Time Travel To Ancient Times

Time Travel To Ancient Times
episode 6 time travel to ancient times



Setelah tetua ketiga menyuruh pelayan mengantar kan Xia kuwang, muchen pun turun dari arena dan ingin langsung pergi ke kamarnya untuk melakukan kultifasi seperti bias, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dengan Nanda yang dingin dari kejauhan. Muchen segera melihat ke sumber suara yang memanggilnya.


Saat melihat kearah sumber suara ternyata itu adalah anak perempuan dari paman nya Xia kuwang. Yaitu Xia Wen, saat itu juga muchen langsung tersenyum sinis dan berfikir,' dia pasti ingin membalaskan dendam kakak sepupunya yang sudah kalah', ternyata tebakan dari Muchen benar, Xia Wen datang untuk menantang nya dan membalaskan kekalahan kakak sepupunya Xia kuwang.


Xia Wen sendiri adalah murid dari salah satu sekte beladiri yang sangat terkenal, gurunya adalah salah satu kepala jurusan dari sekte tersebut. Dia juga merupakan murid kesayangan gurunya.


" Long muchen, jangan senang dulu karna bisa mengalah kan Kakak sepupu ku, kamu pikir kmu sudah hebat karena bisa mengalahkan nya Xia kuwang hanya berada di tingkat kultifasi dasar bintang tiga."


" Lalu kmu ingin apa, mau membalas kekalahan Xia kuwang".


" Kalau kamu berani lawan aku yang sudah berada di kultifasi dasar bintang empat"


Semua orang terkejut mendengar perkataan Xia Wen, 'ternyata Xia Wen sudah berada di tingkat kultifasi dasar bintang empat', pikir muchen begitupun beberapa murid yang mendengar nya.


" Jadi kamu benar ingin menantang ku, tapi maaf kamu bukan tandingan ku", mendengar ini Xia Wen merasa geram dan marah. Dia memelototi Muchen dengan sangat ganas, seakan kalau tatapan bisa membunuh, muchen mungkin sudah mati ribuan kali di buatnya.


"Kenapa. Apa mungkin bukannya aku tidak bisa mengalahkan mu tetapi malah kmu takut setelah tau tingkat kultifasi ku", mendengar provokasi dari Xia Wen muchen tetap tenang dan tanpa ekspresi samasekali menanggapinya malah menjawab dengan dingin." Baik lah karna kmu sendiri yang memprovokasi ku mari kita bertarung".


" Sebelum kita bertarung aku ingin mengajukan taruhan bagai mana",


" Taruhan apa kalau boleh tau ",


" Jika kamu kalah harus mematahkan antara kedua kaki atau lengan mu,"


" Bagai mana jika kamu kalah ?" Tanya muchen .


" Bagaimana jika aku kalah kmu bilang. Aku tidak mungkin kalah dari kamu yang tidak memiliki basis kultifasi kamu tau itu, huh " sambil mendengus Xia Wen tampak sangat merendahkan muchen. " Sudah kubilang bagai mana jika kmu kalah, jangan buat aku mengulangi pertanyaan yang sama apa kmu tuli".


Xia Wen yang mendengar provokasi dari muchen langsung terprovokasi dan berkata," baiklah aku akan menghancurkan dantian ku dan mematahkan salah satu lengan ku bagai mana puas ". Mendengar ini sudut mulut muchen melengkung mengisarat kan bahwa Xia Wen telah memakan umpannya.


Tanpa diduga tetua ketiga langsung menyela sebelum muchen menjawab," jika kalian ingin bertarung bertarung lah nanti saat pertandingan antar junior keluar long tiga hari lagi ". Setalah tetua ketiga mengatakan ini Xia Wen langsung berkata dengan emosi.


" Tidak bisa dia mempermalukan keluarga Xia dengan pertarungan yang tidak adil",


" Tentu saja tidak adil bagi Xia kuwang, karena kamu curang kamu menyerangnya secara diam-diam ", mendengar ini muchen merasa sangat pasrah atas kebodohan otak dari Xia Wen, dia berfikir seakan orang lain tidak melihat pertarungan yang barusan terjadi antara diri nya dengan Xia kuwang.


