
"hari ini sebaik nya kita sudahi ayo kembali juga hongyan pasti sudah lelah,aku akan menanyakan teka teki ini kepada guru,ayo kembali"ucap xiao hungli sambil memasukan gukungan teka teki itu ke cincin ruang.
DIYU:Baik master hari juga semakin petang.
Saat sampai di aula ming xiao hungli pergi untuk membersihkan diri dan membaringkan hongyang di atas ranjang dan menutupi badan yg putih bersih ny dengan selimut,setelah mandi dan membersihkan diri xiao hungli keluar aula ming menuju ke pagoda sembilan
Sesampai di pagoda sembilan xiao hungli mulai menuruni tangga yg hampir seperti tidak ada ujung nya,di lihat dari kejauhan noble pelikar sudah menunggu di balik pintu dengan auman api,di sela sela itu sang guru yaitu noble spirit muncul lalu di hanya berkata tiga patah kata lalu pergi.
"kota hewan roh"dengan sorot mata yg tajam lalu meninggal kan xiao hungli.
"apa ini yg di sebut guru kenapa dia sombong sekali jika bukan karena bisikan dari giok itu aku juga tak kan kemari huh sungguh hari yg melelah kan aku ingin berbaring di atas ranjang sambil memeluk hongyan yg mengemaskan"bisik xiao hungki sambil kembali menaiki tangga untuk meninggal kan pagoda sembilan.
Waktu tak terasa sudah pagi seperti waktu pagi yg biasa nya si kecil menggemaskan hongyan sudah menarik narik pakaian xiao hungli.
"pagi ini aku masih sangat lelah tapi demi kau aku akan membawa mu ke kota pemimpin phonix itu"ujar xiao hungli sambil menguap dan mengelus elus rambut manis hongyan.
"Diyu sebaik nya kita ke kota itu sekarang atau tidak semangat ku akan hilang"ucap xiao hungli lagi.
DIYU:baiklah master aku apa maksud mu kita akan ke kota hewan roh?.
"tentu saja apa kau kira aku akan pergi ke pasar ayo cepat terbang"ujar xiao hungli dengan sedikit kesal.
Sesampai di kota hewan roh kantuk yg tadinya hampir mengendalikan tubuh xiao hungli mendadak pudar saat melihat kota roh itu,dengan wajah yg terkejut dan mulut yg terenga enga.
"sungguh kota yg indah bahkan lebih indah dari kota ku,aku bagaikan sedang ada di syurga"ujar xiao hungli sambil melihat sekeliling kota yg indah itu.
Di depan gerbang perbatasan kota itu ada banyak sekali penjaga yg terus bergantian menjaga perbatasan.
"siapa kau"sorot mata salah satu penjaga ke xiao hungli.
"aku adalah xiao hungli dari kaisar hacung pecu"ujar xiao hungli.
"lalu siapa di belakang mu?"tanya lagi penjaga itu dengan sorot mata yg kurang nyaman.
"di belakang ku"sambil memutar badan nya.
Ternyata pangeran nagong yg ada di belakang nya.
"kenapa dia ada di sini apa dia mengutit ku atau dia mengekori ku kenapa aku sangat ceroboh seperti ini"bisik xiao hungli bersamaan dengan nafas berat yg dia hembuskan.
"aku adalah pangeran nagong dari kota nanyi apa kau tak mengenal ku?"ucap pangeran nagong dengan sombong nya.
"maaf kan kami pangeran silahkan masuk ke kota kami semua menyambut mu"ujar lembut penjaga itu sambil menundukan kepalanya.
Setelah melewati gerbang perbatasan xiao hungli mulai mengelurkan semua emosinya.
"apa yg kau lakukan di sini apa kau membuntuti ku ha? jawab aku"ucap xiao hungli sambil menunjuk pangeran nagong.
"kenapa kau seperti ini aku datang kd kota ini karena besok ada pertandingan dengan para sekete di kota roh dan aku di pilih sebagai juri nya dan aku mendaftarkan mu saat aku mencari mu kau sudah tidak ada ya sudah aku pergi ke sini kata noble spirit kau ke kota roh...mungkin ini sudah di takdirkan"ujar pengeran sambil tersenyum tipis.
"sungguh pangeran yg paling menyebal kan"