There'S Cool Uncle Love And Hot Girls

There'S Cool Uncle Love And Hot Girls
Lagi lagi



"hah dia mau tinggal serumah sama daddy.... alamat satu atap donk sama dia" gerutu cinderella yang mendengarkan benbicaraan di depannya


Kata kata itu seolah terkunci begitu saja tanpa bisa diucapkan


"yaudah ditunggu jawaban secepatnya ya" ucap anggita


Sementara yang diajak bicara cuma bedeham lirih


Selang beberapa menit kemudian mereka berempat memutuskan pergi karna jam makan siang sudah hampir habis


"Beby mau pulang sendiri atau dianterin daddy" tanya junatand kepada sang putri


"Sendiri aja dad.... sama nino sekalian mau nongkrong dulu" jawab cinderella


Ya.. tadi waktu di toilet cinderella mengganti bajunya sekalian


"ohhh.. ya udah deh.. hati hati ya" ucap junatand


"siap komandan" ucap cinderella dengan tegas dan memberi hormat kepada junatand layaknya kepada atasannya


"ya udah daddy duluan ya" ucap junatand sambil mengelus pucuk rambut nya dan berlalu pergi


"tante juga duluan ya sayang" ucap anggita


Cinderella hanya menganggukkan kepalanya


Sementara davind sudah pergi dari tadi tampa berpamitan kepadanya


Tohh dia juga tidak mengharapkanny batin nya


Tak beberapa lama hp nya berdering tanda ada panggilan masuk


"ya halo" ucap cinderella mengangkat panggilan nya


"--"


"lagi di restaurant xxxx"


"--"


"ya gue otw"


Sabungan pun terputus


Dengan setikit berlali cinderella menuju parkiran tanpa di sadari dia menabrak seseorang


"Sorry gue kagak sengaja" ucap nya sambil berdiri dan dibantu seseorang tersebut


"loe" ucap cinderella sambil menunjuk kearah seseorang tersebut


"Saya paling tidak suka di tunjuk tunjuk" ucap dingin seseorang tersebut


Lahhh gimana sih nih orang gak mau ditinjuk malah nunjuk batin cinderella dengan geram


Cinderella memutar bola matanya malas "kalo gak mau ditinjuk jangan nunjul" ucap nya


Belum sempat seseorang tersebut membalas dia sudah memotong "Lagi kalo aku tau loe yang gue tabrak ogah gue minta maaf" lanjutnya


sementara seseorang tersebut hangs menahan emosinya mengingat siapa yang sedang dihadapinya


Belum memulai pertengkarannya lagi... ada orang yang menghampiri seseorang yang dia tabrak itu


"sayang" cup..


Dan cinderella hanya membelalakkan matanya melihat adegan didepannya, benar benar tidak tahu malu seseorang tersebur mengecup bibir orang yang ditabraknya bahkan tidak hanya mengecup tapi sedikit ******* nya, yang lebih parah nya lagi seseorang tersebut adalah wanita


Auah.. dia makin bete dibuatnya dan dia langsung meninggalkan tempat itu dengan motornya


Dasar mesum tak tau tempat batinnya


"besok lagi kalo ketemu jangan langsung nyosor" ucap nya dingin


"emangnya kenapa" ucap wanita tersebut


"aku gak suka" ucap dinginnya lagi


"tapi tadi kamu kan menikmatinya" ucap centil wanita itu lagi


"kalo aku bilang gak ya gak" ucapnya lagi dengan


Meninggikan suaranya


"ya udah deh tapi nanti malam jadi kan" tanya nya laki laki itu hanya berdeham


"ya udah aku tunggu nanti ya" ucap wanita itu


Dan lagi lagi laki laki itu hanya berdeham


"aku ke kantor dulu" ucap nya dingin dan langsung pergi


"kapan sih vind kamu mau nerima aku" ucap wanita itu dengan menatap nanar laki laki tersebut yang mulai menjauh


Ya laki laki tersebut adalah davind sang presdir Casanova yang sibuk yahh selain dengan perusahaannya dia sibuk dengan patner ranjang nya dan wanita tadi salah satu dari sekian banyak patnernya namanya gladis


Teman sma nya dulu, gladis udah suka sama davind sejak sma, tapi dulu davind sudah memiliki pacar dan, dia juga tau sakit hati karena dihianati mengubah davind yang dulu menjadi seorang casanova sebab itulah gladis memilih menjadi penghibur


davind menolak gladis untuk menjadi salah satu patner ranjang nya karna dia tau kalo gladis masih virgin.. awalnya gladis memang ingin supaya davind yang mengambil kepr4w4n4n nya,, tapi karna davind menolaknya terpaksa membuatnya menjadi wanita penghibur, dan karna davind tau apa alasan gladis memilih menjadi penghibur maka dari itu davind memiliki


Syarat asal bukan hanya dirinya saja yang menjadi patner ranjang gladis.. yahh begitulah cinta


"sadar dis" ucap gladis membuyarkan hayalannya "kamu bisa berubah untuk tidak menjadi casanova lagi.. aku udah syukur banget" ucap nya dengan senyum