" Xia Wen apa mata dan otak mu bermasalah semua orang melihat kalau yang menyerang dulu bukan lah aku melainkan Xia kuwang", muchen membalas omongan Xia Wen dengan nada mengejek. Xia Wen merasa di di permalukan karena perkataan dari muchen, Xia Wen menjadi semakin Maran dan langsung menyerang muchen tanpa ada nya peringatan sambil berkata," ku bunuh kamu long Muchen", mereka yang melihat ini tidak sempat bereaksi karna tiba tiba Xia Wen sudah berjarak tiga meter dari muchen.


Muchen melihat dan tidak bergerak sama sekali seolah dia merasa ketakutan dengan serangan Xia Wen. Tiba tiba setelah Serangan Xia Wen hampir mengenai muchen dia terhenti dan terpental hingga sejauh delapan meter dari muchen, Xia Wen tertegun sambil mengeluarkan darah dari sudut bibir nya. Dia merasa tidak percaya bahwa muchen bisa melukainya dari jarak yang sangat dekat dan kecepatan nya berada diatasnya.


Xia Wen terheran-heran melihat ini karna saat dia melawan muchen dia tidak merasakan fakultas energi dari Serangan muchen.


" Mustahil muchen bisa mengalahkan ku dengan hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja, apa mungkin dia sudah dapat melakukan kultifasi dan menyembunyikan nya" pikir Xia Wen sambil merasa heran, Xia Wen belum tersadar dari keterkejutannya tiba-tiba muchen berkata dengan Nanda meremehkan," cih, apa cuman segini kekuatan dari tingkat kultifasi dasar bintang empat ", mendengar ini xia Wen tersadar dan langsung memperlihatkan kembali tatapan bengis milik nanya kepada muchen.


" Apakah kmu tidak ingin menyerang lagi, kalau begitu sekarang giliran ku untuk menyerang ", setelah mengetakan itu muchen Langsung bergerak dengan sangat cepat, tiba tiba dia berada di depan Xia Wen, dan langsung menghajar Xia Wen dengan sekuat tenaga.


Melihat serangan muchen yang begitu bengis tiba-tiba ada yang menghentikan tinju muchen di depan semua orang," nak sebaik nya hentikan serangan mu kepada murid ku sebelum aku bertindak kasar ".


Ternyata yang menghentikannya adalah guru Xia Wen dari sekte beladiri heaven sword. Dia dikenal sebagai kepala pembimbing Shu atau bisa dipanggil guru Shu dari heaven sword.


Heaven sword adalah sekte kultifator yang sangat terkenal dan besar di dataran imperial itu sendiri. Dataran imperial terdapat 3 sekte besar salah satunya heaven sword,


" Kenapa aku harus mendengarkan mu, yang menyerang terlebih dahulu adalah murid mu tak pantas kalau aku tak membalas bukan begitu". Mendengar ini guru Shu langsung menatap muchen dengan tatapan dingin sambil memancarkan aura seorang kultifator tahap bumi.


Muchen yang berada dekat dengan guru Shu langsung merasakan tekanan yang sangat besar, sehingga merasakan sesak di dada.


" Bukan kah kamu sudah memukul nya hingga berdarah, kenapa mau membalas nya lagi ", tanya guru Shu dengan nada yang dingin. " Saat itu kalau aku tidak melawan secara refleks mungkin tangan dan kaki ku sudah di lumpuh kan nya sehingga tidak bisa ngikutin kompetisi", mendengar jawaban Muchen semua orang yang mendengar merasa apa yang dikatakannya masuk akal.


Guru suh tersenyum dingin dan berkata pada muchen," bagaimana kalau taruhan mu dengan murid ku Xia Wen di lakukan tiga hari lagi saat kompetisi junior keluar long",


" Baiklah aku akan menunggu sampai tiga hari lagi untuk melakukan nya tapi ingat Jagan ingkar janji faham ", melihat ini semua orang dibuat tercengang dengan perkataan muchen yang dengan santai nya menjawab.


" tentu saja aku tidak akan ingkar dengan perkataan ku ", sahut Xia Wen dengan lantang dan terengah-engah karna menerima pukulan muchen tadi