The Journey Of Life To Happiness

The Journey Of Life To Happiness
Bab 2



Hari ini aku berangkat ke kampus seperti biasa, tapi sebelum berangkat seperti biasanya setiap hari.


"Hhhhhooooaaaaaa, tidur memang sangat menyenangkan" sambil mengucek mata dan bangun dari tidurnya.


"Ibu, aku rindu ibu ada dimana, ibu bisakah kita bertemu lagi??" memandang foto ibu, ayah, dan Lisa.


Dengan perasaan yang sedih, lalu pergi iya menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya.


"Selamat pagi, bi An" menyapa salah satu pembantu yang telah lama menjadi pembantu di rumahnya.


"Pagi juga, nona besar pertama" sambil tersenyum manis.


Jika nyonya masih ada mungkin nona besar tidak seperti sekarang ini, mudahan nona tetap di berikan kesehatan dan akan menemukan kebahagiaannya. Batin bibi An


Pergi ke dapur, membikinkan sarapan pagi. Itulah yang sering di lakukan Lisa setiap harinya.


Ruang makan


"Selamat pagi,bu" sambil membawa sarapan dan menyapa ibu tirinya yang sedang mau duduk di tempatnya.


"Hhhmm" duduk di kursinya.


"Pagi bu," ucapan serentak oleh kedua anak kandungnya.


"Pagi, anak-anak ibu yang cantik dan ganteng" dengan nada memuji dan menyinggung Lisa.


Lisa yang melihat itu hanya menundukkan kepalanya, dengan wajah yang sedih.


"Selamat makan" Lisa hanya mengatakan itu sambil menyiapkan makanannya.


"Selamat makan juga" kata Antonio Asri Thaharudin adik tiri laki-lakinya senyum membalas perkataan kakaknya Lisa.


Suasana diruang makan sangat tenang tetapi....


"Apa yang kau masak ini Lisa" dengan nada marah ibu tirinya, lalu membuang makanan ke tempat Lisa.


"Apa??" Sambil kebingungan menjawabnya.


"Kau memasukkan makanan yang tak layak makan itu untuk kami makan ha!!" dengan bentakan yang keras.


"Iya, apa yang kau masak ini untuk meracuni kami" balas Callista


"Aku, tidak ada maksud meracuni kalian"


"Kau, memasukkan lada bubuk kedalamnya"


"Tidak bu" balas Lisa dengan nada menyakinkan.


"Apanya yang tidak ha" berjalan mendekati Lisa sambil membawa makanan tadi.


"Kau mau apa???" Menatap dengan aneh ke arah adiknya Callista


"Pegang dia" menyuruh salah satu pembantunya.


"Kalian, mau apa dengan ku" meronta melepaskan pegangan pembantunya.


"Ini makan, makan ini" memasukkan makanan kedalam mulut Lisa dengan paksa.


"Lain kali, kalau kau memasukkan itu akan ku pastikan kau tidak makan selama 1 minggu" balas ibu tiri Lisa.


Setelah melakukan itu ibu dan anak yang kejam tadi pergi meninggalkan ruang makan dengan perasaan senang bisa menyiksa Lisa lagi.


"Ayo kak, ku bantu membersihkannya, maafkan ibu dan kakak ya kak, selalu menyiksa kakak" kata adiknya Antonio sambil membantunya.


Memeluk adiknya dan menangis tersedu mengenang apa yang telah dilakukan ibu dan adik tirinya tadi.


"Sudahlah, mari lanjut makan mu" kembali makan dengan tenang tanpa ada yang menganggu lagi.


Kilas balik


"Masukkan ini kedalam makanan yang kakak ku buat, jangan sampai ada yang tahu. Dan aku ingin tidak ada bukti yang tertinggal kau mengerti" kata Callista kepada salah satu pembantunya.


"Siap non" sambil memasukkan sesuatu ke dalam saku bajunya.


Kilas balik selesai


Callista dan ibunya pergi keluar dari ruang makan dengan perasaan yang puas terutama Callista yang tersenyum sangat senang dengan apa yang telah di buatnya tadi.


"Ibu, aku lapar karena makanan tadi ada lada bubuknya" berkata dengan wajah manja sambil merangkul lengan ibunya.


"Kita pergi makan di luar aja ya sayang" sambil mengelus anaknya.


"Iya ibu" berjalan bersama ibu nya. (aku yang bikin ceritanya kok aku yang jijikπŸ€’πŸ€’πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)


Mereka masuk kedalam mobil dan pergi ke salah sattu restoran yang mahal (ya namanya juga orang kayaπŸ™„πŸ™„πŸ™„)


Di dalam rumah


"Kak, hari ini kakak pulangnya lama tidak??" Bertanya sambil makan.


"Makan dulu baru bicara" membalasnya


"iya, ini sudah makan, kakak pulangnya lama tidak??" merapikan peralatan makan yang telah selesai digunakan.


"Entah lah, tergantung dengan apa yang di sampaikan dosennya nanti"


Cemberut menatap Lisa.


"Emang nya ada apa Anton??" bertanya dengan bingung karena di tatap seperti itu.


"Tidak ada sih, aku takut kakak nanti pulang di marahi ibu lagi" berkata dengan sedih


"Sudahlah, kakak udah biasa dengan mereka yang bersikap seperti itu Anton" membereskan tempat makan karena mereka sudah selesai makan.


"Bi An, hari ini Lisa tidak bantu bibi cuci piringnya ya sebab Lisa takut terlambat mau pergi ke sekolah" meletakkan piring kotor ke tempat cuci.


"Tidak apa-apa non, sebaiknya pergilah sekarang non" membalas dengan senyuman tetapi dengan perasaan yang sedih, melihat anak majikannya yang sudah seperti pembantu.


"Oke lah kalau gitu bi, kita pergi dulu ya bi, dada bi sampai ketemu lagi nanti" senyum sambil menarik adiknya Anton yang lagi makan buah apel.


"Iya non" sambil tersenyum.


"Kak sakit tahu" melepaskan pegangan Lisa.


"Iya, ya maaf adik ku yang ganteng ini" melepaskan pegangannya.


"Apel ku jadi terjatuh kan tadi, itu salah kakak" dengan muka manjanya.


"Iya lah itu salah kakak, nanti kita beli apelnya lagi ya" sambil tersenyum.


"Iya, ayo kak pergi ke sekolah" menyuruh kakaknya naik ke mobilnya.


"Iya" sambil masuk mobil.


Didalam perjalanan tidak ada satu pun yang berbicara hanya ada bunyi musik yang ada.


Lisa sibuk dengan bukunya yang lagi melihat materi yang akan di pelajari nya nanti, sedang kan Antonio sibuk menyetir mobil takut terjadi kecelakaan nanti kalau bicara.


.......... Selamat membaca ya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜ itu😘😘😘😘😘........


...... Sorry ya baru kasih tahu nama adik tirinya Lisa yang cowok di bab ini sebab bingung mau di nama kan apaπŸ™πŸ™πŸ™.....Selamat membaca ya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜............