulang jam segini
Mengambil kunci rumah yang tersimpan di bawah pot bunga Sura memasukan kunci ke pintu rumah nya
Memutar kunci dan mendorong pintu rumah nya dan menutup kembali pintu nya
berjalan ke lantai dua rumah nya setelah melepas sepatunya
Mengbuka pintu kamarnya, dan menyimpan tas nya, dan berjalan ke arah lemari baju
Sura memilih baju kasual, setelah mengambil baju Sura berjalan ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya
Setelah mandi Sura memakai baju yang telah ia siap kan dan mengikat satu rambutnya dan berjalan ke arah lantai yang menuju ke lantai satu
Setelah sampai ke lantai satu Sura menuju ke arah dapur, di dapur Sura menyiapkan segelas susu dan roti yang ada di kulkas dan mengbakar roti yang telah di isi selai dan memasukkan ke pemanggang roti
Menunggu beberapa menit akhirnya roti sudah siap di santap
Sura berjalan Kembali ke kamar nya, dan memakan nya di atas tempat tidur, setelah menghabiskan roti nya Sura menghabiskan banana Unyu nya
Setelah selesai makan Sura duduk sebentar, dan setelah itu Sura mengbaring kan dirinya di atas kasur dan berbicara dengan dirinya sendiri
"Hu...., apakah ada pria yang akan mencintai ku dengan tulus?"
Setelah mengatakan hal itu Sura terlelap
...:)...
Merasa ada yang mengelus kepalanya Sura mengerjap secara perlahan
Dengan samar samar Sura melihat sang ibu yang mengusap kepalanya
"Kamu sudah bangun yah sayang,?"
"Kamu demam jadi bunda khawatir"
"Kamu makan dulu yah trus minum obat, sini bunda suapin"
Dengan penuh kasih sayang Kim Jeha menyuapi Sura
Setelah menghabiskan makanannya Sura meneguk air minum nya dan kembali mengbaring kan tubuh nya
"Sayang, chakamma yah, ibu mau ambil kompres buat kamu"dan hanya anggukan respon dari Sura
Sambil menunggu ibunya mengambil kompres, Sura mengambil handphone yang tergeletak di nakas di samping kasurnya
Mengbuka layar kunci handphone nya dan mencari aplikasi WhatsApp nya dan membuka grub yang telah di buat oleh namra
Circle langganan dosa
~Namra
Wee, anjir tadi
Seru banget wee
~Ssoyoung
Seru, tapi kalau
Sura ikut pasti
Bakal seru lagi!
~Hana
@sura Gimana
Keadaan Lo
~Ssoyoung
2in
~Namra
3in
^^^You~^^^
^^^Aku baik baik^^^
^^^.Aja kok^^^
^^^Mungkin cuma^^^
^^^Kelelahan jadi^^^
^^^Demam dikit^^^
~Ssoyoung
Cepat sembuh
Sura
~Namra
LO HARUS SEMBUH
BESTYY
~Hana
Sura harus minum obat
Awas aja kalau gue tau
Lo belum minum obat
^^^You~^^^
^^^Teman teman ^^^
^^^Tunggu bentar yah^^^
^^^Sura minum obatnya dulu^^^
~Namra
Ok
~Ssoyoung
Ok Sura
~Hana
Minum obatnya
Awas aja kalau di
Muntahin!
Setelah melihat chat terakhir dari hana Sura mematikan handphone nya
Dan mengganti posisi nya
"Ini sayang di minum obatnya"setelah mengatakan itu jeha menyodorkan ke mulut Sura
Nampak Sura ragu ragu
Dari kecil Sura sangat tidak menyukai obat, baik itu obat yang manis atau pun obat herbal
Berusaha menelan obat yang sudah di hancurkan Sura menutup hidung nya dan menahan rasa pahit dari obat yang minum
Setelah menelan obat yang di berikan oleh jeha, Sura dengan cepat menyambar gelas yang ada di tangan jeha
Dengan cepat Sura meminum air itu karena saat ini ia sudah ingin ia muntah kan obat yang telah ia minum
Setelah meneguk sampai habis obatnya Sura kembali berbaring di ranjang nya
Setelah melihat si bungsu sudah ingin terlelap Karena efek obat
Jeha dengan telaten memasang kan kompresi yang telah ia sempat beli sebelum pulang
Tadi Hana sempat menghubungi jeha dan mengberitahukan keadaan Sura
Dengan insting keibuannya jeha mampir ke apotek untuk membeli kompresi
Karena efek dari obat yang Sura minum, perlahan lahan Sura terlelap dan menutup matanya
Jeha memperhatikan setiap inci wajah anak bungsunya itu
Jeha melihat bibir Sura yang tampak ranum dengan warna pink alami
Melihat bibir Sura, mampu membuat hati jeha teriris
Sungguh berat hidup anaknya, jeha tahu betul bahwa anak bungsunya ini sangat cerewet tetapi ia hanya bisa mengungkapkan dengan gerakan tangan lentiknya
Jeha sangat ingin memberikan pita suara nya ke Sura
Tetapi suami dan kedua anaknya melarang nya
Beberapa menit melihat wajah anaknya
Jeha mencium tangan anaknya dan mengucapkan selamat malam
Setelah mengatakan hal itu jeha berjalan keluar dari kamar Sura
...:)...
Gimana ceritanya menarik kan
Makanya jangan lupa voting supaya aku makin semangat nulis nya
Komentar yang banyak
Share juga novel dear Su, supaya yang baca makin banyak dan bisa terbit dalam versi buku
Terimakasih buat yang dukung aku
Aku bakal sering sering update
Jangan lupa untuk mengikuti semua akun media sosial aku, supaya Kita bisa saling kenal
Yaudah segitu dulu, good bye
Seuu next time
:)
Ig: Mis.suci
tweet: @babygirlmiuu