Basic Human " Arabian " Stories

Basic Human " Arabian " Stories
Perjalanan Pertama



Chapter 2: Perjalanan Pertama


Setelah berminggu-minggu mempersiapkan diri, Lubna dan Khalil akhirnya siap untuk memulai perjalanan mereka. Mereka mengenakan pakaian perjalanan yang nyaman dan membawa beberapa barang penting seperti makanan, minuman, dan perlengkapan tidur.


Pagi itu, mereka berangkat dari Cordoba dan menuju ke arah timur. Perjalanan mereka berlangsung lancar pada awalnya, namun beberapa hari kemudian mereka dihadapkan pada beberapa masalah. Salah satunya adalah ketika mereka kehabisan makanan dan minuman di tengah gurun yang tandus.


Lubna dan Khalil terus berjalan selama beberapa hari tanpa makanan dan minuman yang cukup. Mereka merasa lemah dan kehilangan semangat, namun mereka terus berusaha bertahan dan mencari cara untuk keluar dari situasi tersebut.


Suatu malam, mereka bertemu dengan seorang pengembara yang sedang mengadakan perjalanan ke arah yang sama. Pengembara tersebut memberi mereka makanan dan minuman yang cukup untuk beberapa hari ke depan. Lubna dan Khalil sangat bersyukur dan merasa terharu oleh kebaikan hati pengembara tersebut.


Perjalanan mereka berlanjut dengan lancar setelah itu. Mereka belajar tentang budaya dan kebiasaan orang-orang yang mereka temui di sepanjang jalan, serta menemukan banyak hal baru dan menarik dalam perjalanan mereka.


Beberapa minggu kemudian, mereka tiba di kota Isfahan di Persia. Kota tersebut terkenal dengan keindahan arsitekturnya, dan mereka bersemangat untuk mengeksplorasi dan belajar lebih banyak tentang budaya Persia.


Lubna dan Khalil belajar dari para sarjana terkenal di kota tersebut, dan mereka juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang terkenal. Mereka mengamati dan mempelajari arsitektur dan seni yang indah, serta menemukan beberapa buku yang langka dan sulit didapatkan di tempat lain.


Di akhir perjalanan mereka, Lubna dan Khalil merasa senang dan puas dengan apa yang mereka pelajari selama perjalanan tersebut. Mereka kembali ke Cordoba dengan pengetahuan baru dan pengalaman yang berharga, serta berjanji untuk terus menjelajahi dunia dan belajar lebih banyak lagi tentang ilmu pengetahuan.


Lubna dan Khalil terus melaju ke timur, mengikuti matahari yang terus memudar di ufuk barat. Mereka berjalan kaki dengan hati-hati, menghindari jalur-jalur yang dianggap berbahaya, mengalami banyak rintangan dan tantangan sepanjang perjalanan mereka. Namun, Lubna dan Khalil tetap semangat dan optimis, berharap untuk mencapai tujuan mereka dengan selamat.


Perjalanan mereka menuju Isfahan sangat melelahkan. Mereka harus melewati padang pasir yang luas dan kering, melintasi lembah yang dalam dan berbahaya, dan menyeberangi sungai yang mengalir dengan derasnya. Mereka juga harus bertahan dalam cuaca yang sangat panas di siang hari dan dingin yang tajam di malam hari. Namun, mereka tidak pernah menyerah, terus berjalan tanpa henti.


Namun, kegembiraan mereka tidak bertahan lama. Saat mereka memasuki kota kecil yang berada di dekat oasis tersebut, mereka disambut oleh sekelompok bandit yang siap menjarah dan membunuh mereka. Lubna dan Khalil berusaha untuk melawan, namun mereka berdua terluka dan kalah dalam pertarungan tersebut. Mereka akhirnya berhasil lolos dengan selamat setelah salah satu dari bandit tersebut mengambil hati Lubna dan memutuskan untuk membantu mereka melarikan diri.


Setelah insiden tersebut, perjalanan mereka menjadi lebih berhati-hati. Mereka berjalan di malam hari dan beristirahat di siang hari. Mereka juga mencari rute alternatif dan menghindari rute-rute yang berbahaya. Setelah beberapa hari, mereka akhirnya sampai di kota Isfahan, kota yang sangat indah dan kaya akan seni dan kebudayaan.


Lubna dan Khalil sangat terkesan dengan keindahan kota tersebut. Mereka mengunjungi banyak tempat bersejarah, seperti Masjid Imam dan Istana Ali Qapu. Mereka juga menemukan banyak teman baru dan menikmati makanan lezat dari kota tersebut. Namun, mereka tetap merindukan kampung halaman mereka di Cordoba, dan berencana untuk segera pulang setelah menyelesaikan urusan mereka di kota Isfahan.


Dalam perjalanan pulang mereka, Lubna dan Khalil menemukan beberapa artefak bersejarah yang sangat berharga. Mereka juga bertemu dengan beberapa orang yang sangat membantu mereka dalam perjalanan kembali ke Cordoba. Setelah beberapa minggu perjalanan, mereka akhirnya tiba di Cordoba dengan selamat, merasa puas dengan perjalanan mereka yang penuh petualangan dan tantangan.


Dari perjalanan tersebut, Lubna dan Khalil dapat belajar banyak hal tentang kehidupan dan tentang diri mereka sendiri. Mereka menyadari bahwa meskipun hidup tidak selalu mudah dan penuh dengan rintangan, tetapi jika mereka tetap bersemangat dan optimis, maka mereka dapat mengatasi semua hal tersebut. Mereka juga belajar tentang keindahan dan keanekaragaman dunia yang luas, serta tentang pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.


Kembali di Cordoba, Lubna dan Khalil disambut oleh keluarga mereka yang sangat bahagia melihat mereka pulang dengan selamat. Mereka memberikan hadiah-hadiah yang mereka dapatkan selama perjalanan, dan bercerita tentang petualangan mereka dengan penuh semangat.


Namun, meskipun mereka sangat senang bisa kembali ke rumah, Lubna dan Khalil merasa bahwa mereka telah berubah setelah perjalanan mereka. Mereka merasa lebih dewasa dan lebih bijaksana, serta lebih menghargai kehidupan dan kebersamaan dengan orang-orang yang mereka cintai.


Dalam beberapa bulan setelah kembali, Lubna dan Khalil terus bekerja keras dan mengembangkan keterampilan mereka dalam bidang seni dan musik. Mereka juga membantu orang lain yang membutuhkan, serta memberikan inspirasi dan semangat bagi orang lain untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Akhirnya, mereka mengadakan sebuah konser besar di Cordoba, mempertunjukkan keterampilan mereka kepada banyak orang. Konser tersebut sangat sukses dan menjadi bukti kesuksesan mereka dalam mencapai tujuan mereka. Mereka merasa sangat bangga dengan diri mereka sendiri dan bersyukur atas semua hal yang telah mereka lakukan selama perjalanan mereka.