Would You Be Mine?

Would You Be Mine?
New school



Putri Azurra Larissa


Suara berisik alarm dari kamar Putri menggema di seluruh kamar namun sang pemilik kamar tidak merasa terusik sedikitpun, menyebabkan ayah nya lah yang harus turun tangan.


“Nak udah pagi nih, ga dengar tuh alarm kamu berisik dari tadi, ayo bangun sarapan, kan hari pertama di sekolah baru” ucap sang ayah dengan lembut.


Bukannya terjagq gadis ini malah kembali memeluk guling nya, “5 menit lagi ya yah, masih ngantuk nih,” ucap putri dengan suara serak khas bangun tidurnya.


Ezra hanya menarik nafas pelan, “Ini kan sekolah baru, yuk bangun nanti pulang sekolah kita jalan-jalan deh, ucap Ezra dengan bersabar. “Iya deh, nih udah bangun,” Putri menyingkirkan gulingnya dan langsung bangkit, walaupun kaki nya benar-benar malas untuk melangkah.


Setelah selesai Putri langsung menuruni tangga, dan ikut duduk di sebelah Ezra sang ayah.


Selamat pagi ayah, pagi tante. ucap putri pada kedua orang tuanya, “Pagi nak” ucap Ezra dan sang istri, ya Putri masih belum bisa menerima Nisa sebagai ibu tirinya, namun itu bukan masalah besar bagi Nisa, ia tetap menganggap Putri seperti anaknya sendiri.


semuanya makan dalam keheningan tak butuh waktu lama putri selesai dengan sarapannya. “Aku udah selesai, pamit dulu ya ayah,tan.” putri mengecup punggung tangan Ezra dan Nisa, “Iya hati-hati nak”


Skip


Setibanya di sekolah barunya, putri menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. “Oke lingkungan baru,sekolah baru dan temen baru. Gue harus kasih kesan bagus jangan malah kesan buruk di sekolah baru,” Baru akan melangkah sopir menghentikan langkah gadis ini.


“Non, ntar dijemputnya jam 3 kan non?” tanya sang sopir dan di iyakan Putri “Iya pak, jangan telat ya pak” ucap Putri lagi. “Oke non”


Putri melangkahkan kaki nya masuk area sekolah, sejujurnya ia belum tau kelas nya yang mana ditambah sekolahnya lebih besar dari sekolah lamanya, saat di beritahu oleh kepala sekolah kemarin kelasnya dimana putri hanya mengangguk mengerti padahal ia tidak tau, karna ia sedang bosan dengan apa yang dijelaskan kepala sekolah itu hingga ia hanya mengangguk saja.


Saat masih sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja seseorang menabrak nya dari belakang karna ia kesusahan membawa banyak buku. “Eh sorry, gue ga sengaja, bukunya kebanyakan and berat banget,” ucap seseorang yang berseragam sama dengannya. “Iya gapapa,” Putri mengambil buku yang berserakan itu.


“Thanks ya, BTW kok gue asing sama lo, anak baru ya?” tanya cewek itu pada Putri, “Iya, gue anak baru, gue ga tau kelasnya dimana.” ucap putri tersenyum kecil. “Emang lo kelas berapa?” tanya cewek itu lagi. “12 ips 2, lo tau?” tanya Putri. “Lo sekelas sama gue, yuk bantuin gue bawa buku ke perpus dulu nih sebelum upacara”


“Oh okey”


Setelah mengantar buku, Putri jalan bersama teman sekelasnya yang belum ia ketahui namanya itu. Nih kelas kita ayo masuk. Saat Putri masuk, tampak kelas yang awalnya riuh langsung hening, seluruh mata menatap Putri yang tiba-tiba canggung jika jadi pusat perhatian seperti saat ini.


“Guys, kita kedatengan temen baru, perkenalannya ntar aja sama wali kelas, kan mtk jam pertama, lo duduk di sebelah gue ya kosong, temen sebangku gue baru pindah juga.” ucap cewek itu memperjelas, “BTW gue belum tau nama lo” setelah meletakkan tas nya di bangku kosong itu Putri memilih bertanya.


