
*~**hai hai kembali lagi di sini, di cerita yang rada rada gasrak
langsung ajah dehhh
Happy Reading sobat sobat**
*****
Baru beberapa langkah ia berjalan, ia melihat Ali yang sepertinya sedang mencari sesuatu di dalam lokernya, ide licik pun langsung muncul di kepala seorang Agatha, ia tersenyum licik
"Vin, bentar deh gua mau buat sensasi dulu biar gak garing garing banget" ucap Agatha langsung berjalan mengendap ngendap menuju ke arah Ali dan Vina pun hanya menatap bingung memohon keselamatan untuk temannya satu ini
Saat Agatha sudah di belakang Ali, ia segera mendorong Ali hingga Ali terjelembab ke dalam loker yang membuat seluruh barangnya berhamburan dan berantakan
Suara berisik yang di timbulkan Agatha sukses membuat tatapan seluruh orang tertuju pada sumber suara seketika semua orang tertawa terbahak bahak atas kejadian yang langka ini
sumpah demi apa pun Ali benar benar merasa malu dan juga kesal secara berasamaan terhadap Agatha
seorang ketua osis di permalukan? No, No, Big No, ini harus di beri pelajaran, pikir Ali
Ia berjalan mendekati Agatha yang berusaha menghentikan tawanya, ya sekarang perut Agatha sangat sangat sakit
"lo,,, gara gara lo,! gua di ketawain satu ruangan!, loker gua juga berantakan!!, beresin sekarang!!!" tegas Ali berapi api
"Pffttt,,, gara gara gua? lah bukannya lo sendiri yang masuk ke dalam tuh loker sampe berantakan gitu kok malah nyalahin gua sih, salah gua di mana?" ucap Agatha kembali tertawa sungguh ia belum pernah melihat kejadian langka seperti ini
"kurang ajar" Ali mengangkat tanggannya ke udara hendak menampar pipi Agatha baru saja ia ingin menampar Agatha, tangannya langsung di tahan oleh Raffi, sahabatnya
"eittssss,,, mau ngapain lo ketos?" cegah raffi mendengus kasar
"udah li, dia cewek" bisik Raffi, Ali langsung menghebuskan nafasnya berusaha mengatur emosinya, Ali langsung menurunkan tangannya
"ohh gak jadi apa?! gak berani?! bagus deh pipi mulus gua bertahan" ucap agatha
"muka kaya jalan kerikil ajah bangga amad lo" ucap Raffi
"Dih dih kenapa ya? gua ngomong ama Ali ya, lo ngapain ikut ikutan coba" lanjut Agatha tak mau kalah
"suka suka gua lah! mulut mulut gua ini!"
Ali maju beberapa langkah guna mempertipis jarak antara dirinya dan Agatha
"urusan kita belo selesai MUSUH!" ucap Ali horor dan penuh penekanan di setiap kalimatnya, aura dingin menyeruak membuat siapa saja akan tertegun melihatnya
Agatha hanya mendengus pelan
"mau sok horor bang? maaf maaf ajah nih yah gua gak takut" balas Agatha meremehkan Ali
"dah udah woi, mending lo kekantin aja deh tha, kasian noh sahabat lo kelaperan" ucap Raffi menengahi
"iya ya,,,, yaudah deh gua ke kantin dulu, bye MUSUH!!!" ucap Agatha penuh penekanan di kata terakhir yang ia ucap dan langsung melenggang pergi menuju tempat Vina
"Aje gila, musuh lo li, iseng banget sumpah" ucap Raffi yang terkekeh mengingat kejadian barusan
"musuh ya tetep ajah musuh!!" ucap Ali yang masih kesal terhadap Agatha dan perlakuannya tadi
'Awas aja lo tha! tunggu pembalesan gua!' batin Ali menatap punggung Agatha yang menghilang di persimpangan