Ceo Became The King Of The City

Ceo Became The King Of The City
Chapter - 1 | Dunia Lain




Namaku Blue 20 tahun masih single, Aku adalah CEO dari perusahaan No.1 Di korea. Salah satu hal yang tidak bisa kudapatkan dengan uang adalah cinta sejati.


Banyak wanita yang dekat dengan ku, mereka hanya menginginkan uangku saja, sungguh ironis.


Aku hidup tanpa tantangan. Sungguh membosankan Penculikan, Pembunuhan, Korupsi, Perkelahian, Dll, itu tidak pernah terjadi dalam hidupku.


Hidupku yang sempurna ini Dimata orang, sangat lah membosankan, terasa hampa.


Baiklah mari kita sudahi perkenalan ku.


Hari ini aku hendak jalan-jalan kekota dengan memakai samaran, Seperti yang kalian ketahui kepopuleran ku jauh melebihi artis


No.1.


Cukup, hari ini aku hanya mau jalan-jalan, tiba-tiba ada kejadian yang tidak biasa, yang kutunggu-tunggu. Apa kejadian tak biasa itu?


Saat itu Lampu lalu Lintas bewarna Hijau untuk pejalan kaki. Tiba-tiba terlihat Truk sedang melaju ke arah pejalan kaki, mungkin dia tertidur.


Semua pejalan langsung lari ke pinggir jalan,


ada 1 anak kecil yang tertinggal ditengah jalan sambil nangis, ibunya ingin menolong anaknya, tetapi ditahan oleh warga karena berbahaya.


Sang ibu terlihat Sangat putus asa, hal yang terjadi selanjutnya mungkin kalian sudah menebaknya.


Ya, aku berlari sekencang mungkin dan mendorong anak tersebut ke pinggir jalan,


tapi anehnya aku tersenyum disaat-saat terakhir.


"ini menyenangkan," itu yang kupikirkan saat itu, Suasananya hening apakah ini kematian?,


rasanya dingin, dan hangat.


Saat aku sadar aku, hal pertama yang kulakukan adalah Melihat siapa diriku.


Tapi aku berada di hutan apa yang harus kulakukan?.


"Suara Air?," Aku langsung menuju Keraha suara tersebut dan terlihatlah sebuah sungai yang jernih mengalir ke Utara.


Akupun langsung menuju air tersebut. Aku melihat wajahku di air, ini seperti..... ini seperti diriku yang biasanya, huh...sungguh membosankan.


Aku kira penampilanku akan berubah, yasudahlah, sekarang aku harus mencari kota mungkin jika aku mengikuti aliran sungai ini aku akan melewati kota.


Aku pun berjalan mengikuti aliran sungai, dan berhasil keluar hutan kurang dari 5 jam, saat keluar aku melihat sebuha jalan dan terlihat sebuah kereta kuda datang kearah ku.


"Apa itu?, Kereta kuda?" Sepertinya Aku berada di era kerajaan. dimana kerajaan-kerajaan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan.


Kereta kuda itu berhenti di depan ku, seseorang pria paruh baya keluar dari kereta kuda tersebut.


"Selamat siang, tuan apakah anda ingin pergi ke kota Odge?", ternyata di arah Utara tersapat kota Odge, untuk sekarang aku akan mengikutinya untuk mencari informasi dunia ini.


"Ah...iya saya ingin pergi ke kota Odge," Bahasa nya asing tetapi entah kenapa aku mengerti.


"Saya bisa memberikan tumpangan ke kota, silahkan masuk".


"Terima kasih" Pria ini kenapa dia terus menatap pakaian ku, aku hanya memakai jas apa yang salah."Apa ada yang salah dengan pakaianku?,"


"Ah maaf, aku sangat tertarik dengan pakaian yang anda kenakan sangat tidak biasa, apakah anda ingin menjualnya ke saya saya akan memberikan harga yang besar yaitu:


15 Koin emas, dan 50 Koin Perak.


Koin emas?, jadi itu mata uang didunia ini Koin kah?, Kalau di pikir-pikir, aku tidak punya uang sedikitpun didunia ini, mungkin aku akan menerima tawaran itu,Tapi.


"Kalau begitu Akan kupikirkan dulu",


"Ooh, terima kasih tuan," Tiba-tiba aku mendengar suara pertarungan.


"Berhenti, Ada suara pertarungan, Aku akan kembali,"


"tuan tunggu," terdapat kereta kuda dengan 4 penjaga ksatria mereka melawan 7 bandit, Harusnya tidak masalah bagiku untuk mengalahkan mereka dengan tangan kosong.