“Btw gue Putri, lo?” tanya nya. “Gue Nami ketua kelas” Tak lama bel bunyi menandakan waktunya upacara.


Setelah selesai upacara pelajaran pun dimulai seperti biasa.


“Baiklah kita kedatangan teman baru, silahkan maju ke depan kamu, dan perkenalkan diri.” ucap wali kelas nya seperti yang Nami bilang. Putri pun maju kedepan kelas. “Selamat pagi semua” ucapnya. “Pagi!!” jawab anak sekelas.


Skip istirahat


“Put ayo kantin” ajak Nami, setelah membereskan mejanya, “ayo” Setibanya di kantin nami menyadari Putri yang nampak bingung karna kantin begitu rame. “Tempat duduk kita udah ada kok santai aja, lo mau pesen apa?” tanya Nami, ”Bu bakso sama teh manis.”


Setelah itu Nami mengajak Putri ke meja langganan nya. “Guys Putri bareng kita ya,” ucap Nami pada teman-temannya. “Oh iya boleh sini gabung.” ucap salah satu cowok disana.Putri pun duduk bersama.


“Santai aja mah put sama kita-kita pada, eh tadi kita belum kenalan kan, nama gue Jeje.” ucap salah satu cewe yang duduk di sebelah Nami.


“Gue Arga” ucap cowo yang mengajaknya bergabung tadi


“Gue Selin” cewe dengan wajah jutek namun ternyata tidak sejutek yang ia pikirkan


“Gue Zizi” cewe yang duduk di sebelah Selin terlihat manis.


“Gue Jospeph panggil aja Jojo” ucap cowo berhidung mancung.


“Gue putri,” Putri tidak menyangka akan secepat ini memiliki banyak teman dan lebih mudah akrab di hari pertama, mereka semua memiliki sifat yang berbeda-beda membuat semuanya terasa menyenangkan. Obrolan berjalan lancar dan membuat waktu terasa begitu cepat.


Skip pulang


Setelah bel berbunyi Putri bersama Jeje dan Jojo masih asik memperkenalkan beberapa tempat yang tidak cukup penting, langkah putri terhenti, begitupun Jojo dan Jeje, mereka berdua menatap Putri.


“Lo liatin apaan?” tanya Jeje mengikuti arah pandangan Putri, “Itu masih ada yang main basket?” tanya Putri tak menatap lawan bicaranya matanya asik melihat anak-anak basket. “Oh, cowo ganteng itu ya, yang lagi dribbel bola? Tanya jeje menebak.


“Iya, dia kelas berapa?” Putri mengalihkan pandangannya pada Jeje. “Itu Raka kelas 12 ipa 2, si cowo aneh.”


“Kok aneh?” alis Putri mengernyit bingung, “Ya gimana engga, dia tuh idaman cewe - cewe di sekolah ini, bahkan cewek paling cantik pun di tolak sama dia, dia tuh ya udah ganteng, kapten basket, pinter, tapi ya gitu dingin kaya cowo di novel-novel gitu, lo suka sama dia?” tanya Jeje to the point, “Hm maybe,”


“Ya suka sih suka tapi jangan ngarep deh bisa dapetin hati nya dia.” Ucap Jeje tertawa kecil, “Kalau gue bisa dapetin hatinya gimana?” satu alis Putri terangkat. “Oke kalau lo bisa ambil hatinya seorang Raka lo bakal gue traktir makan apa aja terserah lo”


“Wah beneran nih? Deal ga?” tanya Putri tersenyum. “Je lo seriusan?” Tanya Jojo tang sedari tadi bungkam. “Ya serius lah, soalnya mustahil Raka si cowo es bisa di luluhin.”


“Oke deal, gue mulai rencana gue besok, siapin dompet lo” ucap putri tersenyum, “Oke aman deh”


Jojo dan jeje melangkah keluar sekolah sementara putri masih menatap cowo yang bernama Raka itu, ya putri suka Raka.


22-08-2020