
Lubis Family's
Damai...
Tentram...
Harmonis...
Itu semua hanya didepan layar, tidak ada yng tau bagaimana suasana keluarga Lubis yang sebenarnya. Dulu sebelum kedatangan dia, keluarga Lubis adalah keluarga yang harmonis, dermawan, baik hati. Namun setelah kedatangan dia dn anaknya, keluarga Lubis menjadi tamak, egois, suka menindas, dan licik. Dia memfitnah istri sah keluarga Lubis sehingga terusir karena dia. Dia juga menuduh Alexa dengan cara membunuh oma Lucy sehingga menimbulkan salah paham hingga sekarang.
"Welcome to Lubis Family's, dimana yang salah dilindungi dan yang benar dibuang. Lihat saja kedepannya apa kau akan hidup tenang selagi gue ada disini." Ucap Alexa.
Cklekk...
Suara pintu terbuka, disana terlihat semua keluarga sedang berkumpul diiringi canda tawa.
"Wah wah wah lihat siapa yang datang." Ucap pemuda bernama Dimas Pratama Lubis dengan tatapan remeh.
"Masih punya nyali lo pulang kesini." Ucap pemuda ke-2 bernama Devin Olleno Lubis.
"Udah-udah pasti Alexa capek, sini dulu nak duduk disini." Ucap wanita berumue 48 tahun tersenyum.
"Siapa lo, kenal juga ga." Ucap Alexa.
"HEH ITU MAMAH LO, KOK LO NGOMONG GITU?" Ucap Dimas.
"Heh Mamah? Mamah siapa? Gue aj ga kenal, sok sok ingin jadi ibu gue, apa gue mesti kasih tau kalau dia cuma wanita tak tau malu." Ucap Alexa sambil memandang wanita tersebut dari atas bawah dengan tatapan remeh.
Wanita tersebut bernama Chylia Antana Putri.
Ana yang melihat tatapan tersebut merasa marah, tapi ia tahan dengan tersenyum paksa.
"KAMU DATANG DATANG BUKANNYA SALAM YANG BENER, DADDY NGAJARIN KAMU BUAT TAU TATA KRAMA KE ORANG YANG LEBIH GEDE." Ucap Daddy Satya, Satya Anggara Lubis dengan marah.
"Oh ya? Ngomong-ngomong tentang tatakrama, and tidak pernah tuh mengajarkan saya apa itu tatakrama, anda cuma memberi saya kekerasan, cacian dan gunjingan. Darimana saya harus belajar tatakrama dari anada. Yang harusny ada ajarin tatakram dia tuh-" Ucap Alexa sambil menunjuk wanita yang berumur 19 tahun.
"-Ajarin dia yang bener. Penampilan menor gitu sifat sok polos, apa tuh yang situ pake baju anak sd kali ketat banget. Mau nunjukkin bahwa body lo cetar membahana gitu? Alah kelakuan kek jalang gitu masih dilindungi." Ucap Alexa masih tenang diselingi sedikit candaan sedangkan yang ditatap terlihat sudah wajah yang dibalut makeup tebal tambal memerah karena sebelumnya sudah ada blush on warna merah.
Keluarga Lubis yang mendengar perkataan Alexa ada benarnya, penampilannya ga menunjukkan bahwa di berumur 19 tahun tapi tidak mencerminkan umur segitu. Namun tetap kembali keawal, keluarga Lubis menyangkal itu semua.
Alexa yang sudah tau apa yang akan dijawab hanya memutar matanya malas sambil menaikki lift menuju kamarnya.
...(* ̄▽ ̄*)...
ALEXA ROOM
"Hmm masih sama seperti dulh, gue jadi kangen mommy sama adik-adik gue. Kabar mereka gimana ya?." Gumam Alexa.
"Gue belum kabarin sahabat gue lagi." lanjutnya.
...Black girls Squad...
...Alena, Marsha, Wina...
^^^P^^^
^^^P^^^
^^^Gue dah di Indo, gue tunggu di Cafe Pelangi. ^^^
^^^Gue tunggu^^^
^^^Awas aja ngaret^^^
Alena
Whattt!!! Demi apaa
Kapan sampe heh
Oke gue otw.
Wina
'2
Marsha
'3
Alena
Marsha
Suka-suka gue lah
Wina
'2
Alena
Serah lo pada deh.
...(* ̄▽ ̄*)...
Cafe Pelangi
Alexa sudah berada di cafe, sembari menunggu sahabatnya ia memesan.
"Mau pesan apa mbak?." Ucap waiters
"Beef steak with salad 1, ramen jumbo pedas komplit 1, spicy chicken katsu 1, tamagoyaki 1, jus alpukat 1, strawberry smoothie 1, es teh lemon 1, es sudo 1, kentang goreng yang large 1, dan eskrim strawberry durian mangga ukuran jumbo 1." Ucap Alexa sambil melihat menu.
"Baik, ada tambahan." Ucap Waiters yang sudah selesai menulis pesanan Alexa.
"Tidak." Ucap Alexa singkat
"Baik, silahkan ditunggu." Setelah waiters tersebut pergi, datanglah sahabat Alexa.
"Woy xa." Teriak Wina tak tau malu.
"Berisik heh." Ucap Alexa kesal.
"Tau tuh berisik huhhh." Ledek Marsha.
"Udah pesan xa?." Ucap Alena.
"Udah." Jawab Alexa singkat.
Sembari menunggu makanan datang, mereka mengobrol ringan.
"Kalian sekarang ngampus dimana?." Ucap Alexa.
"Victoria University xa." Ucap Alena.
"Asal lo tau ya xa, Victoria University tempatnya para cogan tau." Ucap Wina semangat
Victoria adalah surganya para perkumpulan cogan. Namun begitu, kampus tersebut adalah kampus terelit dan termewah dikota Jakarta. Menjamin mahasiswa/mahasiswi lulusan terhebat, untuk masuk kampus tersebut sangatlah susah mengingat yang ingin masuk kesana ribuan orang sementara Victoria University hanya menerima 15 orang/prodi. Namun karena adanya kekuasaaan, masuk dengan mudah tanpa ujian saringan masuk.
"Oh ya, tapi sorry gue ga tertarik sama tuh cogan-cogan." Ucap Alexa malas.
"Lo ga tau aja kalau geng Antariksa tuh semua anggotanya ganteng-ganteng, apalagi tuh si Marsha punya cowok geng Antariksa." Ucap Alena membongkar rahasia Marsha.
"Ih Len lo mah ember deh." Ucap Marsha kesal.
"Hmm lo harus hati-hati aja sih sama geng Antariksa, klo di selingkuhin nangis lo. Kita lagi yang repot hadehh." Ucap Wina.
"Ihh Ryan gak kek gitu kali, dia mah orangnya setia." Ucap Marsha kesal.
"Ya yang penting mah kita dah ngasih tau lo ya, ya itu mah giman lo aja deh." Ucap Alena.
"Permisi ini makanananya." Ucap Waiters.
"Makasih mas." Ucap mereka.
"Sama-sama." Balas Waiters.
Mereka mulai makan diiringi canda tawa.
"Eh guys gue duluan ya, udah mau malem nih." Ucap Alexa.
"Okey kita-kita juga mau pulang kok." Ucap Wina.
"Oke take care all, byee." Pamit Alexa.
"Bye." Ucap Alena, Marsha dan Wina.
Bersambung---------->
^^^- Ziyya 🐨🐨^^^