Basic Human " Arabian " Stories

Basic Human " Arabian " Stories
Lubna Bertemu Khalil



Chapter 1


Lubna adalah seorang gadis muda yang tumbuh di kota Cordoba, Andalusia. Dia adalah putri seorang ahli matematika terkenal yang bernama Ahmad. Keluarganya terkenal sebagai orang-orang yang sangat cerdas dan berpendidikan tinggi. Ahmad selalu memotivasi Lubna untuk belajar dan mengembangkan kecerdasannya.


Lubna senang menghabiskan waktunya di perpustakaan kota, membaca buku-buku tentang matematika dan sains. Dia juga belajar bahasa Arab dan bahasa Latin, sehingga dia bisa membaca buku-buku terkenal dalam bahasa aslinya. Lubna sangat terkesan dengan karya-karya para filsuf dan ilmuwan besar seperti Euclid dan Aristotle.


Suatu hari, ketika Lubna sedang membaca di perpustakaan, dia bertemu dengan seorang pria misterius. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Khalil, seorang pengelana dari timur jauh. Khalil memiliki rambut hitam panjang dan kulit kecoklatan yang eksotis. Dia juga berbicara dengan logat asing yang tidak familiar bagi Lubna.


Khalil tertarik pada kecerdasan Lubna dan mereka mulai berbicara tentang matematika dan sains. Lubna sangat senang bisa berdiskusi dengan seseorang yang memiliki pengetahuan yang lebih luas darinya. Khalil juga memberikan Lubna buku-buku tentang matematika dan sains dari tempat-tempat yang belum pernah Lubna dengar sebelumnya.


Lubna menjadi semakin tertarik pada Khalil dan mereka bertemu di perpustakaan setiap hari untuk berbicara tentang ilmu pengetahuan. Namun, mereka tidak tahu bahwa cinta telah tumbuh di antara mereka.


Suatu hari, ketika Khalil bertanya tentang keluarga Lubna, Lubna mengungkapkan bahwa dia adalah putri Ahmad, seorang ilmuwan terkenal. Khalil terkejut dan bertanya apakah dia mengenal Ahmad. Lubna mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan ayahnya dan selalu ingin menjadi seperti dia.


Khalil tersenyum dan mengatakan bahwa dia adalah seorang sahabat lama Ahmad dan telah bekerja dengan ayahnya di masa lalu. Lubna terkejut dan merasa bahagia bahwa Khalil mengenal ayahnya.


Lubna dan Khalil semakin dekat dan mereka memutuskan untuk mengunjungi Ahmad bersama-sama. Ahmad terkejut melihat Khalil dan sangat senang melihat Lubna bersama teman barunya. Mereka mulai berbicara tentang matematika dan sains, dan Ahmad merasa senang melihat putrinya begitu tertarik pada ilmu pengetahuan.


Khalil kemudian mengungkapkan bahwa dia akan pergi dalam beberapa hari ke depan dan meminta Lubna untuk pergi bersamanya. Lubna sangat senang dan setuju untuk pergi bersamanya. Ahmad memberikan Lubna beberapa buku-buku terbaru tentang matematika dan sains, serta beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk perjalanan mereka.


Lubna dan Khalil berangkat pada hari berikutnya dan mulai petualangan mereka ke timur jauh. Mereka belajar tentang budaya dan ilmu pengetahuan dari berbagai negara yang mereka kunjungi, dari Mesir hingga Persia. Lubna dan Khalil belajar banyak tentang matematika, astronomi, dan ilmu pengetahuan lainnya dari para sarjana terkenal di sana.


Namun, selama perjalanan mereka, Lubna mulai merasa sedih. Dia merindukan keluarganya dan Cordoba. Dia merindukan ayahnya yang selalu memotivasi dan mendukungnya untuk belajar. Khalil menyadari kekhawatiran Lubna dan mencoba menghiburnya dengan berbicara tentang ilmu pengetahuan dan petualangan mereka.


Suatu malam, ketika mereka berada di sebuah kota di Persia, Lubna dan Khalil dikejutkan oleh serangan dari para perampok. Mereka berjuang untuk bertahan hidup dan berhasil melarikan diri dengan luka-luka kecil.


Setelah beberapa bulan perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya kembali ke Cordoba. Lubna sangat senang bisa kembali ke rumah dan bertemu keluarganya lagi. Dia juga senang bisa membagikan semua pengetahuan baru yang telah dia pelajari selama perjalanan ke ayahnya.


Khalil juga senang bisa bertemu dengan Ahmad lagi dan mereka berbicara tentang pengalaman mereka selama perjalanan. Ahmad sangat terkesan dengan pengetahuan baru yang dibawa oleh Lubna dan Khalil dan merasa bangga dengan putrinya.


Lubna menyadari bahwa dia telah tumbuh menjadi lebih dewasa selama perjalanan dan merasa lebih percaya diri dalam ilmu pengetahuan. Dia merasa bersyukur karena memiliki ayah yang sangat mendukung dan teman seperti Khalil yang menginspirasinya untuk belajar lebih banyak lagi.


Akhirnya, Lubna memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang pengalaman petualangannya dengan Khalil, yang akan menjadi salah satu karya terkenal dalam sejarah ilmu pengetahuan di dunia.


Buku tersebut akan menceritakan perjalanan mereka dari Cordoba hingga Persia, dan pengalaman mereka dalam belajar dari para sarjana terkenal di sana. Lubna berharap bukunya dapat menginspirasi orang lain untuk belajar dan memperluas pengetahuan mereka seperti yang telah dilakukannya.


Ayah Lubna sangat bangga dengan putrinya dan membantunya dalam proses penulisan buku. Mereka bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan buku tersebut.


Akhirnya, buku Lubna dan Khalil tentang petualangan mereka selesai dan disebarkan ke seluruh dunia. Buku tersebut menjadi terkenal dan memotivasi banyak orang untuk belajar lebih banyak tentang ilmu pengetahuan.


Lubna merasa bahagia dan puas dengan pencapaian ini, dan dia berjanji untuk terus belajar dan berbagi pengetahuannya dengan dunia. Dia tahu bahwa masih banyak yang harus dipelajari, dan dia tidak sabar untuk melihat apa yang akan ditemukan dalam petualangannya berikutnya.


Khalil juga merasa terinspirasi oleh perjalanan mereka dan memutuskan untuk menjadi seorang sarjana. Dia kembali ke Persia untuk belajar lebih lanjut dan memperdalam ilmu pengetahuan.


Sementara itu, Ahmad merasa sangat bangga dengan putrinya dan mengakui bahwa dia salah dalam menganggap bahwa wanita tidak pantas untuk belajar. Dia menyadari bahwa putrinya adalah bukti nyata bahwa wanita juga dapat menjadi sarjana yang hebat.


Kisah Lubna dan Khalil menjadi legenda dalam sejarah ilmu pengetahuan, dan mereka diingat sebagai inspirasi bagi generasi mendatang. Perjalanan mereka menunjukkan betapa pentingnya belajar dan menjelajahi dunia untuk memperluas pengetahuan kita dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.