Beauty Game'S

Beauty Game'S
lima



sudah satu minggu lama nya kami di gerbang pintu negri ke tujuh ini, saat ini black sedang pergi mencari makan, katanya ia ingin menikmati semua makanan di tempat tempat yang kami datangin maka nya ia sangat bersemangat saat di ajak kemarin


mari lupakan black beserta saudara saudara nya, kini mari kita buat kisah ini menjadi semakin menantang


 


aku berjalan seorang diri di pasar kota ketujuh yang ku datangin ini, aku melihat ke arah kiri dan kanan terdapat banyak stan makanan, baju, make up, dan lain lain


aku berpikir alat make up orang zaman dulu apakah seperti ini, sungguh sangat ribet " paman ini apa " tanya ku, saat ini aku berada di stan yang menjual peralatan make up


" ini bedak pemutih kulit "


aku kembali melihat, apakah iya bisa memutih kan kulit " aku beli ini satu "


setelah menyerah qian pun aku pergi menuju stan kedua yang menjual makanan, aku akan membelikan makanan ini untuk para mahkluk mitos menyebalkan itu " bibi berikan aku 4 "


" baik "


 


tak terasa malam telah tiba kembali dan kini saat nya kami pergi menuju kota ke delapan, menaiki kereta kuda saat malam sepi seperti ini memang menakutkan tapi sudah lah nama nya juga berpetualang yah ini resiko nya


" kakak mengapa malam ini lebih menakutkan dari malam biasa nya "


aku menatap black, ya black lah yang berbicara " kenapa belum tidur " tanya ku


black memeluk tubuh ku erat


" tidak mau, takut "


menghela nafas pelan " tidak usah takut di sini ada para saudara mu bukan peluklah mereka " jawab ku menenangkan nya


dia menatap, terlihat mata nya sudah berair


" tidak mau jangan pergi tetap di sini " geleng nya dengan air mata yang sudah mengalir deras


setelah nya pun terdengar dengkuran halus yang ku yakin berasal dari nya


 


pagi menyapa, matahari pagi membangun kan ku yang sedang tidur dengan nyaman, ku rasakan kereta masih bergerak dan dengan segera ku lihat shizi masih mengendarai kuda " shizi istirahat lah aku akan menggantikan mu " ujar ku menepuk punggung nya


shizi terkejut " kakak tolong jangan mengejutkan ku jantung ku serasa mau copot "


aku tertawa dengan kencang bahkan black dan laohu pun terbangun karna tawa ku yang sangat kencang " maaf apakah tawa ku mengganggu kalian " tanya ku


" tidak "


kembali aku menatap shizi " tidur lah aku akan menggantikan mu, aku sudah berlatih membawa kereta kuda saat di kota ke tujuh kemarin " ujar ku mengusirnya


terlihat ia sangat susah berdiri mungkin karna duduk terlalu lama sehingga pinggul nya menjadi kram " hahaha, kasihan berbaringlah di dalam kereta nanti juga sembuh "


" baik bawa kereta ini dengan pelan jangan kencang kencang "


" iya "


 


kini kami sampai di kota ke delapan setelah satu minggu melakukan perjalanan, terlihat suasana yang hangat bahkan angin pun ikut menghangat di kota ke delapan ini, katanya kota ini hangat karna cinta dari suatu keluarga sehingga sebelum para gadis di kota ini menikah di haruskan terlebih dahulu mereka saling mencintai pasangan nya, tidak boleh berpura pura cinta


itu lah kata nya, petualangan kami hari ini sampai di sini dulu kami akan melanjutkan nya nanti


sampai jumpa


salam hangat black yang manis nya tiada lawan


*:..。o○ beauty game's ○o。..:*