
1 bulan lagi berlalu banyak yang sudah terjadi pada satu bulan ini, shizi, laohu, dan black pun sudah sangat pandai hidup berdampingan dengan kaum manusia karna memang sebelum nya mereka menyembunyikan diri dari para manusia
saat ini kami berempat berpetualang ke negri negri lain untuk menambah wawasan dan bisa di jadikan wisata mungkin, tidak mencari uang karna uang sudah banyak dan tidak akan habis sampai 7 turunan sekali pun, dan saat ini aku sudah bisa membuka kantong doraemon ku kenapa aku memberikan nya nama doraemon? karna benda ini seperti kantong ajaib doraemon segala macam benda bisa di masukkan ke dalam nya tapi aku tidak bisa mengambil benda yang lain dari benda yang ku masuk kan hehehe kalian tau kan maksud nya apa?
" kakak apakah masih lama " ya aku menyuruh mereka memanggil ku dengan sebutan kakak dan yang bertanya adalah black kucing hitam nan manis itu sangat lah manja sedangkan laohu ia memiliki sifat sedikit dewasa dan sedikit manja sedangkan yang satu nya lagi shizi ia memiliki sifat dewasa dan dingin
" sebentar lagi seperti nya sampai " jawab ku mengelus surai rambut nya nan tebal kepala nya ia rebahkan di paha ku, ku lihat laohu memandang iri pada black karna kucing hitam ini selalu ku manja sedangkan laohu ia selalu bersikap gengsi untuk minta di manja memang dasar harimau
" aku ingin melanjutkan tidur saja " kesal black, black ini adalah tipe kucing yang tidak sabaran ia sangat emosian
laohu memandang kesal black kemudian ia bangkit dari kursi nya dan berjalan ke arah ku dan black " heh hitam kau tidak usah bersikap menjijikkan saat bersama kakak " ujar laohu menerbangkan black yang sedang tidur sehingga saat ini black berada di atas kepala ku
black yang di terbang kan pun terkejut " ahkk kakak tolong harimau sialan ini akan melemparkan ku " teriak black
aku yang sudah lelah untuk menghadapi mereka pun menyerah, aku membiarkan mereka bertengkar dan pergi ke arah luar kereta, ku duduk kan diri ku di samping shizi yang sedang membawa kereta " shizi apakah sudah sampai " tanya ku pada shizi yang sedang membawa kuda dengan serius
wajah nya ini tidak pernah tertawa jangan kan tertawa tersenyum saja tidak pernah " sebentar lagi sampai kakak lihat di depan sana sudah ada gerbang menuju tempat yang kita ingin kan " jawab nya tetap fokus pada kuda yang ia bawa
aku sandarkan kepala ku tepat di bahu shizi
" tersenyum lah jika ingin " ujar ku
shizi terdiam, memang dari tadi sudah diam sih
" tidak perlu kakak " jawab shizi memandang mata ku dengan lekat
" kenapa " tanya ku pada shizi yang seperti patung ini
shizi kembali menatap ku lalu kembali fokus lagi pada jalanan " bagi saya tersenyum itu hanya topeng untuk menutup kan segala duka yang kita punya " jawab shizi, aku tersentak kaget ku rasa ia sedang menyindir ku yang sering tersenyum dan tertawa ini
dan dengan kesal ku jawab " senyum itu menambah kecantikan di wajah para wanita bukan untuk menutupi luka " jawab ku asal
shizi kembali menjawab " coba kakak pikirkan pasti beban yang kakak tanggung banyak bukan " tanya shizi dengan sedikit senyum tipis
baru kali ini aku melihat nya tersenyum dan senyuman itu membuat ku merasa seperti melihat dewa yunani kuno " tapi............... "
dan semua itu berlanjut sampai ke gerbang negri ke tujuh
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚***•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
black si kucing hitam nan manis
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚***•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚***•̩̩͙✩•̩̩͙*˚
*♡∞:。.。 beauty game's 。.。:∞♡*