B R I A N

B R I A N
02. Sebuah Alasan



...HAPPY READING...


...~~~...


Sinar matahari sudah menyambut namun tak ada perubahan pada gadis itu, ia tetap dalam posisinya yang memeluk guling dengan damai.


" dek bangun udah pagi " ucap Gavin yang mencoba membangunkan adek nya itu


" 5 menit kak "


" ga ada 5 menit lagi udah ditunggu dibawah "


" iya iya bangun nih " ucapnya namun tetap dalam keadaan yang sama ia tetap menutup mata nya


ia merasakan bahwa dia terbang sekarang karena Gavin menggendongnya untuk ke kamar mandi.


" kakak!!!! dingin " teriaknya


" makanya kalo bangun itu ya buka mata "


" iya iya udah ni "


" sekarang kita ke bawah "


" Iya iya "


Meja Makan


" Pagi semua " sapa Vio


" Pagi dek/sayang "


" Sini duduk " kata Papi dan gue langsung duduk ditempat yang Papi bilang


" Vi Papi mau tanya kamu mau masuk sekolah kapan? "


" Besok aja gimana Pi? "


" Papi ngikut kamu kalo kamu mau besok juga gapapa "


" Ya udah besok aja ya Pi, tapi perlengkapan sekolah Vio gimana? "


" Kalo itu udah Mami siapin kemaren sebelum kamu pulang " ucap Mami


" Aaaaaaa Mami tau aja kalau aku males banget buat keluar " ucap vio dan peluk Maminya itu


" ya udah sekarang kita sarapan " ucap Mami


" Iya Mi/sayang "


Dan percakapan mereka berakhir dengan suara dentingan sendok dengan piring.


" Hari ini gue mau ngapain ya kakak pada sekolah, Mami ke butik, Papi kekantor. Apa gue keluar aja katanya motor gue masih di garasi " pikir Vio


Setelah siap siap dan ganti baju Vio langsung ke garasi buat ambil motor nya.


" Mang ujang motor Vio masih di garasi kan?? "


" Masih atuh non kuncinya ditempat biasa "


" Oke mang makasih sekalian saya mau pamit pergi keluar sebentar mungkin ke cafe depan " pamit Vio


" Iya non siap "


" Akhirnya gue naik motor juga " ucap Vio setelah menaiki motornya itu


Alunan musik yang indah sedang ia dengarkan dan tanpa dia sadar ada orang yang diam-diam mengamatinya , beberapa gerombolan anak motor yang sedang nongkrong lebih tepatnya.


Memang parasnya yang cantik membuat semua orang tertarik padanya namun hanya satu kekurangannya cuek, semua pasti memiliki alasan tersendiri untuk menutupi sesuatu.


Seperti halnya Vio, dia juga punya alasan dan salah satu alasannya adalah diselingkuhi oleh mantan pacarnya. Iya yang membuat dia sekarang cuek dan tidak peduli dengan sekitarnya tapi untungnya dia memiliki sahabat yang amat baik.


Dering telepon mengganggu lamunannya


" Halo " angkatnya


" Kamu dimana? "


" Baru di cafe bentar lagi pulang "


" Ya udah hati-hati kalau pulang "


" Iya bawel banget jadi kakak "


Setelah mendapat telepon itu ia bergegas untuk pulang


" Udah pulang non " ucap mang ujang sambil buka gerbang


" Iya mang udah " jawab Vio


" Vio pulang " sapa ku masuk Rumah


" Dari mana kamu? " Tanya Gavin


" Dari cafe depan " jawabku lalu pergi ke atas ganti baju


Selesai ganti baju aku turun ke bawah untuk makan malam karena kebetulan semua kumpul di rumah.


Skip selesai makan malam


" Kak nonton yuk " ajak Vio ke Jefri dan Gavin


" Nonton apa ? " Tanya Jefri


" Terserah " jawab Vio


" Dih mana ada film judulnya terserah " kata Gavin


" Emang ya dari dulu masih aja ngeselin " kata Vio kesal


" Ya udah kita nonton film Percy Jackson aja, tapi setelah itu langsung pada tidur besok sekolah apalagi kamu Vio besok hari pertama masuk sekolah kan " ujar Jefri menasehati kedua adiknya


" Iya kak " jawab Vio


Akhirnya mereka menonton dengan tenang dan tanpa sadar Vio sudah tidur di pelukan Gavin.


" Bang ini Vio Tidur gue bawa ke atas ya " ucap Gavin ke Jefri


" Iya bawa aja " jawab Jefri


Vio yang sedang dipindahkan oleh Gavin pun tidak merasa terganggu.


" Night adek nya kakak " ucap Gavin lalu mengecup adek nya dan keluar kamar Vio


...MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN KETIK DAN TANDA BACA....


...Terimakasih telah membaca...


20 Maret 2021