
Kini semua mata tertuju ke arah Rara .
memandang penampilan Rara yg terlihat begitu aneh dan juga mengundang tawa. banyak dari mereka yg berbisik-bisik entah apa yg mereka fikiran saat ini .
namun hal itu tampaknya tak mengganggu Rara sama sekali. ia masih terus berjalan maju menuju tempat dimana semua anak-anak berkumpul dengan wajah tersenyum cerah .
" Ra sini ..
teriak Safa sambil melambaikan tangan nya untuk memanggil sahabatnya itu " .
Rara yg melihat Safa melambaikan tangan pun bergegas berjalan ke arahnya .Rara terus saja tersenyum cerah sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaannya saat mengampiri kedua sahabatnya itu. ia seolah tak peduli saat kedua sahabatnya itu masih terus memandangi nya dengan tatapan aneh .
saat Rara sudah berdiri di hadapan nya , Dira yg merasa tak mampu lagi menahan tawanya karena melihat wajah Rara sontak langsung tertawa terbahak-bahak .
"bwahahahaha ..
Ra Lo ngaca gak sih tadi pas mau berangkat , tanya Dira sambil mencoba mencari sesuatu dalam tas ranselnya ".
" udah !!
dan gw ngerasa udah cantik banget kok sama penampilan gw hari ini .
emang kenapa sih , tanya polos Rara sambil menerima kaca yg di sodorkan oleh Dira.
Dengan cepat Rara melihat wajahnya yg tampak dari pantulan kaca tersebut .
" tuh kan apa gw bilang . gw itu mau di pakein apa aja tetep aja cantik dan gemesin , celetuk Rara sambil tersenyum lebar .
safa dan Dira yg melihat tingkah sahabat nya itu hanya geleng-geleng kepala . mereka hanya mengiyakan setiap ucapan yg Rara lontarkan agar sahabat nya itu merasa senang . tanpa mereka bertiga sadari di belakang mereka ada Iskandar dan Rendi yg masih terus menatap ketiganya dengan senyum menahan rasa geli .
" noh is Lo liat !!
emang dasar si Rara ya , ada aja ulahnya tau gak sih . pantes aja si Wulan selalu manggil dia trouble maker , ucap Rendi sambil menyikut Iskandar yg saat ini masih senyum-senyum sendiri sambil menatap Rara tanpa berkedip.
Rendi yg melihat ekspresi sahabat nya itu hanya geleng-geleng kepala.
ia merasa bingung dengan perubahan sikap Iskandar ini . ia merasa Iskandar yg dulu selalu jadi pusat perhatian semua gadis , kini justru dia yg perhatian pada seorang gadis . bahkan gadis itu adalah gadis yg menurut nya sangat aneh .
Merasa diabaikan Rendi pun terpaksa menarik Iskandar untuk pergi dari tempat mereka sekarang berdiri .
sekarang ayo kita balik ke kumpul sama anak-anak . bentar lagi kita udah harus nyiapin buat acara ntar malem .
Kini keduanya pergi menjauh , meskipun sejujurnya Iskandar ingin sekali menghampiri dan menyapa Rara namun semua itu iya tahan karena ada kewajiban yg harus dia penuhi saat ini. namun sebelum benar-benar menjauh Iskandar menyempatkan diri untuk memanggil Rara .
"Ra ..
teriak Iskandar dari jarak yg agak jauh .
Rara yg merasa nama nya di panggil pun langsung menoleh ke arah suara tersebut .
Rara tersenyum saat mendapati Iskandar sedang tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya .
" iya kak , jawab Rara sambil membalas lambaian tangan Iskandar.
" Ra .. ntar malem aku punya sesuatu buat kamu . ntar malem kamu harus ikut ke acara api unggun ya , teriak Iskandar sambil berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Rara.
Rara yg mendengar ucapan Iskandar hanya tersenyum malu sambil menganggukan kepalanya .
tanpa ia sadari kedua pipinya sudah menjadi sangat merah .
" cie ..
goda dira dan Safa bersamaan .
" cie apa ??
jawab Rara ketus ..
" itu ...
tunjuk Dira dan Safa bersamaan lagi.
Rara hanya tersenyum malu saat Safa dan Dira menggoda nya ..
ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya untuk menyembunyikan wajahnya yg tampak memerah .