
...HAPPY READING...
...~~~~~~...
Brian berhasil membawaku keruangan itu, entah bagaimana ruangan yang diluar kelihatan menyeramkan ternyata didalamnya tak menyeramkan sama sekali.
"kok kita kesini?" tanyaku
"nunggu bentar ya makanannya baru dipesen" jawabnya yang tak selaras dengan pertanyaanku tadi
"kakak belum jawab pertanyaan aku" tanyaku lagi
"huh kita disini mau makan kamu tadi belum makan siang" jawabnya
"iya tapi sekarang udah waktunya masuk ke kelas kok kita malah disini, aku ngga mau ya kalo sampai kakak aku tau aku bolos kelas"
"nanti aku yang ngomong sama kakak kamu"
setelah percakapan tadi ruangan ini kembali menjadi tenang namun tak lama terdengar suara ketukan pintu yang menyadarkan lamunan kami.
"aku ambil makanan dulu didepan kamu disini aja" ucapnya sambil memandang kearahku
"iya" jawabku singkat
Kak Brian pun kembali dengan membawa beberapa kantong plastik .
"nih makan yang banyak aku ngga mau kamu sakit kalau ngga makan" ucapnya sambil memberikanku makanan
"iya kak" balasku mengambil makanan itu
"nanti pulang sama aku" pintanya
"kan aku sama kakak aku kak"
"nanti aku yang bilang ke Jeffi"
"jangan panggil kak, Brian aja" lanjutnya
"kak eh maksud aku Brian kamu ngga makan?" tanyaku ia perlahan menatapku dengan mata tajamnya yang perlahan melembut.
"ngga kamu aja aku mau ngurus sesuatu sebentar" ucapnya kembali menatap ponselnya
aku menyodorkan sendok didepan mulutnya "nih buka mulutnya".
ia tampak terkejut dengan apa yang aku lakukan sekarang, itu bisa aku lihat
"ya udah kalau ngga mau" ucapku sambil menarik tanganku tapi sebelum aku menariknya Brian melahap makanan itu.
"aku bukan ngga mau tapi kaget aja hehe"
dan akhirnya aku dan Brian makan dengan aku yang menyuapinya.
#ruang kelas
"kira-kira kak Brian bawa Vio kemana ya?" ucap Aira
"ga tau tapi semoga Vio gapapa" jawab Melody
"eh tapi emang bener ya Vio jadian sama kak Brian?" tanya Aira kepo
"ga tau nanti kita tanya aja sama orangnya" putus Zea
"itu yang ditengah pada brisik ngapain?" tegur guru sejarah
"gapapa kok pak ini tadi saya nguruh Aira ambilin bolpen saya yang jatoh hehe" jawab Melody penuh dengan cengiran
"ya udah jangan pada berisik!" ucapnya tegas
#skip pulang sekolah
Bel pulang sekolah pun berbunyi, Vio akhirnya meminta Brian untuk pulang karena takut kakaknya akan tau kalau dia bolos pelajaran di hari pertama dia sekolah.
"kak bel udah bunyi ayo pulang" ajak ku
"Brian by bukan kak" ucapnya
"iya Brian ayo pulang, kakak aku pasti udah nyariin aku"
"yaudah ayo kekelas dulu" ucapnya sambil menarik tanganku keluar ruangan itu.
Sampainya dikelas Vio bertemu dengan teman-temannya yang sedang membereskan peralatan sekolah mereka.
"ya ampun Vio lo itu kemana aja kok baru ke kelas" ucap Rara khawatir
"udah belum ambil tasnya?" lanjutnya bertanya kepadaku
"ekhmm udah nih" ucapku sambil menunjukkan tas
"ya udah ayo pulang" ajaknya
"iya, semuanya gua balik dulu ya tau kalian mau nanya sesuatu besok gua ceritain" ucapku
"oke Vi hati-hati"
#parkiran
"nih kamu pake jaket aku buat nutupin paha kamu" menyerahkan jaketnya
"udah aku pake kak"
"yuk naik,pegangan" aku pun memegang pundak
"KOK DISITU SIH!" ujarnya yang membuatku terkejut dan takut
"terus dimana? apa aku ga usah pengangan aja"
"disini" ucapnya sambil menempatkan tanganku ke pinggangnya
diperjalanan aku melihat beberapa motor mulai mendekat ke motor Brian
"Bri itu ada motor yang ngejar kamu deh kaya nya" ucapku
"ha! masa" sambil melihat kaca spion, dan benar itu adalah musuh dari geng Lion
"shit!, kamu pengangan yang kuat ya" ucapnya kepadaku
"iya" dan setelah itu motor Brian melaju sangat kencang menerjang angin.
namun mereka berhasil menghentikan kami, akhirnya kami mau tidak mau harus turun
"mau kemana bos?" ucap seseorang mengejek
"bukan urusan lo!" jawab Brian
"itu cewek lo?" ucapnya sambil menunjukku
"jangan macem-macem lo, masih ngga terima kalah?" ucap Brian dengan senyuman
"bangsat! maju lo!" ucap orang itu
Brian pun mau tidak mau harus bertarung dengan orang itu dan aku mencoba untuk menelepon polisi untuk menghentikannya.
akhirnya tak lama kemudian polisi pun datang dan mereka seketika berhenti bertarung dan Brian menghampiriku.
"kamu gapapa?" tanyaku
"gapapa yang penting kamu aman" jawabnya
"ya sudah pak terimakasih saya sama temen saya pulang dulu" pamit ke Pak Polisi itu
"iya dek hati-hati di jalan anak ini biar kami yang ngurus"
aku dan Brian pun melanjutkan perjalanan ke rumah.
"dah sampe kamu masuk gih"
"luka kamu gimana?"
"udah gapapa nanti dirumah aku pasti obatin" jawabnya
"ya udah aku masuk hati-hati ya kalo dah sampe kabarin" pamitku
"cie perhatian ni ye"
"ya udah kalau ngga mau juga gapapa" ucapku kesal
"iya sayang nanti aku kabarin kok tenang dah gih kamu masuk" ucapnya dan mulai menghidupkan motornya
Vio pun masuk ke rumah.
...MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN KETIK DAN TANDA BACA...
...Terimakasih telah membaca....
6 Mei 2021