Adventures Of Patrik Vandestar

Adventures Of Patrik Vandestar
Bab 3: Pengkhianatan dan pencarian kota yang hilang



Ketika Patrik dan Marie berlayar kembali ke peradaban dengan artefak kuat yang mereka miliki, mereka tidak bisa menahan perasaan tidak nyaman. Mereka tahu bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang benar-benar berbahaya, dan mereka takut apa yang akan terjadi jika jatuh ke tangan yang salah.


Ketakutan mereka segera terwujud ketika mereka tiba kembali di kota. Mereka disambut oleh sekelompok bandit yang dipimpin oleh seorang pria bernama Garret Blackwood. Garret adalah penjahat terkenal, dikenal karena keserakahan dan kekejamannya. Dia telah mencari artefak itu selama bertahun-tahun, dan dia tidak akan membiarkan Patrik dan Marie menyembunyikannya darinya.


Patrik dan Marie mencoba melawan para bandit, tetapi mereka kalah jumlah dan kalah. Mereka terpaksa melarikan diri, meninggalkan artefak di belakang.


Selama beberapa hari berikutnya, Patrik dan Marie melakukan yang terbaik untuk melacak Garret dan kelompok pencurinya. Mereka mencari tinggi dan rendah, tetapi mereka tidak dapat menemukan jejak mereka. Mereka mulai putus asa ketika menerima surat misterius yang mengundang mereka untuk bertemu dengan Garret.


Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di sebuah gudang terbengkalai di pinggiran kota. Patrik dan Marie berhati-hati, tetapi mereka tahu bahwa mereka harus pergi. Mereka tiba di gudang, siap untuk apa pun yang Garret siapkan untuk mereka.


Garret sedang menunggu mereka di dalam, bersama dengan sekelompok bandit bersenjata lengkap. Dia mencemooh Patrik dan Marie, mengacungkan pedangnya dengan sikap mengancam.


"Kamu pikir kamu bisa mencuri artefak dariku?" dia berkata. "Kamu pikir kamu bisa lolos begitu saja? Nah, sekarang kamu akan membayar harganya."


Patrik dan Marie mencoba bernalar dengan Garret, tetapi dia di luar nalar. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang, dan kedua belah pihak bentrok dalam pertempuran sengit.


Patrik dan Marie bertarung dengan sekuat tenaga, tetapi mereka bukan tandingan Garret dan pasukannya. Mereka dengan cepat dikalahkan, dan mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki peluang untuk menang.


Tepat ketika semuanya tampak hilang, sekelompok ksatria menyerbu ke dalam gudang, dipimpin oleh seorang wanita bernama Lady Isabella. Dia dan para ksatrianya melawan Garret dan anak buahnya, dan Patrik serta Marie berhasil melarikan diri.


Lady Isabella menjelaskan bahwa dia telah mencari artefak tersebut, dan dia telah melacak Garret selama berbulan-bulan. Dia berterima kasih kepada Patrik dan Marie atas bantuan mereka, dan dia berjanji untuk menjaga keamanan artefak itu.


Patrik dan Marie telah melakukan perjalanan selama berminggu-minggu ketika mereka mendengar tentang Kota Hilang, sebuah tempat dongeng yang konon penuh dengan harta karun dan artefak kuno yang tak terhitung. Mereka tahu bahwa itu akan menjadi perjalanan yang berbahaya, tetapi daya pikat Kota Hilang terlalu kuat untuk dilawan.


Mereka berangkat pagi-pagi sekali, melewati hutan lebat dan pegunungan berbahaya. Sepanjang jalan, mereka bertemu dengan binatang buas dan bandit yang licik, tetapi mereka mampu mengatasinya dengan keterampilan dan tekad mereka.


Setelah beberapa minggu perjalanan, mereka akhirnya tiba di pintu masuk Kota Hilang. Itu adalah struktur besar, dengan dinding yang menjulang tinggi dan pilar batu berukir rumit. Patrik dan Marie dapat merasakan kekuatan yang memancar dari dalam, dan mereka tahu bahwa mereka berada dalam petualangan seumur hidup.


Mereka menghabiskan beberapa hari berikutnya menjelajahi Kota Hilang, menghindari jebakan dan memecahkan teka-teki saat mereka pergi. Mereka menemukan ruangan tersembunyi yang dipenuhi dengan artefak yang tak ternilai harganya, manuskrip kuno yang merinci sejarah yang sudah lama terlupakan, dan artefak magis yang dipenuhi dengan kekuatan luar biasa.


Saat mereka menggali lebih dalam ke Kota Hilang, mereka bertemu dengan sekelompok pemuja yang sedang melakukan ritual gelap. Para cultist memiliki artefak mereka sendiri yang kuat, dan mereka menggunakannya untuk memanggil makhluk dunia lain dari kedalaman jurang.


Patrik dan Marie tahu bahwa mereka harus menghentikan para pemuja itu sebelum terlambat. Mereka berjuang melalui barisan pemuja, menggunakan semua keterampilan dan kelicikan mereka untuk mengecoh musuh mereka.


Akhirnya, mereka sampai di ruangan tempat para pemuja melakukan ritual mereka. Makhluk dunia lain telah dipanggil sebagian, pelengkap tentakelnya menjangkau dari robekan di dunia nyata.


Patrik dan Marie bertarung dengan gagah berani, menggunakan akal dan kekuatan mereka untuk mengalahkan para pemuja dan menghancurkan artefak yang mereka gunakan untuk memanggil makhluk itu. Makhluk dunia lain mengeluarkan jeritan yang mengerikan saat ia dibuang kembali ke alam keberadaannya sendiri.


Dengan berlalunya bahaya, Patrik dan Marie melanjutkan penjelajahan mereka ke Kota Hilang. Mereka menemukan harta karun dan artefak luar biasa di luar impian terliar mereka, tetapi mereka juga menemukan sesuatu yang lebih berharga: pengetahuan bahwa mereka dapat menghadapi tantangan apa pun selama mereka bekerja sama.


Bersama-sama, mereka meninggalkan Kota Hilang, lebih kaya akan harta dan pengalaman, siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di depan.