
" udh kumpul semua " ucap chae-yeong
" dah " ucap chae-yeong
mereka pun kembali kek kantor
"permisi bos " ucap soo-ah
" apa masih ada tersisa manusia yang hidup " ucap bos
" ya dia seorang perempuan 2 " ucap chae-yeong
" baik lah kita tes dulu "
malem hari yang sangat dingin tetapi dengan pemandangan indah di bulan ae-ra yang sedang di atap gedung kepolisian , entah kenapa ae-ra sering sekali ke sana
" kau kenapa selalu di sini , di sini kan dingin " ucap zeha , ia duduk di sebelah ae-ra
" aku ingin melihat bulan yang sangat indah dan bisa melihat eomma appa ku di atas " ucap ae-ra
" sebaik nya melihat nya di jendela kamar aja dari pada kau kedinginan "
" aku ingin di sini "
" oh iya aku membawakan mu teh hangat " ucap zeha ia memberikan teh hangat ke pada ae-ra
" thaksyou " ucap ae-ra ia mengambil teh hangat nya dan meminum nya
* pov soo-ah *
" biar aku saja yang rebus cumi nya kau potong saja bawang nya "
" nee(ya) " ucap soo-ah dengan mengangguk
* pov chae-yeong *
" kau bisa ngambil kardus yang di atas itu sangat tinggi biar aku saja " ucap dae-jung
" ani(tidak) aku saja " ucap chae-yeong sambil menaiki tangga
_______________________
dan pov persamaaan nya chae-yeong dan soo-ah mengalami yang persamaan nya
*pov chae-yeong dan soo-ah
" ahkkk " ringis soo-ah karna tidak sengaja pisau nya terkena tangan soo-ah
______________________
" awww " meringis kesakitan karna chae-yeong jatuh dari tangga
dan bersamaan nya itu sedang hujan deres dan petir yang sangat keras suara nya
mereka pun turun dan masuk ke kamar
" loh kalian berdua kenapa " ucap ae-ra dengan khawatir
" tangan ku ke gores pisau " ucap soo-ah
" aku terjatuh dari tangga " ucap chae-yeong
" sudah di obati kan "
mereka berdua mengangguk
" kok bisa sih kerjadian yang bersama gini " ucap dae-jung
" entah " ucap in-su
tiba tiba ada petir dan angin yang sangat kencang sampai hordeng jendela terbuka
suara petir yang sangat kencang sampai membuat takut mereka bertiga
" AAAAAAAAAA" teriakan mereka bertiga sambil saling meluk nya
dae-jung dan in-su , zeha menutup jendela dan hordeng
" aku takut " ucap soo-ah & chae-yeong
" jangan takut aku ada di sini " ucap ae-ra , ae-ra memeluk soo-ah dan chae-yeong
ae-ra terbangun dan membuka hordeng , ternyata hujan sudah berhenti
ae-ra pun pergi kek dapur memaksa untuk kedua sahabat nya
" chae-yeong ,soo-ah bangun sudah pagi makan dulu aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian " ucap ae-ra
" aaah gomawo(makasih) " ucap soo-ah & chae-yeong
ae-ra melihat sahabat nya makan dengan lahap ae-ra pun tersenyum karna ae-ra bisa melihat mereka baik baik saja
" cepat lah sembuh aku akan menunggu kalian sembuh dan merawat kalian sampai sembuh " ucap ae-ra dengan tersenyum
" aaaaaa sosweet " ucap chae-yeong & soo-ah mereka memeluk ae-ra dan ae-ra pun membalas pelukan nya
dari kejauhan ada yang melihat mereka bertiga
" ae-ra walau dingin tapi ia sangat sayang dengan sahabat nya " ucap in-su
" nee( ya ) " ucap dae-jung
" senyuman ae-ra manis banget jarang jarang ae-ra tersenyum seperti itu " bantin zeha