Young Girl VS Ten Men (Mafia Series #1)

Young Girl VS Ten Men (Mafia Series #1)
03 (Pertemuan Tak Terduga 2)



Beberapa hari pun terlewati, saat ini belle yang menyendiri di kamarnya pun merasa bosan. Ya, ibunya itu melarangnya pergi, entah mengapa ibunya seperti tau bahwa ia akan pergi melakukan sebuah misi. Terpaksa pun akhirnya ia menunggu beberapa saat hingga ibunya pergi ke kantor. Namun sudah hampir 3 jam ibunya tak kunjung pergi hingga akhirnya ia bosan.


Tak beberapa lama ibunya pergi, dan ia pun dengan mudah kabur dari rumahnya tanpa diketahui bawahannya. Emma, sahabatnya pun telah menunggu disekitar rumah belle. Merekapun segera ke butik untuk mengambil pakaian mereka yang akan digunakan dalam misi.


Sesampainya di butik mereka segera bergegas, namun tak disengaja belle menabrak seorang wanita. Terlihat wanita tersebut seperti tante-tante matre pikirnya. Namun tentu belle tidak bersalah karena yang menabrak dulu wanita tersebut


"Hei, apa mata mu tidak bergungsi dengan baik, gadis tak tau sopan santun!" Ujar wanita itu dengan marah


"Maaf ya tante, aku tidak sengaja" jawab belle dengan cepat, karena tidak ingin memperpanjang masalah


"Apa kau bilang, tante?!! aku ini masih cantik sexy dan banyak pria yang mengidamkan ku, kau pikir aku setua itu!" ujar wanita itu


"hei jelas kau itu yang salah tante, malah menyalahkan temanku" jawab emma dengan kesal


"Kalian ini benar-benar tidak punya sopan santun, apa kalian tau siapa aku hmmn. Aku ini pelanggan tetap disini aku berkuasa!! Cepat bersujud minta maaf padaku!"ujar wanita itu


"Kau dasar tante-tante sialan" jawab emna sudah ingin menghabisi wanita tersebut, namun belle pun mendahuluinya


"Tenang emna biar kuatasi. Jadi tante adalah orang yang berkuasa? benarkah? kulihat tante ini seperti seorang wanita matre yang sedang mencari pria untuk membayar semua belanjanya. Oh ya dan aku bersujud, yang benar saja jika perlu apa aku harus menunjukan cctv dan membuat gaduh seisi mall? aku memang lebih muda dari mu, tapi aku tidak bodoh seperti mu tante" jawab belle dengan berani namun bernada meremehkan wanita itu.


"Kau, gadis sialan"ujar wanita itu, dan akan menampar pipi belle


Dengan sigap belle pun menangkis tamparan tersebut dan balik menampar wanita itu.


"Berhenti bermain-main tante, jika kau ingin kutampar lebih banyak aku akan mengabulkannya"ujar belle dengan tersenyum ceria, seolah tidak ada yang terjadi.


Disisi lain di waktu yang sama, seorang pria yang sehabis menerima telefon, melihat wanita pendampingnya saat pesta nanti ribut dengan seorang gadis. Ia pun hanya melihat dari kejauhan namun dapat mendengan apa yang mereka bicarakan, karena jujur saja suara mereka sangat keras.


Ia hanya mengamati seorang gadis yang dengan beraninya balik menampar lexi, ya ternyata wanita itu bernama lexi, seorang model papan atas yang sukses. Lexi sudah lama naksir kepadanya dan ya akhirnya dengan berat hati harus bersama ke pesta. Lexi memang cantik, sexy dan cukup kaya. Namun entah mengapa saat ia melihat gadis muda itu, ada perasaan lain dihatinya.


"Ah, grey akhirnya kau datang, lihatlah gadis jelek ini membuat ku terjatuh. Kaki ku sakit grey" ujar lexi manja dan ngalungkan tangan ke lengan grey.


Belle dan Emma pun hanya diam melihat kedatangan grey, dan merasa jijik pada lexi.


"Apa yang kalian lakukan sebenarnya" ujar grey bersuara dengan suara sexy amdalannya, yang membuat wanita luluh dalam sekejap.


Namun berbeda dengan belle dan emma


"Om, sebaiknya kau menjaga tante ini dengan baik, kurasa ia butuh lebih banyak obat agar tingkat stress nya berkurang"Ujar Belle dengan berani dan tersenyum.


Grey yang dipanggil om hanya menaikan alisnya, ia berfikir apa ia setua itu.


"Minta maaf lah lexi pada gadis kecil ini" jawab grey dengan tatapan tak lepas dari belle.


"Grey, kau ini malah membela gadis sialan ini, aku tidak bersalah!" jawab lexi dengan sangat kesal.


"Sudah lah om aku tidak apa-apa, kalau begitu ak pergi dahulu. Oh ya tante jangan lupa belajarlah akting lebih baik, karena akting mu itu sangat buruh" ujar belle dengan tersenyum dan melambaikan tangan, dan tentu saja mengejek lexi


Grey pun yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan akhirnya penasaran akan siapa gadis berani itu.


Lexi yang melihat grey seperti itu hanya kesal, dan manja pada grey, karena ia juga tidak bisa mengatakan hal-hal lain, jika tidak ia pasti akan gagal menjadi pendamping grey.


Yeay, up lagi akhirnya. Terima kasih udah setia guys menunggu cerita ini 💄😊


: