Adventure To Become The Next King

Adventure To Become The Next King
Preman penguasa desa



Pagi telah tiba, ia melanjutkan perjalanannya dan akhirnya ia keluar dari hutan ia melihat sebuah desa, ia berjalan menuju ke desa itu.


Ia sampai di desa itu, desa itu sangat sepi dan sunyi ia bingung kenapa desa itu sepi, lalu ia menulusuri desa dan bertemu dengan sekelompok orang yang seperti preman.


"Halo pak, saya mau tanya kenapa desa ini sepi"


"Ha! Siapa kau ini, kau mau mencampuri urusan kami ya!"


"Apa maksudnya, Urusan apa?"


"Jangan sok polos kau bocah!"


"Kau ini masih kecil jangan mencampuri urusan kami!"


Dexter tidak tau kalau mereka preman yang menguasai desa ini.


"Fiery blow!"


"Aku hanya bertanya dan kau membuat ku kesal"


Preman itu terpental terkena serangan Dexter.


"Sialan kau bocah!" Sambil menahan sakit


"Jadi kau ingin melawan kami, bocah sialan"


"Tentu saja! Aku tidak akan membiarkan orang-orang jahat berkeliaran"


"Nyali mu besar juga ya bocah"


Para preman itu mengeluarkan pedangnya sambil berteriak


"Matilah kau bocah sialan!"


Dexter memejamkan matanya lalu menarik nafas


"fire wave!"


Para preman langsung kalah seketika saat terkena jurus baru Dexter.


"Sialan" kata preman itu


Warga desa yang melihat dari rumah, lalu mereka keluar dan bersorak kepada Dexter dan mengucapkan terimakasih.


"Bos kami pasti akan marah dan mengincar mu" setelah itu mereka kabur


"Mereka punya bos?"


Lalu di jawab oleh salah satu warga desa "tentu saja mereka punya bos, mereka itu sebuah organisasi"


"Organisasi apa?"


"Entahlah kami kurang tau"


"Eeee, di sini ada penginapan?"


"Tentu saja ada"


"Kami akan mengantarkan mu ke penginapan"


"Baiklah, terimakasih"


wargapun mengantarkan ke penginapan di desa itu.


"terimakasih telah mengantarkan ku"


ia pun masuk ke penginapan itu, penginapan itu cukup luas dan besar ia di sambut oleh pemilik penginapan


"selamat datang di penginapan kami"


ia melihat cewek yang berada di penginapan tersebut, lalu ia bertanya


"siapa wanita itu?"


"maksudmu Arisha? dia anakku"


"owh, jadi itu anak bapak"


"apakah anda mau ke ruangan anda tuan"


"iya"


"lewat ke sini tuan"


Dexter di antar sampai di depan kamar


"Semoga anda nyaman menginap disini"


pemilik penginapan itupun pergi.


"ruangan ini bersih dan bagus, mending aku mandi dulu"


selesai mandi Dexter ingin beristirahat, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu


"apakah saya boleh masuk"


"ya silahkan"


pintu pun terbuka dan ternyata itu Arisha anak pemilik penginapan.


"aku cuma mengantarkan makanan"


"terimakasih, telah mengantarkan makanan"


"aku cuma mengantarkan makanan kok"


"apakah kau yang masak?"


"iya"


"pasti rasanya enak"


"rasanya biasa aja kok" sambil tersenyum


malam pun telah tiba, saat Dexter akan tidur tiba-tiba terdengar suara berisik di luar, ia bergegas keluar dan melihat para preman kembali dan membuat kekacauan


"mereka kembali lagi, tapi jumlah mereka lebih banyak dari sebelumnya"


"tapi aku tak boleh takut, aku harus melawan mereka semua!"


Dexter berlari ke preman-preman tersebut.


"hei, hentikan kekacauan ini"


tiba-tiba seorang yang bertubuh kekar datang menghampiri Dexter


"apakah ini bocahnya"


"iya bos"


"owh, jadi kau bosnya"


"beraninya kau menghalangi kami bocah"


"tentu aku berani, buat apa aku takut"


"nyali mu lumayan"


lalu bos mereka langsung melancarkan serangan dan Dexter berhasil menghindar, serangan itu membuat tanah retak.


"kuat sekali serangannya" di dalam hatinya ia bilang begitu


"lumayan juga serangan mu"


"apa kau takut bocah"


"takut, apa itu takut?"


lalu Dexter menyerangnya dengan Fiery blow tetapi tidak mempan


"hahahaha ini serangan mu, lemah"


Dexter menyerangnya dengan Fiery blow terus menerus tetapi tidak mempan


"sial, kenapa tidak mempan"


Dexter lengah bos preman itu menyerang Dexter. Dexter terkena serangan langsung terpental dan menabrak dinding sampai retak


"kuat sekali, apakah aku harus menggunakan kekuatan kutukan ku? tapi sebaiknya jangan, aku belum bisa mengendalikannya" ia berbicara di hatinya


"apa kau ingin menangis bocah" sambil tertawa


Dexter mencoba bangkit dan berkata


"aku tidak akan menyerah atau menangis"


"fire hand"


tangan Dexter menjadi seperti api yang menyala-nyala, ia memukul bos preman itu dengan fire hand. Bos preman itu terlihat agak kesakitan


"lumayan"


"sepertinya kau merasa kesakitan"


"belum apa-apa udah sombong"


Dexter menggabungkan fire hand dengan Fiery blow serangan itu memang kuat tapi tidak bisa menumbangkan bos preman itu.


"hei, kalian jangan menonton saja bantu aku"


"baik bos"


"mungkin aku harus mengeluarkan kekuatan kutukan itu, tetapi aku belum bisa mengendalikannya"


"ayo hajar bocah itu"


"bodo amat, gue buka segelnya aja"


sekedar info saat kakeknya Dexter mengehentikan Dexter, saat menggunakan kekuatan kutukan, ia menyegelnya agar kekuatan kutukan itu tidak mengamuk


Dexter membuka segel itu, dan akhirnya dia ke mode iblisnya.


"saatnya bermain-main." dengan senyumannya


Bersambung.....