Adventures Of Patrik Vandestar

Adventures Of Patrik Vandestar
Bab 4: Kembali ke Rumah dan bersatu kembali



Patrik dan Marie meninggalkan Kota Hilang dan memulai perjalanan pulang yang panjang. Mereka kelelahan karena petualangan mereka, tetapi juga senang dengan pengetahuan yang telah mereka peroleh dan harta yang telah mereka peroleh.


Saat mereka melakukan perjalanan melalui hutan belantara, mereka mendiskusikan langkah selanjutnya. Patrik tahu bahwa dia harus mengembalikan relik kuat yang telah disewanya untuk diambil kembali kepada pemiliknya yang sah. Marie, sebaliknya, sangat ingin kembali ke rumahnya dan melanjutkan studi sihirnya.


Mereka berpisah di persimpangan jalan, tetapi sebelumnya berjanji untuk bertemu lagi suatu hari nanti. Patrik melanjutkan perjalanannya untuk mengantarkan relik tersebut, sedangkan Marie pulang untuk melanjutkan studinya.


Patrik tiba di rumah pemilik relik, seorang penyihir sakti bernama Arcturus. Arcturus senang melihat Patrik dan berterima kasih atas kembalinya relik itu. Dia menghadiahi Patrik dengan mahal dan menawarinya tempat di guild petualangnya.


Patrik mempertimbangkan tawaran itu dengan hati-hati, tetapi akhirnya memutuskan untuk menolak. Dia tahu bahwa hatinya berada dalam sensasi petualangan, bukan dalam kerja birokratis dari sebuah guild.


Sebaliknya, dia memulai petualangan baru, pikirannya sudah beralih ke harta berikutnya yang akan ditemukan, tantangan berikutnya yang harus diatasi. Dia tahu bahwa dia akan menghadapi bahaya dan bahaya, tetapi dia siap untuk apa pun, mengetahui bahwa dia memiliki keterampilan dan keberanian untuk menghadapi tantangan apa pun yang ada di depan.


Adapun Marie, dia kembali ke rumah untuk belajar, ingin mempelajari lebih dalam misteri sihir. Dia berlatih tanpa lelah, mengasah keterampilannya dan menjelajahi bidang sihir baru.


Tahun-tahun berlalu, dan Patrik serta Marie kehilangan kontak, tetapi mereka tidak pernah melupakan petualangan mereka bersama. Mereka tahu bahwa mereka adalah tim yang tangguh, dan bahwa mereka telah mencapai hal-hal yang tidak akan pernah bisa mereka lakukan sendirian.


Maka mereka melanjutkan perjalanan masing-masing, masing-masing didorong oleh hasrat dan keinginan mereka sendiri, tetapi selamanya terhubung oleh ingatan akan petualangan yang mereka bagi.


Bertahun-tahun telah berlalu sejak Patrik dan Marie berpisah, tetapi tidak ada yang melupakan petualangan yang mereka bagikan atau ikatan yang telah mereka bentuk. Patrik terus berkeliling dunia, mencari harta karun baru dan menghadapi tantangan yang semakin berbahaya. Marie telah menjadi penyihir yang kuat, dihormati dan dikagumi oleh semua orang yang mengenalnya.


Ketika Marie melihat Patrik, dia diliputi oleh emosi yang meluap-luap. Dia selalu mengaguminya karena keberanian dan keterampilannya, tetapi dia juga merasakan sesuatu yang lebih untuknya. Dia tidak pernah mengatakan kepadanya bagaimana perasaannya, takut hal itu akan membahayakan persahabatan mereka.


Tapi sekarang, saat mereka mengobrol dan mengenang masa lalu, Marie mendapati dirinya kembali tertarik pada Patrik. Dia menyadari bahwa perasaan yang dia pendam selama bertahun-tahun masih ada, lebih kuat dari sebelumnya.


Hari demi hari berlalu, Patrik dan Marie semakin sering menghabiskan waktu bersama. Mereka berjalan-jalan, menjelajahi kota, dan mengobrol selama berjam-jam. Seolah-olah tidak ada waktu berlalu sama sekali, dan mereka masih petualang yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu.


Suatu malam, saat mereka duduk bersama menyaksikan matahari terbenam, Patrik menoleh ke Marie dan meraih tangannya. "Marie," katanya, "ada sesuatu yang sudah lama ingin kukatakan padamu."


Marie menatapnya, jantungnya berdegup kencang. "Ada apa, Patrick?" dia bertanya.


"Aku tahu kita sudah lama berteman," kata Patrik, "tapi aku selalu merasakan sesuatu yang lebih untukmu. Aku tahu ini sudah lama, tapi aku bertanya-tanya apakah mungkin kamu merasakan hal yang sama."


Marie merasakan air mata menggenang di matanya. Dia telah menunggu momen ini selama bertahun-tahun. "Patrik," katanya, "aku merasakan hal yang sama selama ini."


Patrik membungkuk dan menciumnya, dan Marie merasa seperti melayang di udara. Itu adalah perasaan yang belum pernah dia alami sebelumnya, dan dia tahu bahwa dia tidak pernah menginginkannya berakhir.


Sejak hari itu, Patrik dan Marie tak terpisahkan. Mereka berkeliling dunia bersama, menghadapi bahaya dan menemukan harta karun di luar impian terliar mereka. Namun melalui itu semua, mereka tahu bahwa harta terbesar mereka adalah satu sama lain, dan mereka bersyukur atas setiap momen yang mereka habiskan bersama.