
"What Wrong With Him?
Author by Angelika Wiedy."
"Mungkin memang sudah takdir Chel." Ucap Rani sambil tertawa.
"Iya udah lah gw terima takdir gw ini" Ujar Chelsea.
"Fighting Chel lu pasti bisa!" Ucap Rani memberikan semangat.
Chelsea langsung membereskan piring dan membawanya ke wastafel lalu mencucinya.
Dibalik kekalahan Chelsea ternyata ada kecurangan dua oknum yang bernama Rani dan Pasha.
Saat Chelsea mengajak gunting batu kertas Rani dan Pasha bermain mata dan saling memberi kode. Pertama Rani memberi kode supaya Pasha mengeluarkan gunting lalu kertas dan yang terakhir adalah batu.
"Ran! Pash! Gw masih penasaran dah kok bisa sih gw kalah." Ujar Chelsea dari dapur.
"Udahlah terima aja mungkin emang takdir pengen lu nyuci piring." Jawab Pasha sambil tertawa kecil.
Titt.. Titt.. Titt.. Suara klakson motor.
"Siapa sih itu berisik banget." Ujar Chelsea dengan ketus.
"Ran coba tengokin dah!" Perintah Pasha.
"Gak ah nunggu Chelsea kelar nyuci piring dulu ntar kita tengokin barengan." Rani menolak perintah dari Pasha.
Rani kayak gak terlalu menghiraukan suara diluar dan asik gonta-ganti channel tv. Pasha yang ada disebelah Rani sebenernya ngerasa gak nyaman tapi dia juga males mau buka pintu.
Titt.. Titt.. Titt.. Klaksonnya terus menerus berbunyi.
"Ran! Pash! Kuping kalian tuh disumpel apa emang gak denger sih itu suara klakson berisik banget masa kalian gak keberisikan sihh?!" Chelsea ngegas karena tingkah dua temannya itu.
"Gw denger tapi pura-pura gak denger." Ujar Rani.
"Gw ikutin kata Rani aja." Ujar Pasha.
"Chel kalo lu keberisikan mending buruan dah nyuci piringnya biar kita tengokin bareng-bareng kan gw takut itu orang jahat secara rumah lu jauh dari keramaian." Tukas Rani.
Chelsea yang udah kesel banget denger suara klakson yang gak bisa diem daritadi langsung buruan nyelesein nyuci piringnya. Sedangkan Rani dan Pasha tetap gak peduli sama suara klakson tersebut.
"Ayo kita tengokin siapa yang berisik di depan." Ucap Chelsea sambil berjalan ke tempat Rani dan Pasha.
"Ayo gw dah siap." Ujar Rani sambil mengangkat vas dimeja depan tv.
"Iya gw juga dah siap." Ujar Chelsea sembari mengacungkan pisau.
"Hmmmm.. Gw bawa apa? Gw bingung." Ujar Pasha.
"Bawa diri jangan lupa." Jawab Rani.
"Kalo bingung pegangan Pash!" Chelsea tertawa kecil.
"Yodah lah gw dibelakang kalian aja." Pasha langsung berpindah ke belakang badan Rani dan Pasha sambil menarik baju mereka.
"Pliss! Jangan ditarik gw kecekek." Ujar Chelsea sambil menarik kerah bajunya kedepan.
"Eh iya maap yodah ayo jalannya pelan-pelan." Ujar Pasha.
Mereka bertiga berjalan mengendap-endap ke arah pintu.
***
Disisi lain
Yadi nyari-nyari rumah Chelsea mau jemput si Rani. Yadi ngikutin recent live locatin Rani.
Jalan lewat jalan raya - rame banget.
Udah masuk jalan ke arah perumahan - masih rame.
Masuk ke perumahan - yang lewat cuma orang perumahan.
Udah ngelewatin perumahan - jalannya udah sepi.
"Gw kira rumahnya diperumahan ternyata masih dibelakang perumahan." Ujar Yadi dalem hari.
Saat Yadi tengah fokus mengendarai motornya dia ngeliat ada TPU nah gak jauh dari sana ada beberapa rumah yang lumayan gede.
"Ah pasti rumahnya si Chelsea ada disana." Ucap Yadi lirih.
Saat Yadi melewati TPU tersebut tiba-tiba motornya terasa berat kayak ada yang gonceng dibelakang dia. Yadi mulai merasa gak enak dan mencoba gak peduli ama yang ada dibelakangnya.
"Ah mungkin gw udah kecapean daritadi nyari rumah si Chelsea." Ucap Yadi agak kencang untuk menghilangkan rasa takutnya.
Namun,
"Kamu gak cape aku yang cape makanya aku numpang dibelakang kamu. Hihihihihi." Ucap yang dibelakang.
"Ah aku cuma terlalu cape sampe hayal." Yadi masih berpositif thinking.
"Kamu mau kemana ganteng sendirian? Hihihihihi." Ucap makhluk yang dibelakang.
"Kamu siapa hah? Gak mungkin ini kan udah siang mana ada hantu." Yadi mulai merinding.
"Masa gak kenal aku sih! Hihihi."
"Kamu mau ke rumah Chelsea ya!"
