
Aslan could not speak anymore, now even his consciousness was gone.
How could his message have changed like that.
Though he clearly remembered that what he was going to send was about the affair of Nadia and Steve.
Not about that video.
Even Aslan had never known about the video.
while Cindy has become hysterical, she is now very confident that the message everyone is receiving is about her video with Aslan.
"Aghts! basic boddoh! You are the most boddoh man I have met!!" upset Cindy, it feels dissatisfied for her to reveal the man.
in Cindy's life what she regrets most is knowing Aslan.
Still slumped about the scandalous video and had not had time to think of a solution, suddenly their room door was knocked by someone from out there.
Tok tok!
The deg! the knock on the door instantly made Cindy's heart and origin both flinch in shock.
the two of them looked at each other with both eyes that were equally anxious.
And because the door was not opened for a long time, the people out there immediately broke down the door.
Brak!
"Akh!" cindy screeched, she was completely shocked by the brutal act.
while Aslan was already glued to where he stood when he saw Assistant Jacob and several people enter this room.
Devi also went in there with her eyes looking disgusted.
He smiled slanted.
"I know you're planning to destroy Nadia and Steve's relationship, but I'm sorry that your own life has been destroyed like this" Jacob said, speaking slowly but so piercingly in Aslan's heart.
Entah bagaimana caranya pria ini bisa menggagalkan semua rencananya, tapi Aslan menyadari satu hal bahwa berperang dengan Steve tentu dia akan kalah dalam segala sisi terutama, uang.
"Kamu dan Cindy benar-benar sudah merusak citra perusahaan ini. Memanfaatkan fasilitas kantor untuk berbuat mesum dan hal itu tidak bisa ditoleransi, jadi ... sekarang juga kalian berdua di pecat secara tidak terhormat," putus asisten Jacob dengan suaranya yang sangat tegas tidak bisa dibantah.
bahkan sorot matanya nampak begitu dingin tak terkalahkan.
dan mendengar keputusan asisten Jacob tersebut seketika Cindy menangis histeris.
"Tidak, jangan begini asisten Jac, aku mohon beri aku kesempatan lagi!" mohon Cindy, dia bahkan langsung bersimpuh di lantai dan membuat sebuah permohonan.
Belum sempat dia menjalankan rencananya untuk mendekati sang Direktur Utama ketika Nadia tidak lagi bekerja di perusahaan ini, tapi apa yang terjadi sekarang?
Hanya gara-gara tindakan bodoh Aslan dia malah terancam akan dikeluarkan.
"Cih! benar-benar tidak tahu diri! harusnya kamu sadar kesalahanmu dan dengan sukarela keluar dari perusahaan ini! Jallang!!" geram Devi, meskipun dia tidak punya hak untuk bicara tapi tetap saja mulutnya terasa gatal untuk mengucapkan kalimat tersebut.
Selama ini Cindy nampak sekali menunjukkan bahwa dia tidak suka dengan Nadia dan sekarang ternyata malah dia sendiri yang memiliki kehidupan menjijjikan.
sebagai sahabat Nadia, Devi merasa perlu melakukan hal ini untuk membela sang sahabat.
"DIAM!! aku tidak bicara denganmu!" pekik Cindy, dia benci sekali dengan Devi.
"Call the security forces, and get rid of the two of them coming at the same time" Jac's assistant said.
Devi smiled obliquely.
While Aslan and Cindy were only able to be dumbfounded.