
Fang Lin segera menuju hutan untuk mencoba jurus barunya. Hutan yang saat ini dikunjungi Fang Lin dikenal sebagai Hutan Kabut karena setiap daerahnya selalu dikelilingi oleh kabut yang tebal, Semakin dalam memasuki hutan tersebut semakin tebal pula kabutnya.
Hutan kabut adalah Salah satu hutan yang sangat luas di kekaisaran Qin, Luas hutan kabut setara dengan 3 kota besar di kekaisaran Qin, Hanya saja hutan ini juga termasuk hutan yang berbahaya bahkan hanya beberapa orang yang berada di tingkat saints saja yang berani memasuki hutan ini tapi setelah memasukinya para saints berada di hutan kabut keluar dengan keadaan luka parah.
Hutan kabut juga terdapat 3 Wilayah antara lain Wilayah Luar, Wilayah Dalam, Wilayah Inti.
Wilayah Luar hanya ditinggali oleh hewan buas tahap 1 sampai 9 dan Wilayah dalam ditempati oleh hewan surgawi dan hewan purba lalu di Wilayah Inti tidak ada yang tau siapa yang menempatinya tapi terdapat rumor jika hewan suci yang menempatinya. Hanya beberapa orang yang percaya dan kebanyakan orang tidak percaya karena tidak pernah ada seorang pun yang pernah memasuki Wilayah Inti.
Kembali Ke Fang Lin
Hanya dalam beberapa menit Fang Lin sudah sampai di bagian luar hutan kabut, Padahal jarak antara Sekte pedang emas dengan hutan kabut sangat jauh bahkan butuh satu bulan jika menggunakan kuda, Tapi karena dia menggunakan teknik langkah dewa petir, Salah satu teknik ilmu meringankan badan paling tinggi. Dia dengan mudah melewati jarak yang jauh tanpa masalah.
Fang Lin saat ini sedang bersiap-siap untuk memasuki hutan, Dia juga membeli pil pemulih Qi di shop sistem untuk berjaga-jaga, Setelah sudah siap dia melangkah masuk kedalam hutan. Baru saja berjalan sekitar 10 menit, Fang Lin sudah di hadang oleh hewan beast.
"Hewan apa ini? Seekor laba-labar berwarna biru, Apalagi ukuran sama seperti anak gajah"
Laba-Laba biru adalah hewan beast tingkat 8. Hewan buas ini memiliki cairan hijau yang dikeluarkan dari mulutnya, Cairan hijau itu dapat melelehkan apa saja bahkan besi sekalipun bisa dilelehkannya.
"Baiklah saatnya mencoba jurus baru"
Fang Lin segera mengeluarkan pedang raja iblis dan menyerang laba-laba tersebut. Laba-laba biru yang melihat Fang Lin mengeluarkan pedang seketika bergidik ngeri bukan karena Fang Lin tapi dia takut terhadap aura pembunuh pedang raja iblis.
Fang Lin tau jika hewan buas takut terhadap pedangnya hanya tersenyum tipis, Ia langsung melesat kebelakang laba-laba tersebut menggunakan langkah dewa petir dan menebasnya, Laba-laba yang belum siap bertarung seketika mati tanpa perlawanan.
Fang Lin yang melihat laba-laba itu mati dalam satu serangan langsung kecewa, Padahal dia berharap jika laba-laba itu bisa menangkis serangannya. 1 kata yang diucapkannya dalam hati 'Mengecewakan', Menurut ingatan sebelumnya hewan buas tahap 8 itu sangat kuat bahkan setingkat dengan tetua di sekte pedang emas.
[Ding! Membunuh Hewan Buas Tahap 8 Mendapatkan 8.000 Poin Tukar]
"Sial! Apanya setingkat tetua sekte" Marah Fang Lin.
"Apa aku tebas saja ya hutan ini menggunakan teknik pembunuh dewa" Pikir Fang Lin.
[Ding! Disarankan tuan untuk tidak menggunakan teknik yang membebani tubuh tuan, Saat ini tubuh tuan memiliki pondasi yang sangat lemah]
[Saya sarankan untuk tuan jika bertarung menggunakan teknik 5 api abadi, es kematian, mata dewa ilusi dan langkah dewa petir]
"Kau benar, Tapi bukankah langkah dewa petir juga membebani kaki ku? Tapi kenapa sekarang baik baik saja?" Tanya Fang Lin.
