ALGA (AliAgatha)

ALGA (AliAgatha)
#7 pembalasan berujung rasa



Hari kamis adalah hari yang benar benar melelahkan, karna banyaknya praktek di setiap pelajaran, waktu istirahatlah yang paling mereka tunggu


Agatha sedang membereskan barang barangnya sehabis praktel fisika, Ali yang melihat Agatha tengah sibuk berniat menjahilnya, ia berjalan pelan ke arah Agatha dan mengejutkannya dari belakang


"Dorrr!!!"


"monyet terbang!!!" pekik Agatha yang terkejut, yang membuat barang barang yang ia bawa jatuh berserakan, Ali tertawa puas sedangkan Agatha mengepal tangannya kuat menahan emosi


"Puass lo liat gua sengsara!!!" tanya Agatha


"Puas!!! banget malah!!! rasain tuh!!! oh iya beresin sendiri ya tuh baranga gua laper cabut dulu ya" ucap Ali santai ia mengambil botol minum Agatha dan langsung menenggaknya sampai habis


"ehh, mimuman gua!!!"


"ohh,,,, minuman lo ya, yahhh udah abis nihh, gimana dong?! gak papa kan ya?! lo kan bisa beli lagi,kalo gitu thanks ya" ucap Ali tanpa rasa bersalah dan melenggang begitu saja


'dasar anak gorila, mau dia tuh apa sihh' batin Agatha, ia melihat ke barang barang praktek yang berantakan ia menghela nafas panjang


ia harus extra sabar menghadapi tingkah Ali yang super jail


******


setelah meletakkan barang barang di lokernya Agatha segera menuju kantin tapi ketika di lapangan outdor ia terdiam sejenak ia yakin pasti sekarang Ali tengah bermain basket, ia pun bakal tau tanpa melihatnya karna banyak sekali siswi yang meneriaki namanya


'Heran gua sama mereka, Ali cakep dar mana coba?! bisa banyak yang naksir gitu, pake pelet apa nih bocah?!' batin Agatha menatap lapangan outdor


Ali melihat Agatha yang tengah menatap ke arah lapangan, ia berencan untuk membalaskan dendamnya kemarin


"Li!!! bolanya lempar sini!" teriak Raffi yang melihat Ali berniat melempar bola ke luar lapangan


"Lo mau ngapain?!!!" tanya Raffi heran


"mau balas dendam bentar" jawab Ali sedikit berteriak dan langsung melempar bolanya,,,


dan,,,,,,


'BUGHhh'


sebuah bola mendarat mulus di kepala Agatha, hingga ia tersungkur


"aduh... pala gua," keluhnya mengelus kepalanya


"gua yang lempar! siniin bolanya!" jawab Ali sedikit berteriak


"Anjirr bukannya bantuin gitu, minta maaf kek mang dasar anak gorila" gumam Agatha kesal


"lo masih punya tangan dan kaki yang masih bergungsi!!, ambil sendiri!!"


Baru saja Agatha ingin berdiri namun ia kembali terduduk, kepalanya tiba tiba pusing


"Lo gak papa kan?" tanya Ali entah kapan ia sudah ada disana


"gak papa" balas Agatha bohong


"perlu bantuan gak nih?!" tanya Ali lagi ia menglurkan tangannya namun di tepis Agatha


"ck! gua bisa sendiri" ucap Agatha tegas, ia bangkit namun saat ia ingin mengambil langkah pertamanya tiba tiba tubuhnya hampir ambruk ke bawah jika Ali tak menahannya


"gua gak yakin lo kuat tha?!" ucap Ali jujur


Agatha tersenyum,


"gua kuat kok li" balas Agatha dengan muka yang masih pucat


Entah mengapa melihat senyum Agatha membuat jantung Ali berpacu lebih cepat


'jangan ampe hal itu terjadi li, jangan!' batin Ali


"halahh bacot lo! udah sakit masih ajah belagu, abis ini jangan banyak komen" ucap Ali


"hah? mang lo mau ngapain?" tanya Agatha bingung karna Ali mengambil posisi dan....


"ehh li,,, turunin gua li,,!!" pekik Agatha


ya, Ali menggendong Agatha ala bridal style


"syuttt no komen"


****yeyeyyy update lagi


makasih ya udah mau baca cerita yang benar benar ambyarr