
Musim dingin saat ini sedang melanda kota seoul. Seperti pagi ini seorang gadis cantik masih bergelung dengan selimut dan masih berada di alam mimpi yang membuatnya semakin tidur nyenyak.Namun tiba tiba...
Drtttt Drtttt Drtttt Drrrttttt...
"Astagaaa siapa yang menggangguku di pagi seperti ini" Tanaya melanjutkan tidurnya lagi karena dia baru tidur beberapa jam yang lalu.
Drrtttt Drttttt Drtttt. Drrrrtttt...
"Liat saja jika tidak penting akan ku colok matanya karena berani menggangu tidur pagiku"
Tanaya pun menganggkan telpon yang sedari tadi terus berbunyi.
"Halllooo---
"Astagaa akhirnya di angkat juga. HEH aya kenapa baru di angkat telpon ku ? pasti belum bangun kan ?? begadang lagi kamu HAH ??" Omel aurel panjang lebar.
"Ya ampun Aurel berisikk tauu"
"Berisik kamu bilang ? HEH kamu gak kuliah ? ini udah jam berapa Aya. Astagaaa hari ini ada jam nya si Dosen killer itu. Dan kamu baru bangun ?"
"omaygattt aku baru inget rell, tunggu tunggu jam berapa sekarang ?"
"jam 08.00 dan kelas akan di mulai sejam lagi. Awasss ajj---
Tiba tiba Aya mematikan telpon nya sepihak karena dia kaget lagi lagi dia bangun kesiangan. Padahal hari ini ada jam nya mata kuliah si killer. jangan sampai dia kesiangan dan berakhir pengurangan poin di mata pelajaran nya.
"Huhhh karena pulang kerja terlalu malam di tambah aku liat ayank perfom lagi lagi kesiangan. Ayaa ayaa mau jadi apaa kamu ini. bangun pagi saja kamu gak bisa. Bagaimana mau jadi istrinya Jhope." Hii hi hi
Tanaya terkekeh geli dengan hayalan nya yang semakin menjadi jadi. Bagi aya hidup tanpa berhayal sudah menjadi rutinitas nya sehari hari dan jika tidak di lakukan itu bagai sayur tanpa garam. Tidak akan komplit.
Setelah selesai bersiap siap secepat kilat, tanaya hanya cuci muka dan gosok gigi ia tidak mandi karena itu akan memakan waktu lama. Ia hanya menyapukan bedak bayi dan pelembab bibir juga memakai kaos kebesaran dan celana jeans tidak lupa ia memakai Coat dan jangan lupa ciri khas tanaya ia selalu menggulung rambutnya menjadi satu.
"Perfect"
...
"Astagaaa 5 menit lagi" Dengan langkah terburu buru tanaya berlari di lorong kampus dan akhirnya dia sampai juga.
Brakkkkkk...
Tanaya mendorong pintu kelas nya dengan keras dan hal itu membuat semua yang ada di kelas menatap ke arah nya.
"Sorry Mr."
"Duduk" Singkat tapi itu membuat tanaya ketakutan dan ia segera duduk di samping sahabat nya.
"Ssstttt Ssstttt"
"Apa ?"
"Sekarang apa lagi yang menjadi alasan mu kesiangan aya"
"Nanti aku ceritakan lebih baik sekarang diam dan perhatikan si killer itu atau kita akan di tendang dari kelas ini."
"yaa yaa yaa kau selalu mengalihkan pembicaraan ku di saat aku penasaran seperty ini"
"Diam lah rell ini masih pagi dan kau mengomeliku seperti ibu ibu tukang sayur saja"
"Whattttt ?? kau membandingkan ku yang cantik imut ini dengan mereka? "
"JIKA KALIAN MASIH BERISIK KELUAR DARI KELAS SAYA"
"Sudah kubilang"
Pelajaran pun kembali berlangsung dan akhirnya mereka berdua pun diam dan memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan di depan.