
si pitung jawara betawi
riwayat hidup
si pitung lahir di kampung pengumben, sebuah permukiman kumuh di rawabelong, dekat stasiun palmerah sekarang ini. putra keempat pasangan bang piung dan mbak pinah [1] ini bernama asli salihoen. menurut riwayat lisan, julukan "si pitung" berasal dari frasa jawa "pituan pitulung" yang berarti "tujuh sekawan tolong-menolong".[2] semasa kanak-kanak, salihoen berguru di pesantren hadji naipin,[3] tempat ia diajari mengaji, dilatih pencak silat, dan dibiasakan untuk selalu waspada terhadap keadaan di sekitarnya.[1]
pada dasarnya ada tiga versi kisah si pitung yang beredar di tengah masyarakat, yakni versi indonesia, belanda, dan cina. masing-masing versi menyoroti pribadi si pitung dengan penilaian tersendiri. si pitung disanjung sebagai pahlawan dalam versi indonesia, tetapi dikecam sebagai penjahat dalam versi belanda.[4]
hikayat si pitung dituturkan masyarakat indonesia hingga saat ini, sehingga menjadi bagian dari legenda serta warisan budaya betawi pada khususnya dan indonesia pada umumnya. hikayat si pitung kadang-kadang dituturkan dalam bentuk rancak (sejenis balada), syair, atau cerita lenong. dalam versi koesasi (1992), si pitung dicitrakan sebagai tokoh betawi yang merakyat, seorang muslim yang saleh, dan suri teladan bagi penegakan keadilan sosial.[5]
si pitung adalah pemuda yang baik, ia tekun beribadah dan berbudi pekerti luhur. ia berasal dari rawa belong. selain belajar mengaji ia juga belajar silat kepada haji naipin. tidak terasa waktu berjalan, si pitung menjelma menjadi sosok pemuda dewasa yang gagah perkasa. ia mempunyai bekal ilmu agama dan pencak siiat.
bersama rais dan jii, si pitung merampok rumah tauke dan tuan tanah kaya. hasil rampokannya kemudian dibagi-bagikan pada rakyat miskin. tentu saja lama kelamaan, kegiatan si pitung meresahkan kumpeni.
kumpeni melakukan berbagai cara untuk menangkap si pitung. mulamula, dibujuknya orang-orang untuk memberi keterangan dengan imingiming hadiah yang cukup besar. kalau usahanya gagal, tidak segan-segan kumpeni memaksanya dengan kekerasan.
akhirnya, kumpeni berhasil mendapat informasi tentang keluarga si pitung. kelebihannya, merupakan kelemahannya juga. keluarga sebagai sumber motivasi si pitung justru menjadi titik lemahnya. kumpeni segera menyandera kedua orang tuanya dan haji naipin. dengan siksaan yang berat, akhirnya terungkaplah keberadaan si pitung dan rahasia kekebalan tubuhnya.
ilmu silatnya yang tinggi dan tubuhnya yang kebal peluru, mempermudah setiap aksi perampokkannya. sudah banyak rumah tauke dan tuan tanah yang dirampoknya, tetapi ia tidak juga berhasil ditangkap. lagi pula, orang-orang tidak menceritakan keberadaan si pitung. ia banyak berjasa pada rakyat.
pada suatu hari, si pitung dan teman-temannya berhasil ditemukan. si pitung berusaha melakukan perlawanan. namun, hari itu memang hari naas baginya. rahasia kekebalan tubuhnya yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kumpeni. si pitung, pahlawan rakyat kecil itu dilempari telur-telur busuk dan ditembak berkaii-kali. akhirnya, ia dun menghembuskan nafas terakhir sebagai pembela rakyat jelata.