4YOU

4YOU
BERANGKAT BARENG



Setlah sampai di kamar ken pun langsung membaringkan tubuhnya dan menyalakan musik yanga da di laptopnya iya mematikan lampu kamar dan mencoba untuk tidur


Ken masih tidak percaya pada kenyataan yang ayahnya berikan iya terus mengingat ngingat kenangan nya bersama azri dulu namun yang ken ingat hayanya sedikit, ken pun melamun dan tidaklama kenze tertidur


Flas bac


Saat ken meningalkan ruang tamu dan pergi ke kamar azri pun pergi pulang dan berpamitan dengan ayah ken namun ayah ken mengatakan pada azri bahwa


"Azri kamu jaga selalu anak om ya, dia itu sbnr nya baik cuma yaa ego nya saja yang besar" kata ayah ken


"Iya om azri usahain ya" kata azri


"Kamu emang anak yang baik azri om percaya sama kamu" kata ayah ken


"Ydh om aku pamit, besok aku kesini jemput ken" kata azri


"Iya hati²di jalan udh sampai kabarin om" kata ayah ken


Azri pun pergi pulang dan bersalaman dengan ayah ken sesekali azri melihat ke lantai 2 ke arah pintu kamar kenze , dan iya pun pulang


Flas bac of


Pagi hari nya kenze bangun seperti biasa iya bersiap siap akan pergi ke sekolah dan turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah nya


"Eh ken tumben kamu bangun pagi" kata ayah ken


"Ah papa kan aku udh gede" kata ken


"Gede gimana yaa prasaan kmren kmren ada anak yang suka telat deh" kata ayah ken sambil le tawa


"Udh ketawain aja anak nya" kata ken sambil cemberut


Di tengah pembicaraan ada suara kelakson mobil di depan gerbang


"Bi bukain pintu gerbang ada yang datang" kata ayah ken


Bibi pun membukakan pintu gerbang dan siapa yang datang??


Dia adalah azri, azri menjemput ken sangat pagi sekali


"Heh bukan nya masuk sekolah jam 8 ya , ko lo datang nya pagi banget sih" kata kenze pada azri


"Kmna aja kamu sekrang udh jam stngh 8 ini kita punya waktu stngh jam " kata azri


"Emang azri kenze tuh lemot anak nya" kata ayah ken


"Ih papa apaan sih" kata ken


"Aku tungu di mobil ya kalo udah sarapan" kata azri pda ken


"Lah udh ko " kata ken


"Azri kamu gak mau ikut srapan dulu sama om" kata ayah ken


"Enga makasi om azri udh sarapan di rumh" kata azri


"Heleh pah aku berangkat dulu ya" kata ken pada ayah nya


"Yasudah azri jaga anak om ini ya , hati hati nanti kamu di slending sama dia" kata ayah ken


"Haha.... Iya om " kata azri


"Wahh apaan tuh" kata ken sambil memperlihatkan muka sinis nya


"Lo mau berangkat apa kaga gue pergi sndiri aja deh" kata ken


"Mau bntar, om aku pamit ya " kata azri


"Iya sana hati hati" kata ayah ken


Kenze pun pergi duluan ke arah mobil nya azri


Azri menuyul kenze dan mereka berdua akhirnya pergi ke sekolah bersama sama


Di perjalanan ken tidak banyak bicara  tapi sesekali azri mencari topik


Tidak berselang lama azri dan kenze pun sampai di sekolah mereka berduaa turun dari mobil dan banyak orang yang menyaksikan bahwa azri dan kenze satu mobil ke sekolah


Fano yang ada di parkiran melihat kenze datang dengan azri langsung menghampiri mereka


"Weh lo ngapain berangkat ma dia" kata fano


"Emang nya knpa" kata ken sambil memajukan muka nya kedepan muka fano


"Gpp" kata fano singkat dan menundukan kepalanya


"Emangnya knpa gak boleh emang?" tanya fano


"Yak gak gitu juga nanooo..." kata ken


Azri yang melihat kenze dan fano bertengkar pun langsung meningalkan mereka


"Knpa tuh anak nyelonong aja" kata ken


"Wey broo mau kmna" kata fano pada azri


"Ke kelas duluan ya" kata azri


"Oh oke" kata ken dan fano


Setelah azri pergi fano pun melontarkan pertanyaan kembali


"Ko lo bisa berangkat bareng dia" kata fano


"Kepo lo ya, ceritanya panjang" kata ken


"Engak siapa juga yang kepo anh aja gitu" kata fano


"Halah bilang aja lo kepo kan ya kan" kata kenze zambil menyengol perut fano


"Sakit wey" kata fano


Fano melihat di depan gerbang ada penjual gelang keliling fano pun mengajak ken untuk keluar gerbang bentar


"Ada tukang gelang keliling tuh kesana yok" kata fano sambil menarik tangan ken dan mengajak nya ke pedagang itu


"Pagi bang" kata fano dan knze yang mengangukan kepalanya


"Pagii mas" kata abang pnjual


"Bang ini gelang ada yang bisa pake nama gak ya" kata fano


"Weh lo mau blin buat siapa" kata ken


"Ada mas bentar saya carikan dulu , nah ada warana hitam sama putih" kata abang penjual


"Mau deh hitam ma putih" kata fano


"Mau di kasi nama apa ya mas" kata abang pnjual


"Eummm ap ya , yang hitam IZI yang putih NANO boleh gk bang" kata fano


"Boleh banget sebentar" kata abang pnjual


"Ehhhh tungu²lo buat gelang nama pngilan kita?" tanya ken


"Lah iya emang knpa gk boleh" kata fano


"Heran gue nama nya gak estetik tau , bang yang putih nama nya NAN aja yaa" kata kenze


"Lah ko NAN?" tanya fano


"Biar estetik gituw" kata kenze sambil ketawa


"Wee bisa aja lo" kata fano sambil mengacak²rambut ken


"Lo yaa rambut gueee arghh" kata kenze


"Yhahahaa" tawa fano


Tidak lama kemudian gelang mereka jadi dan fano mengmbil gelang tersebut dan berkata


"IZI buat gue yang NAN buat lo oke" kata fano


"Yaa boleh sinin" kata kenze


Fano memberikan gelang yang bernama NAN pada kenze dan fano memasangkan gelang tersebut di tangan kenze , mreka tidak sadar bahwa sedaritadi ada yang memperhatikan mereka  yaitu Rifa dan kawan kawan nya


"Weh berani berani nya mereka mesra mesraan depan gue" kata rifa


"Yah fa bukan nya lo yang merhatiin merka " kata slhsatu teman rifa


"Diem lo" kata rifaa membentak teman nya


"Liat aja lo anak rese gue bakal buat perhitungan sama lo " kata rifa dalam hati


Dan rifa pun mengajak teman²nya untuk pergi dari tempat itu


Di depan gerbang terlihat kenze dan fano yang sedang saling tatap gelang mereka , bell masuk pun berbunyi fano dan kenze pun pergi ke kelas bersama sama.