
Sesampai di Gerbang Kota
Saat kami semua sampai di depan gerbang, aku memberi mereka semua makanan, dan memberikan mereka pekerjaan sesuai keahlian di bidang yang mereka kuasai, dan aku juga membuat tempat tinggal untuk mereka.
Dan juga karena sangat banyak anak-anak nya aku membangun Sekolah dasar di kota, aku membuat untuk semua anak-anak di kota tanpa terkecuali dan aku tidak memungut biaya untuk itu.
Semua orang yang baru datang terkejut melihat kota BadStone, dari semua kata yang ada tidak ada yang sebagus kota BadStone, mulai dari susunan bangunan nya yang rapi dan bersih bahkan ada toilet umum, di kota lain, biasanya orang membuang hajat sembarangan.
Untuk pembagian tugas dari 400 orang, 120 dari mereka menjadi prajurit 40 perempuan bekerja di tempat pembuatan kain, 20 di pertambangan, 100 dwarf bekerja di pembuatan alat militer, dan 20 Bekerja sebagai pedagang atau pegawai di restoran sisanya adalah anak-anak.
Di kastil
Shiro
"Terima Kasih yang mulia, dengan ini ras kami tidak akan mati kelaparan", yah sudah menjadi kewajiban ku untuk menolong orang yang kesusahan.
Sicily, Karen, Tobi, Elen dan Elena berterima kasih kepada ku juga, setelah itu aku memberi mereka tugas.
"Sicily, kau ahli memanah bukan?"
Sicily
"Ya, yang mulia"
"Kalau begitu pilihlah dari rasmu yang ahli memanah, aku akan membuat Kelompok memanah yang terdiri dari elf"
"Baik, yang mulia"
"Dan untuk Tobi, Aku ingin kau memimpin para dwarf lain untuk membuat barang yang kutulis disini, tenang saja akan kuberi kalian anggur yang kalian suka setelah bekerja"
"Ohoho kalau begitu baiklah"
"Karen pilihlah dari ksatria atau teman mu yang berkemampuan untuk membuat tim patroli, untuk pemimpin divisi keamanannya aku akan mencarinya nanti"
"Dimengerti, yang mulia"
"Elena kau memiliki kemampuan untuk menjadi sekretaris, kau akan mengurus masalah keuangan kota"
"baiklah, yang mulia"
"Shiro akan menjadi penjagaku, dia akan selalu bersama ku untuk melindungi ku"
"Baik, yang mulia"
"Dan elen, apa kamu bisa membaca atau menulis?"
"I-Iya yang mulia"
"Kalau begitu kau akan menjadi guru, bagaimana?"
"S-Saya tidak yakin bisa melakukannya"
"Kalau begitu ikuti aku ke Sekolah"
Didepan sekolah
Suara anak-anak
"Ya, aku adalah Ironman aku akan mengalahkan mu Thanos"
"Haha, kau tidak akan bisa mengalahkan ku, aku mempunyai ke 5 batu Akik"
"Ayolah , gantian aku juga ingin menjadi Ironman"
" Tidak aku masih belum mengalahkan Thanos"
Elen, Elena, Shiro,
(Itu anak yang harus di ajar?)
"Anak-anak kemarilah"
Anak-anak
"Hah itu yang mulia"
"Ya, itu yang mulia"
"Yang mulia ceritakan, kisah selanjutnya dari Avenger"
"Ya, yang mulia"
"Ya, kalau begitu, ayo masuk kelas"
Shiro, Elen dan Elena
(Bagaimana mungkin anak yang kelihatannya nakal di depan yang mulia langsung menjadi baik?" *ngangak)
Di dalam kelas
"Baiklah sebelum aku mulai, aku ingin memperkenalkan guru baru, kalian, ini adalah Elen dia yang akan menjadi guru kalian, kalian harus mematuhinya dan jangan nakal ya?
Serentak
"Baik, Yang mulia"
"Baiklah aku akan menceritakan, Suatu kisah kancil dan siput"
Setelah sampai Akhir dari cerita
"Sang kancil Pun- Uhuk!",
Shiro
"Bertahan yang mulia," mengambil botol air dan memasukkanya kemulutku"
"Bfftt.., Baiklah Cerita nya Kita Sambung besok oleh Bu guru Elen"
Anak-anak
"Yah, yang mulia, padahal sedikit lagi"
Diluar sekolah menuju kastil
Shiro
"Yang mulia apa yang terjadi pada kancil selanjutnya?"
Elen dan Elena
"Ya, yang mulia apakah dia akan kalah"
"Baiklah baiklah, aku akan membawakan bukunya nanti, kalian bisa membacanya sepuas nya"
"Baik yang mulia"
Setelah pulang, Kami langsung memakan pizza, Aku memberi resep kepada Shiyu untuk membuat pizza.
Semua pemimpin ras alias
Shiro, Karen, Tobi, sicily, elen dan Elena
seperti biasa makan di kastil.
Sicily
"Wah, Pizza ini sangat enak"
Elena
"Bagaimana kalau kita menjualnya, kita pasti akan untung"
"Ya, memang begitu lah yang aku rencanakan"
Tobi
"**FUAHH, Apa ini anggur baru? rasanya enak sekali!**"
Karen
"**Ini sangat Enak**"
Bersambung