[Ding! Menggunakan langkah dewa petir tidak akan membebani tubuh pemakainya]
Saat ingin memasukkan pedang raja iblis ke inventory dia merasakan keanehan di pedangnya.
"Tunggu! Kenapa pedangku tidak mengeluarkan aura membunuh lagi?!" Panik Fang Lin.
"System apa yang terjadi?!" Tanya Fang Lin.
[Ding! Karena tuan memiliki budidaya aura raja, Budidaya ini akan otomatis aktif jika ada semacam aura membunuh didekat anda, Budidaya ini bisa menyerap semua aura yang orang lain keluarkan bahkan jika orang itu mengeluarkan aura pembunuh yang pekat tuan dapat menyerapnya, Jika aura yang diserap sudah tidak ada maka budidaya ini tidak akan aktif lagi]
"Lalu apa yang terjadi kepada orang yang sudah kuserap auranya?"
[Tidak akan terjadi apa-apa, Hanya saja aura yang dimiliki orang itu akan hilang]
"Budidaya ini sungguh berbahaya, Jika ada orang yang kukenal mengeluarkan aura pembunuh untuk diarahkan ke orang lain secara tidak sengaja auranya akan terserap ke diriku"
Note: Jadi disini teknik budidaya aura raja yang awalnya bisa menyerap semua aura diganti cuma bisa menyerap aura pembunuh karna di chapter sebelumnya gak bisa saya tulis ulang.
"System bisakah ada cara agar budidaya itu akan aktif jika aku ingin saja?"
[Ding! Tuan dapat membeli metode pemahaman penyerapan aura raja]
"Hm? Kalau gitu aku ingin membeli metode pemahaman aura raja"
[Ding! Mengurangi 10.000 Poin Tukar]
[Sisa Poin \= 107.270]
Sementara itu otak Fang Lin kini dipenuhi dengan ingatan metode pemahaman aura raja, Sebelum Fang Lin bermeditasi untuk menyerap ingatan itu dia menggunakan teknik mata dewa ilusi kepada dirinya agar tidak diganggu, Dia menciptakan ilusi agar para hewan buas melihatnya sebagai bongkahan batu, Setelah itu dia segera menyerap ingatan yang baru masuk ke dalam otaknya.
2 Jam berlalu Fang Lin membuka matanya, Ia merasa kalau dia sudah menjadi lebih kuat lagi, Lalu dia melanjutkan perburuan hewan buas di hutan kabut, Di Wilayah Luar hanya ada kabut tipis disekitarnya dan masih mudah untuk Fang Lin berburu.
Sudah tengah hari Fang Lin berkeliling dan membunuh banyak hewan buas di wilayah luar, Dia juga mendapatkan ratusan ribu poin tukar saat berburu. Karna perutnya sudah lapar dan poinnya sudah banyak akhirnya dia memilih untuk beristirahat, Saat ini didalam hutan dia sedang membakar daging singa yang baru saja dia bunuh tadi dan menumpuk beberapa mayat di dekatnya agar para Binatang Buas menghampiri Fang Lin jadi dia tidak perlu repot-repot untuk mencari binatang buas.
Bosan, Itulah yang dipikirkannya saat ini. Sudah beberapa jam Fang Lin menunggu kedatangan hewan buas tapi tidak ada satupun tanda-tanda kedatangan hewan buas bahkan disini sangat sepi, Sudah bosan menunggu dan hari sudah mulai sore dia memutuskan untuk pulang karena takut ayahnya mengkhawatirkan dia lagi. Fang Lin sebenarnya merasa senang sekarang sudah memiliki ayah walaupun bukan ayah aslinya tapi tetap saja dia menginginkan sosok ayah.
Baru saja ingin pulang, Fang Lin merasakan sebuah tekanan yang dahsyat bahkan membuat dirinya berlutut, Ia tau sosok itu berjalan mendekatinya, Semakin dekat semakin kuat tekanan dari sosok itu. Fang Lin yang ingin melihat siapa yang menekannya berusaha mendongak ke atas dan ternya sosok itu adalah hewan buas.