"Iya aku mau kesana tapi gak bareng kamu!" Tegas Yadi.
"Itu rumah yang gede warna merah. Hihihi."
"Makasih udah dikasih tau tapi kamu gak boleh ikut aku!" Tegas Yadi.
Yadi langsung membaca ayat kursi supaya yang dibelakangnya pergi.
"Panas! Berhenti! Kamu gak tau terimakasih!" Teriak makhluk itu.
Yadi terus membaca dan akhirnya motornya pun tidak terasa berat lagi. Karena sudah merasa motornya gak berat lagi dia langsung buru-buru menuju rumah yang diberi tau.
Saat Yadi sampe di depan gerbang rumah Chelsea dia mengamati rumah itu secara detail.
"Bener yang ini bukan sih? Rumah yang merah ini doang tapi rumahnya keliatan sepi." Yadi bertanya didalem hati.
Titt.. Titt.. Titt.. Yadi membunyikan klakson motornya.
"Ini rumah ada orangnya gak sih sepi banget." Gerutu Yadi.
Yadi baru inget buat liat recent live location Rani. Di map nunjukin Rani terakhir disini.
"Tapi keanya bener disini. Tapi kenapa nih rumah sepi banget kenapa kea rumah kosong." Yadi terus bertanya didalem hati.
Titt.. Titt.. Titt.. Yadi bunyiin klaksonnya lagi.
"Apa gw salah rumah ya. Tapi gak mungkin. Yodah lah gw tunggu aja sampe ada yang keluar atau masuk ke rumah ini." Yadi terus membunyikan klakson sambil menunduk.
A few moments later.....
"Huaaa.. Ampe gw ngantuk nungguinnya." Yadi mulai nguap nguap.
Saat Yadi mulai akan memejamkan mata tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Yadi yang mendengar suara pintu itu pun langsung membulatkan matanya dan tidak jadi tidur.
Rani, Chelsea, dan Pasha membuka gerbang dengan mode siap gebuk orang. Yadi yang liat mereka kea takut antara mau ketawa Ama bingung.
"Ya gini lah kira-kira gambarnya cuma bedanya yang mau mukul ada dua dan cewe." Author.
"Gila muka kelean komuk banget." Yadi ketawa ngakak sambil mukul gerbang.
"Lu pada mau ngapain sih gila lawak banget." Yadi masih ngakak.
"Lu siapa hah?" Tanya Chelsea.
"Gw temen Rani." Jawab Yadi sambil masih ketawa.
"Yadiii!!!!! Diem gak lu udah nakutin malah ngetawain kita." Ujar Rani sambil gebuk si Yadi.
"Ran ampun ntar tulang gw remuk." Ucap Yadi masih ketawa.
"Gw takut tau gak Yadi!" Teriak Rani.
"Ajakin gw masuk dulu napa masa tamu gak diajak masuk!" Ucap Yadi.
"Oiya lupa ayo masuk dulu!" Ajak Chelsea sambil dorong gerbang.
"Motor gw taruh sini apa dimasukin?" Tanya Yadi datar.
"Buat apa gw buka gerbang jadi lebar kalo gk untuk motor lu itu!" Ucap Chelsea sinis.
"Owh maap cowok mah kan gak peka." Yadi langsung naik ke motornya and gasin ke dalem.
"Iya cowo mah kan bukan makhluk hidup." Rani tertawa kecil sambil berjalan ke arah Yadi.
"Yang bukan makhluk hidup mah lu Ran bukan cowo." Ucap Yadi sambil nyetandarin motor.
"Iya gw mah kan makhluk halus." Rani ngelus pipinya ama tangannya.
"Udah lah nyamuk bisa apa?" Ujar Pasha.
"Lu mah kebo Pash!" Ujar Chelsea menahan tawa.
"Iyain dah iyain emang gitu makanya iyain." Ucap Pasha.
"Eh awas ada cinta loh diantara kalian." Ledek Chelsea.
"Gak ya kita mah kan bespren poleper." Ujar Yadi ngerangkul Rani.
"Jaman apa besplen poleper?" Rani jitak pala Yadi.
"Udah lah ayo masuk!" Ucap Chelsea bukain pintu rumah.
Mereka masuk dan langsung ke ruang keluarga yang ada tv-nya itu loh.
"Mau minum apa temennya Rani?" Tanya Chelsea.
"Gw aer aja lah tapi yang dingin." Jawab Yadi.
Chelsea ke dapur ngambilin aer dingin buat Yadi and yang ada di ruang keluarga.
"Eh lu berisik banget bikin orang kesel aja." Tukas Chelsea.
"Tau gak ada akhlak dirumah orang berisik." Ujar Rani.
"Atuh tadi pas gw lewat TPU tiba-tiba temen si Rani gonceng gw kan takut." Jelas Yadi.
To be continued........
~HAPPY READING AND ENJOY THE STORY~
Note:
Maaf ya untuk readers yang nungguin up episode terbaruku. Maaf udah bikin kalian nunggu tapi sesuai omonganku aku pasti nulis lanjutannya. Makasih yang udah support aku dan tetap stay tuned nungguin aku up.