Dikehidupanku sebelumnya aku mempelajari semua macam bela diri, Terlihat para ksatria kewalahan bahkan ada 1 yang mati aku harus cepat.


Karena para bandit pada fokus dikereta aku akan menyerang mereka dari belakang. Memegang kepala bandit yang paling belakang dan memutarnya 360°.


2 orang didepannya, aku memukul leher bagian belakang mereka hingga pingsan,


sisa 4 orang 2 orang didepan mereka sadar.


"Hanya orang yang lewat", Mereka mengayunkan pedang tepat ke arah leherku, menghindar kebawah dan maju mengambil belati yang ada di pinggang mereka, dan menusuk kepalanya dari bawah keatas.


Hingga menimbulkan rasa takut bagi rekannya, sisa 3 orang 2 orang sedang menghadapi para ksatria, 1 ksatria mati tinggal 2 berhadapan dengan 2 bandit.


lawan ku kelihatan tangguh tetapi dia memiliki celah, keseimbangan nya tidak stabil


jadi aku dengan mudah mengalahkannya.


*usai setelah selesai


2 Ksatria penjaga mati dan 1 luka ringan dan 1 lagi kehilangan lengannya.


"Terima kasih telah membantu kami tuan"


"Tidak masalah aku hanya kebetulan lewat, apa ada lagi yang terluka?," aku membantu ksatria yang kehilangan lengannya dan memberhentikan pendarahannya.


*membuka pintu kereta dengan keras


"Tolong bantu Paman", Siapa? Terlihat seorang wanita cantik kira-kira 3 tahun lebih muda dariku.


"Tuan putri, diluar bahaya cepat masuk tuan putri," Sepertinya dia menghiraukan larangan tersebut dan mendekatiku.


"Kumohon bantu Paman dia terluka dikereta" Apa dia seorang putri? memohon kepada orang yang tidak dikenal, yah mau bagaimana lagi.


"Putri anda tid-"


"Baiklah aku akan membantu"


"Terimakasih, Ayo masuk kedalam kereta"


Hmmm..Di kehidupanku sebelumnya aku juga mempelajari ilmu kedokteran mulai dari tradisional hingga modern.


Panah menusuk perutnya, hmm tidak terlalu dalam, Aku akan menggunakan alat bedah.


kalian pasti bingung dari mana aku mendapat alat bedah ini?, sebenarnya 4 jam yang lalu, ada sesuatu yang menarik terjadi.


Aku menemukan Gua, disana terdapat bijih besi, aku mengambilnya, dan disinilah sesuatu tersebut terjadi, saat aku memegangnya itu berubah menjadi pisau.


Itu seperti apa yang sedang aku pikirkan


, jadi aku bisa memanipulasi suatu objek menjadi sesuatu yang aku inginkan, dan juga aku bisa mengubah massa suatu objek aku bisa memundurkan atau memajukan waktu suatu objek tapi kekuatan ini hanya bisa ku lakukan sehari sekali.


itu tadi penjelasan mengenai bagaimana aku mendapatkan alat bedah, sekarang waktunya membedah.


*Setelah selesai


"Baiklah, Putri Pamanmu seharusnya baik-baik saja, dia perlu istirahat selama 2 Minggu,"


"Terima kasih, maaf atas ketidak sopananku, petualng aku memiliki sebuah permintaan!,"


"baiklah katakan saja , putri"


"Bisakah anda ikut dengan saya keistana, saya ingin berterimakasih dengan layak,"


hoho dia sangat dewasa, kalau begitu tidak ada alasan untuk menolak "Baiklah sebelum itu aku ingin berterimakasih kepada pedagang yang mengantarku,"


"Baiklah, Sekali lagi ku ucapkan terimakasih"


Aku Berterimakasih ke pedagang itu dan meminta maaf karena tidak bisa menjual baju ku karena ini adalah peninggalan dari kehidupan sebelumnya.


Dan mengikuti Sang Putri ke istana.


"Ayo berangkat"


*Sesampai Di Istana


"Sir Blue Kau telah menolong Putriku dan juga menolong Pelayan Pribadi nya atas jasamu dengan ini kau akan di beri gelar Baron dan 1 permintaan, Ktaakanlah Permintaanmu!"


"Aku Blue Menerima Gelar tersebut dan permintaan ku adalah...."


"Aku ingin Sebuah Kota"


 


***Bersambung***