
Hiks hiks hiks...
"*Dasar pendiem!! gak ada mulut!!"
" Eh liat deh,dia melotot"
"Eh awas ntar copot loh mata lo"
" Haha tukang melotot,pendiem gak ada suara haha" ~
KEJAM*
" Hahhh..." brakk
" Dhea!!" Dengan langkah terkejut dan khawatir ibu mendobrak pintu kamar Dhea
"Dhea kamu kenapa sayang" Mata Ibu yg dipenuhi air mata lihat anak bungsunya,dalam keadaan kacau,kamar berantakan dan~
" Tangan kamu kenapa Dhe,kenapa lebam semua,Dhea!!" tanya ibu tegas
" Hiks haaa ahhaa" Dhea terus menangis tanpa bisa berkata apapun
.......................................................................................................................................................................................
" Gimana keadaan anak saya dok"
" Anak ibuk sepertinya mengalami depresi yg lumayan berat,harus banyak istirahat"
" Kok bisa depresi dok?? Anak saya tidak pernah seperti ini sebelumnya"
" Saya sarankan Ibu harus lebih memperhatikan anak ibu,kemungkinan anak ibu mengalami depresi diluar lingkungan ibu,bisa jadi di Sekolah atau tempat dia bermain biasanya"
" Tapi dok,adek saya bisa sembuh kan" Kakak perempuan Dhea
" Tentu bisa,asal depresi yg dialami adek Dhea,bisa segera hilang " ibu dan kakak Dhea lega mendengar berita itu dari dokter
" Terimakasih dokter"
" Kalau begitu,saya pergi dulu"
.....................................................................................................................
Ibu memasuki ruangan Dhea, terlihat anaknya berbaring tenang diatas kasur pasien tertidur,dengan obat penenang~~
Ibu mendekat ke arah Dhea
Cup~kecupan kening untuk Dhea,berharap anaknya segera sembuh
" Cepet sembuh sayang, maafin ibuk"
......................................................................................................................................................................................................
"Haha ayo main,eh kamu yg jaga ahahha" bising suara anak-anak bermain diluar jendela kamar Dhea
Kriett
"Dhea..." suara lembut memasuki ruangan Dhea
" Makan dulu yuk sayang" ibu masuk dengan nampan berisi susu dan roti selai ~ kesukaan Dhea
" Hari ini,sepupu kamu dateng njenguk kamu,nanti kamu ke depan ya, udah seharian kamu dikamar terus" sambil nyuapi Dhea
Dhea cuman diem,diem aja~
selesai dengan makan,Sepupu dan Budhe dari Dhea masuk ke kamar...
"Ibu pergi dulu ya sayang" ~
...
" Halo Dhe" sapa sepupu Dhea,Dhea diam malas merespon
merasa sapaannya gak disambut,so sepupu merasa jengkel
" Belagu banget sih,disapa orang juga!"
Masih diam tidak merespon~
" Cih"
" Dhea,lagi-lagi kamu sakit ya" tatapan yg entah iba atau merendahkan dari budhe Dhea,sulit dijelaskan
" Kok suka banget sih sakit sakitan,nyusahin loh" lanjut Budhenya
Deg!! Nyusahin??
" Tau tuh,lo gak kasihan apa sama bibi,mana lagi gue harus ngajarin lo materi sekolah lagi"
Nyutt~ nyeri dihati Dhea
Jadi selama ini,sepupu yg dikira baik sama Dhea,itu semua palsu
haha jangankan baik,di Sekolah melihat Dhea ditindas pun hanya tertawa remeh*!!
Kriett pintu kamar Dhea,kebuka
" Eh Dek" Budhe Dhea mengalihkan pembicaraan ~menyapa ibu Dhea
huh tebal muka!!
" Kita pulang dulu ya Dek,ada kerjaan dirumah" Budhe
" Oh iya mba"
"Kamu cepet sembuh ya Dhe" kata - kata palsu Budhe
Kriettt brak ~ pintu kamar tertutup
"Munafik"~
................................................................................................................................................................................................
21.00pm
"*Penyakitan"
" Nyusahin orang"
" Haha tukang melotot "
" Gak bisa ngomong! ahahaha "
Dhea bangun terkejut dari tidurnya~
"Kenapa kalian semua kejam"
Kata-kata itu terus berputar dikepala Dhea, begitu kejam,tidak memiliki hati!!
Kenapa selalu ada Bully??
" Gue benci diri gue sendiri,kenapa gue harus terlahir dikondisi kaya gini!!! kenapaaa!!!" ~~
.............................................................................................,.................................................................................................
06.15 Am
tok tok
" Dhe,kita sarapan yuk" ajak kakak dari pintu luar kamar
hening~
" Dhe...Dhea" aneh dipikiran si kakak
" Dhe...gue buka nih ya"
kriett
" Dhe...lo belom ba.."
Deg!!
" Dhea!! Ibukkk ibukkk..." kakak Dhea panik lihat Dhea,diatas kasurnya di kondisi sesak, sulit bernapas!
" Ibu Dhea bu"
*dipandangan redup Dhea~
terngiang suara kakak...
"Ibu dhea kenapa buk"
tangisan ibuk...
"Dheaa,bangun dhe..."
Dan akhirnya gelap*
..................................................................................................................................................................
tit tit tit tit
" Eh gue dimana" lihat sekekliling
" Oh Rumah Sakit lagi" haha terbiasa
" Apa emang udah takdir,dimana gue gk bisa jauh dari bau Rumah Sakit!"
Huh~
...................................................................................................................................................................................................................................................
" Obat lagi"~
Bosen hidup dikamar,Dhea nyoba buat jalan keluar kamar
Yah sekedar ruangan - ruangan dekat kamar
Dikamar Kakak Dhea melihat Laptop kakaknya terbuka
Penasaran?? Ya begitulah~
Dhea melihat isi Laptop kakaknya
DNA//BTS
Dhea mencoba melihat video DNA//BTS,merasa nyaman,Dhea mencoba menggali informasi lebih dari BTS
BTS~
Uh apa ini!???
New Album ~ Love Yourself
*pesan terkait_
_The album's concept consists of features of the post-break moment of getting rid of the false ego and facing the true self. _
_"For me, they are not just singers, but the life in my life, I don't know what the future will be like, but for now one of the reasons I'm alive today is because of them, only for them*"_
Tes...
" Selama ini ternyata gue jahat sama diri gue sendiri"
" Gak seharusnya gue benci sama apa yg gue punya "
Sakit!! Tentu!!
" Masih ada Ibuk,Kakak,Ayah dan masa depan gue"
"Maafin Dhea semuanya hiks"
Love Yourself~
" BTS..."
Berapa besar lagi pesan yg ada di kalian...
*Pesan terkait
_Konsep album terdiri dari fitur momen pasca-istirahat untuk menyingkirkan ego palsu dan menghadapi jati diri. _
_ "Bagi saya, mereka bukan hanya penyanyi, tetapi kehidupan dalam hidup saya, saya tidak tahu seperti apa masa depan nanti, tetapi untuk saat ini salah satu alasan saya hidup hari ini adalah karena mereka, hanya untuk mereka* "_
Bersambung....